Tuhan sertamu !

Dibagasan goar ni Ama, dohot Anak, dohot Tondi Porbadia. Amen.

Kadang-kadang pasti kita suka denger kalimat “jangan jadi fanatik, semua agama itu sama aja mengajarkan kepada kebaikan, Yesus aja membantu orang Samaria yang dianggap kafir pada masa itu”

Sebelumnya marilah kita lihat dulu makna kata fanatik, didalam KBBI arti kata fanatik adalah “teramat kuat kepercayaan terhadap ajaran(politik, agama, dan sebagainya)“. Dan kalau kita lihat makna seperti ini, bahkan orang-orang yang ngaku “liberal” pun mungkin banyak yang berpikiran seperti ini.

HARUSKAH KITA FANATIK ?

Ya dan amin, buat apa kita cape cape ke Gereja hari minggu, sembahyang tiap hari, puasa sebelum Hari Raya, dll kalau kita gk fanatik ? semua yang kita lakuin bisa jadi takhayul yang gk ada makna dan tujuan kalau begini, harus fanatik dulu baru melakukan semua ini. Rasul Paulus pun menyuruh Umat di Tesalonika untuk fanatik terhadap “Tradisi” Para Rasul.

2 Tesalonika 2:15

Sebab itu, berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami, baik secara lisan, maupun secara tertulis.

Gak gak, gak tepat ini.

ΘΕΣΣΑΛΟΝΙΚΕΙΣ Β(2 Korintus) 2:15

αρα ουν αδελφοι στηκετε και κρατειτε τας παραδοσεις ας εδιδαχθητε ειτε δια λογου ειτε δι επιστολης ημων

ara oun adeelphoi STEKEETEE kai KRATEEITEE tas PARADOSEEIS as eedidaxthetee eeitee dia LOGOU eeite di EPISTOLIS IMOON.

kata “Paradoseeis” ini harusnya diterjemahkan “Tradisi” karena “Paradoseeis” ini didalam bahasa Latin diterjemahkan “Traditio“, di terjemahan KJV pun diterjamahkan “Tradition“.
Apa sih Paradoseeis(Tradisi) ini ?

Hampir mirip seperti “tradisi” dalam bahasa Indonesia, “Paradoseeis” dalam bahasa Yunani bermakna “intruksi yang diberikan secara estafet“, contoh: Rasul Yohanes memberikan “Paradoseeis” kepada Santo Ignatius Antiokhia, nanti Santo Ignatius Antiokhia memberikan kepada muridnya, muridnya memberikan kepada muridnya terus dan terus sampai ditengah-tengah kita, inilah “Paradoseeis“. Sedangkan dalam bahasa Indonesia, kata “tradisi” bermakna “1. adat kebiasaan turun-temurun (dari nenek moyang) yang masih dijalankan dalam masyarakat; 2. penilaian atau anggapan bahwa cara-cara yang telah ada merupakan yang paling baik dan benar“, dalam bahasa Indonesia sepertinya lebih ditekankan kepada “laku“nya, tapi dalam bahasa Yunani bukan hanya identik dengan “laku“, karena pemikiran-pemikiran yang diestafetkan juga termasuk “Paradoseeis“.

Paradoseeis“nya harus kita STEKEETEE, harus kita berdiri kokoh, apapun yang orang kafir katakan biarlah itu semua lewat sedangkan kita harus tetap STEKEETEE(berdiri teguh). Berdiri ini bukan tanpa pegangan, jatuh kita kalau gini, makanya ditulis KRATEEITEE tas paradoseeis, CENGKRAM lah Tradisi. Tradisi yang mana ? baik secara logou(lisan) ataupun epistolis(tulisan Rasuli)nya Para Rasul.

Pertanyaannya, bila dipandang dari makna “fanatik” sesuai KBBI, apakah ini “fanatik” ? ya jelas fanatik, disuruh BERDIRI KOKOH DAN CENGKRAM Tradisi Para Rasul, bukan hanya fanatik tapi super fanatik karena bukan hanya disuruh BERDIRI KOKOH dan CENGKRAM yang tertulis aja, bahkan yang secara lisan juga. Kitab suci dari bagian ke bagian lainnya ada kesinambungan, bahkan dalam hal ini, Rasul Paulus gk asal asalan nulis berdirilah kokoh dan cengkram pada ajaran Para Rasul, karena sebelumnya Yesus juga berkata hal serupa, yang perkataanNya ini tercatat didalam Injil:

Lukas 10:1

Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya.

