Tuhan sertamu !

Dalam Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus. Amin

Karena beberapa waktu lalu mamhang JKHunter lagi sibuk memerangi femie modern, kayanya seru kalau gua bahas ini, soalnya ada orang nih yang menurut gua cukup pinter sih, dia pakai Surat Apostolik Rasul Paulus kepada Gereja di Korintus untuk menunjukkan kalau Alkitab seakan-akan menentang wanita berkarya. Oke deh biar enaque langsung aja kita bahas kuy kuy.

1 Korintus 14:34

Sama seperti dalam semua Jemaat orang-orang kudus, perempuan-perempuan harus berdiam diri dalam pertemuan-pertemuan Jemaat. Sebab mereka tidak diperbolehkan untuk berbicara. Mereka harus menundukkan diri, seperti yang dikatakan juga oleh hukum Taurat.

aneh terjemahannya, langsung kuy ke bahasa aslinya aja:

ΚΟΡΙΝΘΙΟΥΣ Α(1 Korintus) 14:34

αι γυναικες υμων εν ταις εκκλησιαις σιγατωσαν ου γαρ επιτετραπται αυταις λαλειν αλλ υποτασσεσθαι καθως και ο νομος λεγει

Romanisasi:

Ai gynaikees hymon een tais Eekklesiais sigatoosan ou gae eepiteetraptai autais laleein all hypotasseesthai kathoos kai o nomos leegeei

Terjemahan:

Biarlah perempuan-perempuan mu berdiam diri didalam Gereja-gereja, karena mereka tidak diijinkan untuk berbicara, tetapi mereka DIPERINTAHKAN untuk berada dibawah ketaan, sebagaimana yang dikatakan dalam Hukum.

Nanti gua jelasin semua, sekarang gua kasih tau maksud Nomos(Hukum) disini, maksud Hukum disini adalah Kitab Taurat secara makna sempitnya dan Perjanjian Lama secara makna luasnya, bukan adat istiadat Yahudi yang adalah tafsiran Ulama-ulama Yahudi.

Kalo begini kesannya kaya anti femie femie klub garid kerad ya, tapi mungkin kalau orang yang benci dengan ke Kristenan dan berpikir Kristen anti-wanita, pasti mereka bakal merasa malu kalau baca ayat selanjutnya dan background Rasul Paulus menulis ini, gua langsung pakai bahasa aslinya aja ya terus ntar gua terjemahin, gua muak baca terjemahan LAI untuk bagian ini, kacau banget, kuy lah lanjut:

ΚΟΡΙΝΘΙΟΥΣ Α 14:35-40:
(35) ει δε τι μαθειν θελουσιν εν οικω τους ιδιους ανδρας επερωτατωσαν αισχρον γαρ εστιν γυναιξιν εν εκκλησια λαλειν
(36) η αφ υμων ο λογος του θεου εξηλθεν η εις υμας μονους κατηντησεν
(37) ει τις δοκει προφητης ειναι η πνευματικος επιγινωσκετω α γραφω υμιν οτι κυριου εισιν εντολαι
(38) ει δε τις αγνοει αγνοειτω
(39) ωστε αδελφοι ζηλουτε το προφητευειν και το λαλειν γλωσσαις μη κωλυετε
(40) παντα ευσχημονως και κατα ταξιν γινεσθω

Romanisasi:
KORINTHIOUS A 14:35-40:
(35) Eei dee ti matheein theelousin een oikoo tous idious andras eepeerootatoosan aiskhron gar eestin gynaixin een Eekklesia laleein
(36) I aph hymon o Logos tou Theou eexeltheen i eeis hymas nomous katenteseen
(37) eei dee tis dokeei Prophetes eeinai i pneumatikos eepiginooskeetoo a grapho hymin oti Kyriou eeisin eentolai
(38) eei dee tis agnoeei agnoeeitoo
(39) oostee adeelphoi zyloutee to Propheteeueein kai to laleein glossais me koolueetee
(40) panta euskhemonos kai kata taxis gineesthoo

Terjemahan:
1 KORINTUS 14:35-40
(35) Dan jika mereka(perempuan) akan menanyakan sesuatu, biarkan mereka bertanya kepada suaminya dirumah, karena adalah suatu kemaluan bagi perempuan untuk berbicara di Gereja
(36) Apakah firman Allah datang kepadamu ? ataukah (firman Allah)hanya datang kepada kamu ?
(37) Jika ada seorang laki-laki berpikir bahwa dirinya (memiliki karunia)Nabi, atau spiritualis, biarlah dia(laki-laki) mengetahui bahwa apa yang aku tulis kepadamu adalah perintah-perintah Tuhan
(38) Tetapi bila ada orang yang tidak tahu, biarlah ia menjadi tidak tahu
(39) Oleh karena itu saudara-saudariku, dambakanlah nubuatan, dan jangan melarang orang-orang untuk berbahasa lidah(glossais)
(40) Biarlah segala sesuatu dilakukan sopan dan teratur.