Disini Yesus melakukan pengutusan kepada Para 70 Murid, 70 Murid disini tidak termasuk 12 Rasul. 70 Murid ini termasuk Rasul Yakobus Besar saudara Kristus(bedakan dengan Rasul Yakobus bin Alfeus), dan bahkan termasuk Santo Lukas yang menulis Injil Lukas. Apa yang Yesus pesankan kepada 70 Murid ini ?:

Lukas 10:16

Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barangsiapa menolak kamu(70 Utusan), ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku.”

Jadi disini ada karunia yang diberikan Yesus kepada 70 Murid, bahwa siapa yang mendengarkan 70 Murid sama dengan mendengarkan Kristus, yang menolak 70 Murid sama dengan menolak Kristus. Sekedar info, 70 utusan ini juga disebut Rasul, karena Rasul yang dalam bahasa Yunani αποστολος(apostolos) bermakna “seseorang yang diutus keluar“, ini adalah sebutan untuk orang-orang yang melakukan karya pengInjilan besar mentobatkan satu bangsa. Dalam Gereja Orthodox Timur dan Katolik Timur, diluar 12 Murid, 70 Murid, dan Rasul Paulus yang memberikan karya pengInjilan besar mentobatkan suatu bangsa, ada gelar yang disebut ἰσαπόστολος(setara Rasul) yang mana disini termasuk Santa Maria Magdalena, Santa Photini wanita Samaria, Dll.

Yesus aja bergaul sama wanita Samaria

ya benar, terus apa masalah ? oke biar gua jelasin:

Yohanes 4:7

Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya: “Berilah Aku minum.”

disini Yesus merobohkan benteng tradisi Yahudi diluar Taurat/Pentateukh(yang disebut taurat juga, yaitu tafsir Para Ulama-Ulama Yahudu), yaitu dilarang bergaul dengan orang Samaria , padahal orang Samaria itu orang Israel juga cuman udah kawin campur dan beribadah di gunung Gerizim bukan Bait Suci Yerusalem, jadi masih saudara mereka juga, ibarat kata kaya orang Indonesia sama Malaysia, sodaraan tapi gelut mulu kerjaannya. Makanya Yesus ngobrol sama mami mami Samaria itu nunggu Para Murid pergi, karena takut terjadi kegaduhan, saking kuatnya tradisi taurat(t kecil, yaitu tafsir Para Ulama yang disebut taurat juga dan menurut Yesus melenceng dari Taurat):

Yohanes 4:8

Sebab murid-murid-Nya telah pergi ke kota membeli makanan.

Karena kuatnya tradisi taurat Yahudi dan merasa terpinggirkannya orang Samaria, mami mami Samaria ini sampai bingung:

Yohanes 4:9

Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: “Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?”

Perempuan Samaria ini juga bukan hanya kafir, tapi juga sangat berdosa dan melawan moral, udah kafir terus tak bermoral pula, kalau gua masih mending kan biar kata tak bermoral tapi masih “beriman” xD xD.

Yohanes 4:16-18

Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, panggillah suamimu dan datang ke sini.”
Kata perempuan itu: “Aku tidak mempunyai suami.” Kata Yesus kepadanya: “Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami,
sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar.”

dalam tafsiran Matthew Henry dituliskan bahwa mami mami Samaria ini adalah orang yang kawin cerai kawin cerai, Yesus mengetahui ke-tidak bermoral-annya ini, dan Yesus tetap “FANATIK” terhadap pemikiran bahwa hal ini tidak bermoral(bdk. Markus 10:12), tetapi Yesus memberikan sarkas dengan tingkat asyique yang paripurna, yaitu dengan berkata “panggillah suamimu“, si mami mami Samaria yang “mungkin” sudah mengetahui kalau Yesus mengetahui ketidak bermoralannya dan lagi nyarkasin dia, berkata “aku tidak mempunyai suami“, maka Yesus menjelaskanlah ke-“fanatik“-anNya ini bahwa perempuan itu memang tidak memiliki suami karena melakukan kawin cerai yang tidak beralasan, dengan kata lain yang disebut “suami” dirumahnya itu adalah “teman zinah“-nya.

APAKAH FANATIK DAPAT DIEKSPRESIKAN DENGAN PERBUATAN FISIK YANG “KASAR” ?

Sebelum sampai ke kata “anarki” ada baiknya kita tahu dulu apakah fanatik ini bisa diekspresikan dengan perbuatan “kasar” ?

Contoh yang paling bagus disini adalah saat Kristus 3grd on fire di Bait Suci:

Yohanes 2:13-14

Ketika hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat, Yesus berangkat ke Yerusalem.
Dalam Bait Suci didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ.

Didalam tafsir Matthew Henry, dijelaskan bahwa Kristus ingin menyucikan Bait Suci, dimana mengembalikan fungsi asalinya Bait Allah dan bahkan fungsi disekitaran Bait Allah, “Apa tuh min ?”

Didalam tafsir Hagelberg dijelaskan bahwa orang-orang non Yahudi yang ingin menyembah Allah-nya orang Israel hanya bisa sembahyang dipinggiran Bait Allah, lebih luar lagi dari pelataran. Tapi semenjak banyak pedagang dipinggiran Bait Allah ini yang membuat gaduh, orang-orang non Yahudi yang ingin menyembah Allah-nya orang Israel jadi terganggu, Yesus ingin menyucikan Bait Allah dari hal ini dan mengembalikan tradisi ini, inilah yang dimaksud Yesus beribadah dalam roh dan kebenaran(Yohanes 4:23), dan orang Yahudi pada masa itu kaya memandang hina hal ini semacam gini dipikiran mereka “paansih panteque orang-orang Romawi/Dll Jew wannabe, balik aja lu sono nyembah berhala, gk usah sok sokan Jahudi“. Yesus membenarkan hal ini dan tidak memandang hina, untuk itu Yesus mengusir pedagang pedagang yang buat gaduh supaya orang-orang non Yahudi yang melakukan sembahyang dipinggiran Bait Allah ini bisa sembahyang dalam roh(secara khusyuk) dan kebenaran(ada ekspresi nyatanya). Dan bahkan orang Yahudi yang dulu menghambat tradisi ini, sekarang malah mereka melakukan tradisi ini juga dengan sembahyang dipinggiran (bekas)Bait Suci yaitu tembok ratapan xD xD senjata makan tuan lu Juden asu. Dan tradisi ini juga dilakukan orang Kristen(bdk. Kisah Para Rasul 2:46, orang Kristen yang non Yahudi juga melakukan ini tapi dibagian luar Bait Allah karena kalau didalem bisa dicyduc satpol pp Juden, sedangkan orang Kristen yang Yahudi bebas mau diluar atau didalem).

balik lagi ke masalah Yesus 3grd on fire di Bait Allah, sebenernya agak kasar untuk dibilang “di”, sebab Yesus itu ngamok dibagian luar Bait Allah, tempat dimana orang-orang non Yahudi sembahyang menyembah Allah-nya orang Israel, oke kita lanjutin ayatnya:

Yohanes 2:15-16

Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya.
Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: “Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan.”

Balik lagi ke tafsiran Matthew Henry. Awalnya pasar dagang ini ada di dekat kolam betseda, tapi karena “rasa cinta uang“-nya Imam Imam Bait Allah, pasar ini masuk sampai ke “Halaman orang non Yahudi” yaitu tempat orang non Yahudi menyembah Allah-nya orang Israel yang sempet gua jelasin diatas, bahkan pedagang-pedagang ini disertifikasi, kios yang binatang dagangannya dianggap “layak” sebagai korban diberikan sertifikat dan ada stempel ke-“layak”-annya*teringatsesuatu?*. Bahkan ada “praduga” kalau hal ini disalah gunakan oleh Imam Imam Bait Allah dimana binatang yang sebenernya cacat gak layak untuk korban ikut-ikutan bisa didagangkan di “halaman orang non Yahudi” dan tetap ada sertifikasinya. Hal ini udah bukan hal sepele lagi karena udah mengakar dan dilakukan oleh petinggi-petinggi, Yesus yang merasa geram melihat hal ini dibarengi dengan mendengar suara gaduh pasar langsung 3grd dan ngamok, karena udah gaada cara lain lagi selain mengekspresikan kasih ini dengan cara demikian, kalau hal ini dibiarkan bisa jadi dosa untuk para pedagang tersebut juga.