Sebelumnya gua mau kasih tau backgroundnya dulu, Gereja di Korintus ini, didalam Catatan Ayat Alkitab Yerusalem ditulis bahwa Gereja di Korintus ini memiliki karunia Roh Kudus yang luar biasa, salah satunya glossolalia(KJV: Speak with tongue/berbicara dengan lidah, LAI: bahasa Roh). Bahasa lidah ini disalahgunakan oleh jemaat Gereja di Korintus, dan bahkan karena tidak sesuai aturan yang diberitahukan oleh Rasul Paulus bahwa bahasa lidah harus sopan tertib(bdk. 1 Korintus 14:40) dan HARUS ADA YANG MENAFSIRKAN(bdk. 1 Korintus 14:27), bahasa lidah ini jadi terkafirisasi karena mental jemaat Gereja di Korintus masih mental kafir, jadi seakan-akan kaya budaya orang kafir. Rasul Paulus disini yang ingin meluruskan pemikiran jemaat Gereja di Korintus yang masih mental kafir, Rasul Paulus yang ingin meluruskan besi-besi yang sudah sekian lama bengkok ini harus melakukan pekerjaan keras supaya terluruskan. Oleh karena ini Rasul Paulus memakai kata kasar seperti “bodoh” sebagai wujud kasih Rasul Paulus agar jemaat di Korintus tidak jatuh didalam lubang dosa, supaya sadar gitu biar gk ngulangin kesalahannya, udah tua tapi gk ngerti-ngerti kan harus dipakai cara yang “agak kasar”.

Nah di ayat 34, Rasul Paulus pertama-tama menasihati wanita dulu “tuh emak emak, suruh bilangin ngape, kalo di Gereja itu kudu diem, pan mereka kudu tunduk dibawah ketaatan, kan ada tuh di Kitab Suci”, dijelasin lagi diayat 35 “kalo emak emak mo nanya hal-hal kek gitu aja mah, ya nanya aja sih ama lakinya dirumah, kan bukan tugasnya emak-emak buat ngajar di Gereja”. Jadi, Rasul Paulus disini menasehati para perempuan dulu kalau mereka gk usah bertanya hal-hal yang gak guna di Gereja yang sebenernya bisa ditanyain sama suaminya dirumah, karena kalau ini dibiarkan bisa buat gaduh, Yesus aja ngamok karena tempat Ibadah dibuat gaduh(baca artikel tentang Yesus ngamok di Bait Suci disini), bahkan Rasul Paulus sampe ngingetin kalau TUGAS MENGAJARKAN DI GEREJA ITU TUGAS PRIA bukan wanita, sebab Penatua(Presbiteros) itu harus seorang pria. Sebelum lanjut ke ayat 36, gua jelasin dulu kenapa Imam(Penatua/Pastur/Presbiteros) harus laki-laki:

MENGAPA IMAM HARUS LAKI-LAKI ?

Sebelumnya gua harus kasih tau kalau mayoritas Kristen itu tidak memberikan tahbisan Imamat kepada wanita, darimana gua tau ? karena jumlah umat Kristen itu ada 2.4 Miliar(bdk. International Bulletin of Missionary Research, Vol. 39, No. 1.).
Nah dari 2.4 Miliar ini:
-Kristen Katolik berjumlah 1.3 Miliar umat(Lihat disini)
-Kristen Orthodox Timur(Kalsedonia) berjumlah 200 Juta umat(Lihat disini)
-Kristen Orthodox Oriental(non-Kalsedoni) berjumlah 86 Juta umat(Lihat disini)

Gereja-Gereja diatas ini adalah Gereja-Gereja yang tidak menahbisan wanita sebagai Imam, ini belum termasuk Gereja-Gereja Protestan dan Restorianisme(pasca gerakan reformasi Protestan) yang tidak menahbiskan Imam wanita. Maka bisa dikatakan ada lebih dari 1.586 Miliar umat Kristen didunia dari total 2.4 Miliar yang memiliki aturan tidak menahbiskan wanita sebagai Imam. Maka mayoritas umat Kristen didunia bergereja di Gereja yang tidak menahbiskan wanita sebagai Imam.

Pertanyaannya, mengapa Gereja tidak menahbiskan wanita sebagai Imam ?

seharusnya pertanyaan yang tepat adalah “mengapa Gereja tidak memiliki hak untuk menahbiskan wanita sebagai Imam ?”

1. Dalam Perjanjian Lama, Imam itu selalu pria, mulai dari Imam Melkisedek(bdk. Kejadian 14:18), Imam Harun dan keturunannya(bdk. Keluaran 28:1).

2. Didalam Perjanjian Baru, Yesus hanya memanggil ke12 Rasul yang adalah pria untuk diperintahkan mengajar dan membaptis seluruh bangsa(bdk. Matius 28:16-20), dan Para Rasul hanya memilih rekan sekerja mereka dari kalangan laki-laki(bdk. 1 Timotius 3:1-13, 2 Timotius 1:6, 2 Timotius 1:5-9).

3. Imam berperan sebagai Persona Christi(Gambaran Kristus) didalam mengajar dan Ibadah Kurban(Misa/Liturgi) haruslah seorang laki-laki, sebab Kristus yang adalah Imam menurut peraturan Melkisedek(bdk. Ibrani 5:8), telah dinubuatkan lahir sebagai laki-laki oleh Nabi Yesaya(bdk. Yesaya 9:6), dan memang sungguh terlahir sebagai laki-laki(Matius 1:25). Jadi, bila Gereja menahbiskan wanita sebagai Imam untuk mengajar DALAM LITURGI(garisbawahi baik-baik) dan sebagai pemimpin Ibadah Kurban(Misa/Liturgi), itu sama saja menyelewengkan Persona Christi dan merasa lebih pintar dari Para Rasul*kaleumeuy,inimenurutgereja-gerejamayoritaslohbukanguapribadi*.

Balik lagi ke 1 Korintus 14:35. Udah paham ya, jadi maksudnya wanita tidak boleh mengajar di Gereja itu adalah didalam Liturgi, sebab itu tugasnya Imam yang Imam ini HARUS LAKI-LAKI, laki-laki pun kalau tidak tertahbis sebagai Imam juga tidak akan bisa mengajar dalam Liturgi, dan adapun Rasul Paulus berkata kasar seperti ini sebagai wujud kasihnya kepada jemaat wanita Gereja di Korintus agar tidak merugikan diri mereka sendiri dan terus terbayang kepada stigma kafir.

Kita lanjut pada:

1 Korintus 14:36
(36) Apakah firman Allah datang kepadamu ? ataukah (firman Allah)hanya datang kepada kamu ?

Disini lagi-lagi dikritik wanita-wanita ini karena sombong rohani entah dengan nubuatannya, bahasa lidahnya, dll yang seakan-akan mengkultuskan hanya dirinya sendiri yang mendapatkan wahyu Ilahi karena karunia-karunia ini, dan menganggap “POKOKNYA HARUS BAHASA LIDAH, TIDAK ADA BAHASA LIDAH MAKA TIDAK SAH”, padahal bahasa lidah ini adalah karunia(bdk. 1 Korintus 14:26). Jadi, oleh karena ini karunia, maka bukan hal yang harus diwajibkan. Loh kalau karunia ini wajib maka semua orang Kristen harus bisa memindahkan gunung, mengapa ? sebab orang Kristen Mesir melalui Baba Abraham dan Santo Simon Tukang Sepatu(Abad 10) mempunyai karunia untuk memindahkan gunung seturut perkataan Yesus “jika punya iman sebesar biji sesawi saja akan dapat memindahkan gunung“(bdk. Matius 17:20), lah kalau karunia ini wajib apakah kita wajib memindahkan gunung ? kan enggak, intinya di ayat 36 ini Rasul Paulus ingin memberikan teguran dan penegasan bahwa karunia itu jangan dipamerin dan merasa seakan-akan cuman lu aja yang punya karunia, seakan-akan karunia itu hal yang wajib ada padahal karunia ini anugerah tertentu.
Lanjut lagi mhang