Lalu Para Murid teringat nats:

Yohanes 2:17

Maka teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis: “Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku.”

yang mana ayat ini adalah kutipan dari Mazmur 69:10, yang dianggap Para Murid sebagai nubuatan bahwa Kristus akan melakukan hal yang seolah-olah tampak seperti “cinta buta”. Sebenernya “cinta yang menghanguskan” ini cuman kata kata puitis dari “hal yang nampak”, karena Yesus melakukan hal ini memang sudah ini win win solutionnya, supaya orang non Yahudi tetap bisa sembahyang dengan tenang di pinggiran Bait Allah yang disebut “Halaman orang non Yahudi”, para pedagang balik ketempatnya asalnya di kolam betseda supaya tidak berdosa mengganggu orang-orang non Yahudi dalam sembahyang, dan Imam Imam Bait Allah supaya gak cinta uang dan jatuh didalam kubangan dosa. Jadi, perilaku Yesus ini seperti orang tua yang menunjukkan kasih kepada anaknya dengan cara “mukul” sesekali sebagai peringatan dan supaya si anak gak melakukan hal yang bisa merugikan dirinya sendiri.

“Min, sesuai penjelasan diatas, kalau Gereja dinista, apa kita diem aja ?, Yesus aja ngamok on fire di Bait Allah”

kalau ada polisi ya gk perlu ! Yesus ngamok on fire karena gaada cara lain lagi, petinggi petinggi Agama saat itu juga masuk kedalam lingkaran setan menajiskan Bait Allah, maka tidak ada cara lain lagi selain ngamok on fire. Sedangkan kita ? Gereja dinista kan kita bisa langsung nelpon polisi dan penista Gereja langsung dicyduc. KECUALI petinggi petinggi kita emang udah bobrok dan gk mau ngurusin keperluan agama kita, kaya Imam Imam Bait Allah yang gk pikirin gmna orang non Yahudi yang mau sembahyang di “Halaman orang non Yahudi”, khusyuk tidaknya gk dipikiran, nah kalau petinggi petinggi sudah melewati hal ini, kita gerak sendiri itu gpp.

ANARKI, BOLEHKAH ?

Galang rambu anarki anarki*sfx:iwanfals*

Sebelumnya kita harus tau dulu makna kata “anarki“, dalam KBBI makna kata “anarki” adalah “1. hal tidak adanya pemerintahan, undang-undang, peraturan, atau ketertiban; 2. kekacauan (dalam suatu negara)

Dalam hal yang sesulit sulitnya kita bisa kok anarki, asalkan kasus tersebut memang gak bisa diatasin lagi selain melakukan hal anarki, contohnya apa ? ya Yesus pas ngamok on fire di Bait Allah kan Yesus melanggar “hukum petinggi” yaitu hukum Imam Imam Bait Allah yang memperbolehkan pedagang untuk berdagang di “Halaman orang non Yahudi”, Yesus melawan hal ini dengan “hukum yang dia anggap benar” dimana “Halaman orang non Yahudi” gk boleh dibuat gaduh sebab itu tempat orang non Yahudi sembahyang, itu HAKNYA orang non Yahudi. Jadi kalau misalnya Gereja yang adalah HAK KITA, dibangun pake duit kita, dan udah dapet ijin membangun Rumah Ibadah dari pemerintah, tiba tiba didatengin orang gak dikenal terus diobrak abrik, kita telpon polisi gabisa, pemerintah gk mau tanggung jawab, ya disini kita bisa anarki sedikit kaya Yesus, kita usir kek, kalau orangnya gak mau ya melakukan sedikit “kekerasan” dengan ngegeret keluar, itu gpp. Atau misalnya pemerintah dateng ke Gereja kita bawa surat surat penggusuran yang sah secara hukum, padahal sebelumnya kita udah diberi izin secara hukum yang sah juga, nah ini mau lu ngancurin buldozernya juga gpp, asalkan tujuan tetap kepada kepentingan umat untuk menyembah Allah dalam roh(khusyuk) dan kebenaran(ada ekspresinya) bukan atas kepentingan pribadi, dan hal ini HARUS win win solution.

Intinya FANATIK WAJIB, ANARKI boleh dilakukan dalam keadaan terdesak demi kepentingan umat bukan kepentingan pribadi.

sekian dari Ephitimia yang tak bermoral dan najis ini, semoga bermanfaat.

Refrensi:

  • Kamus Besar Bahasa Indonesia
  • 70 Disciples
  • Tafsir Matthew Henry
  • Tafsir Hagelberg

Penulis: Ephitimia

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.