1 Korintus 14:37
(37) Jika ada seorang laki-laki berpikir bahwa dirinya (memiliki karunia)Nabi, atau spiritualis, biarlah dia(laki-laki) mengetahui bahwa apa yang aku tulis kepadamu adalah perintah-perintah Tuhan

wkwkwkwkwkwkwk gimana ? sudah merasa sadar ? ternyata Rasul Paulus bukan hanya ngomelin wanita aja, tapi laki-lakinya juga, yang laki-laki disini merasa lebih tau dari Rasul Paulus, oleh karena itu diingatkan “biarlah dia(laki-laki) mengetahui bahwa apa yang aku tulis kepadamu adalah perintah-perintah Tuhan“, bahkan di ayat berikutnya lebih kasar lagi, saking Rasul Paulus ingin meluruskan stigma seluruh jemaat(baik wanita ataupun pria) Gereja di Korintus.

1 Korintus 14:38
(38) Tetapi bila ada orang yang tidak tahu, biarlah ia menjadi tidak tahu

wkwkwkwwk bahkan disini Rasul Paulus lebih keras kepada laki-laki, karena laki-laki itu sekalinya bebal kalau diperingatin pake kata-kata penjelasan yang rinci gabakal berubah, makanya Rasul Paulus disini pake kata-kata singkat yang seolah-olah bermakna “udah deh terserah lu aja, kalo lu tolol biar aja deh lu tolol”, maksudnya supaya sadar gitu, supaya gk jatuh didalam lubang dosa yang terlalu dalam, Rasul Paulus memberikan nasihat karena kasihnya.
Lanjut ayat-ayat yang terakhir:

1 Korintus 14:39-40
(39) Oleh karena itu saudara-saudariku, dambakanlah nubuatan, dan jangan melarang orang-orang untuk berbahasa lidah(glossais)
(40) Biarlah segala sesuatu dilakukan sopan dan teratur.

Nah disini udah mulai kaleum Rasul Paulus, dan Rasul Paulus disini ngejelasin maksudnya “bukan gua ngelarang lu bernubuat, bukan gua ngelarang lu berbahasa lidah, bahkan gua katakan kalau gaboleh ada yang melarang orang bernubuat dan bahasa lidah, asal segala sesuatunya sopan dan teratur”, sopan dan teratur bagaimana ?
Disini seru nih,

1 Korintus 14:22-23
(22) Karena itu karunia bahasa roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman; sedangkan karunia untuk bernubuat adalah tanda, bukan untuk orang yang tidak beriman, tetapi untuk orang yang beriman.
(23) Jadi, kalau seluruh Jemaat berkumpul bersama-sama dan tiap-tiap orang berkata-kata dengan bahasa roh, lalu masuklah orang-orang luar atau orang-orang yang tidak beriman, tidakkah akan mereka katakan, bahwa kamu gila ?

Rasul Paulus diayat 22 lagi nyarkasin orang-orang yang asal-asalan berbahasa lidah(LAI: bahasa roh) dengan berkata kalau “bahasa lidah itu tanda untuk orang tidak percaya” terus dikasih ilustrasi “kalau ada orang luar(non Kristen) masuk, tidakkah mereka akan katakan bahwa KAMU GILA ?”. Jadi disini sopannya, yaitu tidak gaduh seperti orang gila.

Dan teraturnya disini harus ada yang menafsirkan:

1 Korintus 14:27
Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya.

SEBANYAK-BANYAKNYA TIGA ORANG, dan ini dilakukan SEORANG DEMI SEORANG, dan HARUS ADA YANG MENAFSIRKAN. Makanya kalau gk sesuai rules mending gk usah, karena ini bukan hal yang wajib ada, bahkan Rasul Paulus juga menulis:

1 Korintus 14:19
Tetapi dalam pertemuan Jemaat aku lebih suka mengucapkan lima kata yang dapat dimengerti untuk mengajar orang lain juga, dari pada beribu-ribu kata dengan bahasa roh.

Intinya Rasul Paulus didalam 1 Korintus 14:34-40 bukan sama sekali bertujuan untuk merendahkan wanita secara makna sempit, tapi untuk meluruskan stigma jemaat Gereja di Korintus baik wanita maupun laki-laki yang masih ada bekas-bekas pemikiran kafir, dan memang yang dilontarkan kata-kata kasar bukan hanya wanitanya saja, laki-laki bahkan lebih kasar lagi.
Selain dari 1 Korintus 14:34-40, ada juga yang make 1 Korintus 11:9-10 sebagai “bukti” Alkitab merendahkan wanita. Coba deh kita baca ya:

1 Korintus 11:9-10
(9) Dan laki-laki tidak diciptakan karena perempuan, tetapi perempuan diciptakan karena laki-laki.
(10) Sebab itu, perempuan harus memakai tanda wibawa di kepalanya oleh karena para malaikat.

Oke, gua bahas dulu tentang “tanda wibawa” baru gua jelasin background penulisan kutipan nats diatas.

KERUDUNG SEBAGAI TANDA WIBAWA

Kerudung bagi wanita Kristen itu sebagai lambang kehormatan, kata “wibawa” didalam terjemahan LAI ini bahasa aslinya ditulis “εξουσια“(exousia) yang bermakna “kekuatan“, jadi kerudung itu sebenarnya tanda kehormatan bagi wanita Kristen. Rasul Paulus disini diibaratkan seperti seorang Raja yang menyuruh para putri-putrinya untuk mengenakan mahkota dalam upacara-upacara Kerajaan(dalam hal ini adalah Liturgi dan sembahyang) sebagai lambang putri Raja. Seluruh penafsir Alkitab jaman old, pertengahan dan reformasi menyetujui hal ini, coba kita lihat kutipan perkataan mereka:

Dengan pengarahan dari Rasul Petrus yang terberkati, telah ditetapkan bahwa seorang perempuan harus menudungi kepalanya ketika masuk ke dalam Gereja.”
-Santo Linus- Uskup Roma(hidup tahun 67-79 M)
(Liber Pontificalis)

Seorang perawan menemui saya sebagaimana ia dihiasi seolah-olah dia dari kamar pengantin … kepalanya ditutupi oleh kerudung.
-Hermas(150 M)-

Kerudung adalah perlindungan agar tidak berada di luar hubungan dengan Allah yaitu dengan taat memenuhi perintah, para wanita memiliki rasa damai dan kasih dalam hubungan mereka dengan Allah..
-Marthin Luther-
(Helmut T. Lehmann, ed., Luther’s Works, vol. 36 (Philadelphia: Fortress Press, 1958), p. 152)

Bahkan Yohanes Kalvin didalam tulisannya “Tafsir tentang penutup kepala” sangat keras menyuruh wanita Kristen untuk bertudung sebagai lambang kehormatan.

Jadi, disini kerudung bukan paksaan atau bagaimana, tapi intinya “kalau memang lu merasa sebagai wanita Kristen, merasa diri sebagai putri dari Sang Raja Semesta, tudungi kepala lu sebagai tanda wibawa sebagaimana putri Raja memakai mahkota lambang wibawa”.

Mari kita lihat ulas bagian per bagian pada 1 Korintus 11 tentang kerudung ini:

1 Korintus 11:3-4
(3) Tetapi aku mau, supaya kamu mengetahui hal ini, yaitu Kepala dari tiap-tiap laki-laki ialah Kristus, kepala dari perempuan ialah laki-laki dan Kepala dari Kristus ialah Allah.
(4) Tiap-tiap laki-laki yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang bertudung, menghina kepalanya.

pada ayat ketiga ini Rasul Paulus menerangkan dulu tentang laki-laki dan wanita, tentang Kristus dan Allah(Sang Bapa).
Kata “kepala” disini mungkin sangat memuakkan bagi orang-orang yang tidak mementingkan makna terdalamnya, tapi sesungguhnya “kepala” disini bukan berarti “tindih”, mengapa ? dalam tafsiran Full Life dijelaskan bahwa dalam makna theologis, Allah(Sang Bapa) tidak lebih tinggi daripada Kristus, sebab Allah dan Kristus walau berbeda hypostasis(realita konkrit) tetapi tidak lebih tinggi atau rendah, dan Allah dengan Kristus ini satu substansi, adapun disebut “kepala” disini karena perbedaan fungsi bukan perbedaan derajat. Maka Rasul Paulus menulis seperti ini bukan untuk merendahkan wanita sebagai yang “ditindih” oleh laki-laki, justru Rasul Paulus disini memberitahu persamaan derajat wanita dan laki-laki sebagaimana Kristus dan Allah(Sang Bapa) adalah satu substansi tapi berbeda hypostasis dan fungsi.
Pada ayat keempat justru Rasul Paulus menegur laki-laki dahulu, bahwa laki-laki tidak boleh menudungi kepalanya didalam upacara-upacara Gerejawi, dan memang sampai sekarang dalam Gereja-Gereja khususnya Katolik, Orthodox dan Anglikan ada saat-saat tertentu dimana Imam melepas tutup kepalanya, untuk umat awam laki-laki tetap tidak boleh memakai penutup kepala sepanjang Ibadah seperti topi, kerudung, dll.

1 Korintus 11:5-6
(5) Tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepalanya, sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya.
(6) Sebab jika perempuan tidak mau menudungi kepalanya, maka haruslah ia juga menggunting rambutnya. Tetapi jika bagi perempuan adalah penghinaan, bahwa rambutnya digunting atau dicukur, maka haruslah ia menudungi kepalanya.

Disini Rasul Paulus juga memberi teguran kasih yang “rada kasar” kepada wanita, karena melawan moral Kristen dan masih melekat kepada budaya kafir, budaya kafir Yunani dulu keras loh, bahkan mereka terbiasa telanjang bugil dibeberapa festival, oleh sebab ini Rasul Paulus harus menunjukkan kasihnya dengan cara yang keras, supaya jemaat wanita Gereja di Korintus ini tidak kebablasan.

1 Korintus 11:7-8
(7) Sebab laki-laki tidak perlu menudungi kepalanya: ia menyinarkan gambaran dan kemuliaan Allah. Tetapi perempuan menyinarkan kemuliaan laki-laki.
(8) Sebab laki-laki tidak berasal dari perempuan, tetapi perempuan berasal dari laki-laki.

Nah disini Rasul Paulus menjelaskan dulu bahwa laki-laki sebagai manusia pertama yang diciptakan sesuai gambaran Allah(bdk. Kejadian 1:26), dan wanita ini memantulkan kemuliaan Allah melalui si laki-laki ini, kemuliaannya sama cuman beda prosesnya. Lalu dijelaskan lagi sesuai penciptaan bahwa awalnya wanita berasal dari laki-laki(bdk. Kejadian 2:22).

1 Korintus 11:9-10
(9) Dan laki-laki tidak diciptakan karena perempuan, tetapi perempuan diciptakan karena laki-laki.
(10) Sebab itu, perempuan harus memakai tanda wibawa di kepalanya oleh karena para malaikat.

Pada ayat kesembilan lagi dijelaskan tentang penciptaan bahwa perempuan diciptakan oleh karena laki-laki, kalau kita telisik lagi lebih dalam, adanya wanita itu justru karena kelemahan laki-laki yang kesepian, dan perempuan ini justru diciptakan dari tulang rusuk si laki-laki yang mana rusuk ini adalah bagian badan, maka disini ditekankan kesetaraan wanita dan laki-laki.
“Sebab itu” disini maksudnya asal muasal wanitanya yang dari laki-laki, nah supaya derajatnya ini benar-benar disamakan harus memakai kerudung seminimalnya saat Liturgi dan sembahyang, sebab saat Liturgi dan sembahyang itu ada Malaikat yang hadir melihat:

“Dengan cara ini, ia(seorang Kristen) selalu murni dalam doa. Ia juga berdoa dalam kumpulan para malaikat, sebagai seorang berada di tingkatan malaikat, dan ia tak pernah beranjak dari perlindungan mereka; dan meskipun ia berdoa sendirian, ia telah berada di dalam paduan suara para kudus yang berdiri dengannya(dalam doa)” (Santo Klemen dari Alexandria, The Stromata (Book VII), Miscellanies 7:12 [Tahun 208 M]).

1 Korintus 11:11-12
(11) Namun demikian, dalam Tuhan tidak ada perempuan tanpa laki-laki dan tidak ada laki-laki tanpa perempuan.
(12) Sebab sama seperti perempuan berasal dari laki-laki, demikian pula laki-laki dilahirkan oleh perempuan; dan segala sesuatu berasal dari Allah.

Nah di ayat kesebelas ini jelas nyata kesetaraannya, wanita pada awalnya itu berasal dari laki-laki, lalu laki-laki setelahnya lahir dari wanita.
Di ayat kedua belas lebih ditekankan lagi kesetaraannya bahwa awalnya wanita dari (tulang rusuk)laki-laki dan setelahnya laki-laki dilahirkan wanita, dan ditekankan bahwa segala sesuatu berasal dari Allah.

1 Korintus 11:13-14
(13) Pertimbangkanlah sendiri: Patutkah perempuan berdoa kepada Allah dengan kepala yang tidak bertudung ?
(14) Bukankah alam sendiri menyatakan kepadamu, bahwa adalah kehinaan bagi laki-laki, jika ia berambut panjang,

diayat ketiga belas setelah menjelaskan panjang lebar, Rasul Paulus memberikan ruang kebebasan untuk berpikir kepada wanita “apakah pantas wanita Liturgi dan sembahyang tanpa berkerudung ?“.
Diayat keempat belas ini ditekankan hukum moral yang berlaku luas dipikiran orang pada zaman dan tempat itu bahwa kehinaan bagi laki-laki jika ia berambut panjang, dan sepanjang-panjangnya rambut laki-laki lebih panjang rambur wanita. Ini masalah aturan kerapihan, intinya mbo yo kalo Gereja itu laki-laki harus berambut rapih, jangan acak-acakan.

1 Korintus 11:15-16
(15) tetapi bahwa adalah kehormatan bagi perempuan, jika ia berambut panjang ? Sebab rambut diberikan kepada perempuan untuk menjadi penudung.
(16) Tetapi jika ada orang yang mau membantah, kami maupun Jemaat-jemaat Allah tidak mempunyai kebiasaan yang demikian.

Diayat kelima belas, Wycliff didalam tafsirannya tidak membenarkan wanita untuk tidak berkerudung, menurut Wycliff dan mayoritas penasir lainnya, Rasul Paulus menulis seperti ini sebagai sarkas kepada para wanita “apakah cukup rambut panjang saja sebagai penutup kepala ?“.
Diayat keenambelas ditekankan lagi perihal aturan kerapihan dan adab Kristen yang dijelaskan Rasul Paulus bukan cuman pendapat dia pribadi, tapi ini adalah aturan moral yang berlaku disetiap Gereja, oleh sebab itu jemaat Gereja di Korintus ditekankan untuk tidak buat-buat tradisi atau penafsiran tersendiri tentang hal ini.

Dari sini kita dapat mengambil kesimpulan bahwa Rasul Paulus tidak merendahkan wanita, karena kasih didalam ketegasannya ini bukan hanya bagi wanita tetapi juga bagi laki-laki, supaya mereka beradab dan setara, karena Rasul Paulus juga pernah menegaskan:

Galatia 3:28
Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus.

Intinya kalau baca Alkitab itu jangan sepotong-sepotong, harus tahu keseluruhan sebabnya dan background dibelakangnya.

WANITA SEBAGAI YANG PERTAMA DIBERIKAN JANJI OLEH ALLAH

Kejadian 3:13-15
(13) Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: “Apakah yang telah kauperbuat ini ?” Jawab perempuan itu: “Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan.”
(14) Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: “Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu.
(15) Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau(ular) dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.”

Justru malah setelah kejatuhan manusia dalam dosa, wanita yang pertama kali mendapatkan janji Allah yaitu Hawa. Yang mana ini adalah nubuatan tentang Kristus yang akan lahir dari wanita perawan tanpa campur tangan laki-laki, keturunan Hawa ini akan meremukkan kepala ular(iblis) sebab Yesus mati disalib diatas kalvari(kuburan Adam, lambang maut), dan Kristus dipaku tumitnya lambang penyaliban.

PENGHORMATAN KEPADA BUNDA MARIA

Penghormatan dalam bahasa Yunani adalah “dulia“, dan “dulia” ini dibedakan dari “latria“(penyembahan). Apa contohnya “dulia” ini ?:
– Para saudara Yusuf memberi hormat kepada Yusuf(bdk. Kejadian 42:6)
– Yusuf sujud sampai ketanah menghormati ayahnya Yakub(bdk. Kejadian 48:12)
– Nabi Natan sujud sampai ketanah menghormati Raja Daud(bdk. 1 Raja-raja 1:23)
– Absalom sujud ketanah menghormati ayahnya Daud(bdk. 2 Samuel 14:33)

Disini ekspresi dulia bisa apa saja entah kata-kata atau gerakan, tapi yang terpenting dari dulia ini adalah niatnya memposisikan seseorang sebagai pribadi yang terhormat, dan kita salut akan pekerjaannya. Seperti halnya Bunda Maria yang dengan iman pontang-panting memperjuangkan dirinya untuk dapat melahirkan Sang Juru Selamat, bahkan walau ancamannya mati sekalipun. Disinilah kita melakukan dulia oleh karena pekerjaan Bunda Maria yang sangat patut untuk diberikan dulia, bahkan Bunda Maria sendiri bernubuat bahwa segala keturunan akan men-dulia-kan dia dengan menyebutnya “berbahagia”:

Lukas 1:48
(48) sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia,

Jadi, Bunda Maria sebagai wanita yang tegar ini sangat dihormati dalam ke-Kristenan sebagai Ibu dari penggenap Janji Allah kepada Hawa. Sungguh hal yang patut ditertawakan bila ada yang bilang keKristenan dengan Alkitabnya mendiskriminasikan posisi wanita. Sebab segala sesuatu sudah sangat tepat sekali diatur oleh Allah sesuai fungsi dan talenta masing-masing.

DIAKONESS DIDALAM GEREJA

Roma 16:1
Aku meminta perhatianmu terhadap Febe, saudari kita yang melayani jemaat di Kengkrea,

ΡΩΜΑΙΟΥΣ(Roma) 16:1
συνιστημι δε υμιν φοιβην την αδελφην ημων ουσαν διακονον της εκκλησιας της εν κεγχρεαις

Synistemi dee hymin Phoiben tin adeelphin imoon ousan DIAKONON tis Ekklesias tis een Kengkhreeais

Aku meminta(perhatian) kepadamu, (untuk)Phebe saudari kita, Diakon(wanita) Gereja di Kengkrea.

“loh min, bukannya Diakon itu harusnya laki-laki sesuai di 1 Timotius 3:12 ?”

Ya awalnya seperti itu, tapi ternyata Gereja kesulitan sebab dalam tradisi Yunani itu mereka sudah terbiasa telanjang bugil dalam festival-festival, dan ini tidak dianggap tabu, lalu saat baptis pun mereka bugil sebagai lambang ketelanjangan dalam kelahiran baru. Walau ini bertentangan dengan moral Kristen, kearifan lokal ini tidak dilarang oleh Gereja, tetapi oleh sebab kearifan lokal ini Gereja menahbiskan wanita sebagai Diakones(sebutan Diakon wanita) untuk pembantu Imam(Penatua/Pastur/Presbiteros) dalam membaptis, dimana antara kolam/sungai baptisan ada tirai yang memisahkan Imam dengan yang dibaptis dan Diakonesnya, tetapi tetap Imam yang membaptis mendaraskan formula baptisan, sedangkan Diakones hanya membantu “mencelupkan” wanita yang dibaptis. Selain ini juga Diakones menjalani fungsi yang sama seperti Diakon pada umumnya yaitu menjalankan amal, melakukan pendupaan, dll(baca disini). Didalam Gereja Katolik Timur dan Orthodox Timur(Kalsedon) karena wanita tidak dapat masuk Sanctuary(Ruang tempat Altar), Diakones menjaga dupa diluar Sanctuary, tetapi disamping ini juga dapat mendaraskan doa-doa litani diluar Sanctuary. Bahkan dalam Gereja Orthodox Armenia, Diakones juga dapat membaca Epistel atau Injil pada Liturgi. Bahkan pada jaman now, peran Diakones di Gereja Katolik Roma itu sudah sangat “berkarya” sekali wkwkwkwk.

KESIMPULAN

Inti dari semua ini, Gereja tidak mentahbis wanita sebagai Imam bukan karena Gereja anti kesetaraan jender, justru Gereja sangat mendukung hal ini seperti yang tercatat didalam Alkitab, dan jangan menutup mata kalau banyak Ratu yang sangat luar biasa lahir dari Kerajaan-kerajaan Kristen. Bahkan jauh sebelum ini, di Israel itu peranan Ibu Suri(emaknya Raja) sangat terhormat sekali. Dan jauh sebelum ini, bahkan Allah memberikan janjiNya yang pertama kepada wanita yaitu Hawa, yangmana janji ini digenapi juga melalui wanita yaitu Bunda Maria.

Adapun perkataan-perkataan kasar Rasul Paulus itu tidak hanya ditujukan kepada wanita, tapi justru lebih kasar lagi terhadap laki-laki. Ini semua dilakukan karena memang sesuai fungsi dan talenta masing-masing, tetapi secara derajat tetap sama.

Trima kasih sudah membaca, semoga manfaat.

Penulis: serbet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.