Mengapa Bahasa Yunani Digunakan Untuk Menulis Alkitab Perjanjian Baru ?

Tuhan sertamu !

Mengapa Kitab Suci orang Kristen berbahasa Yunani ? Mengapa orang Kristen banyak menggunakan artian Yunani ? Mengapa tulisan Ulama Kristen jaman dulu banyak menggunakan bahasa Yunani ?

YUNANI KOINE

Bahasa Yunani yang digunakan orang Kristen adalah bahasa Yunani Koine.
Κοινη Ελληνικη(Koini Elliniki: Yunani Koine) artinya bahasa Yunani umum, bahasa ini adalah turunan dari bahasa Yunani Kuno, pada awalnya Yunani Koine dituturkan oleh para tentara Alexander Agung lalu berkembang pada abad 4 SM setelah Alexander Agung wafat. Bahasa ini jelas berbeda dari bahasa Yunani jaman sparta atau bahasa Yunani yang digunakan untuk menulis hikayat Dewa-Dewi Yunani, perbedaannya mungkin ‘sedrastis’ bahasa Jawa Kuno dan Bahasa Jawa yang dituturkan sekarang ini. Walaupun para tentara Alexander Agung berasal dari Makedonia, tetapi karena banyak daerah yang ditaklukan, bahasa ini dituturkan dari Alexandria Mesir sampai ke beberapa wilayah India. Karena luas daerah penuturnya, bahasa Yunani Koine menjadi sangat berbeda dengan bahasa Yunani pendahulunya yaitu Yunani Kuno, mungkin bisa dibilang seperti perbedaan bahasa Melayu Kuno dan bahasa Melayu Klasik yang banyak mendapat pengaruh bahasa Arab.
Agama Kristen mengklaim sebagai penerus dari Agama Yahudi baik secara sejarah, tradisi ataupun rohani. Oleh karena ini rentetan panjang sejarah Agama Yahudi SECARA PENUH TANPA PILAH-PILIH pada masa sebelum Masehi dianggap oleh orang Kristen sebagai sejarah Kekristenan juga. Pada zaman sebelum Kristus(sebelum Masehi), bangsa Yahudi sudah mendapat pengaruh Helenis(Yunani) yang bermula dari luar Yudea(Sebutan untuk Palestina-Israel pada masa penjajahan Romawi). Begini sejarahnya.

SEPTUAGINTA: CARA FIRAUN YUNANI MENGHELENISASI YAHUDI PERANTAUAN

Saat Alexander Agung sekarat, para teman-temannya bertanya “kepada siapa engkau akan mewariskan Kerajaan ini ?”, Alexander Agung menjawab “kepada yang terkuat”. Setelah Alexander Agung wafat, perkataan ini menjadi perdebatan di dalam Kerajaan ditambah karena istri Alexander Agung yang bernama Roxane baru ketahuan hamil setelah Sang Raja wafat, ini menjadi pelajaran untuk para wanita kalau merasa mual tidak wajar tolong langsung check ke dokter. Lalu para Jendral dan pihak-pihak dalam Kerajaan berebut wilayah dan saling bunuh sana sini, sampai akhirnya wilayah taklukan Alexander Agung dibagi menjadi 4, untuk detilnya masalah ini tentu tidak akan dijelaskan disini. Di Alexandria Mesir, Ptolemaios Soter mantan Jendral Alexander Agung mengangkat diri menjadi Firaun(sebutan untuk penguasa Mesir) dan memulai Dinasti Ptolemaik di Mesir. Lalu Ptolemaios Soter digantikan oleh anaknya Ptolemaios Philadelphos.
Pada masa pemerintahan Ptolemaios Philadelphos, Orang Yahudi di Alexandria sudah banyak yang tidak bisa lagi bahasa Ibrani, kemungkinan juga karena pengaruh kuatnya Helenisasi pada masa itu. Melihat ini Ptolemaios Philadelphos berinisiatif untuk mensubsidi para Sarjana-Sarjana Yahudi datang ke Alexandria untuk menterjemahkan Kitab Taurat, Kitab Para Nabi, Kitab sejarah dan Kitab-Kitab Syair yang disebut oleh orang Yahudi sebagai Tanakh(lalu Kitab ini dipakai juga oleh orang Kristen dan disebut Perjanjian Lama, sampai sekarang orang Yahudi juga masih menggunakan ini), selain Tanakh ini sastra-sastra Yahudi lain juga ikut diterjemahkan seperti: Tobit, Yudit, Makabe 1-3, Dll yang dalam Gereja Katolik masih dipakai disebut Deuterokanonika(Kanon kedua) atau dalam Gereja Orthodox disebut Anaginoskomena(Kitab-Kitab yang layak dibaca).
Kata Septuaginta digunakan untuk menyebut terjemahan Kitab-Kitab Yahudi ini, yang dalam bahasa Yunani disebut Evdomikonta, artinya ‘Sang Tujuh Puluh’ yaitu taksiran dari jumlah 72 Sarjana Yahudi yang menerjemahkan Kitab-Kitab ini.
Lalu orang-orang Yahudi yang berbudaya Helenis(Yunani) ini juga ada beberapa yang datang kembali ke Yudea dan membentuk suatu komunitas juga, hal ini tercatat dalam Kitab Suci Kristen demikian:
Kisah Para Rasul 6:1
Pada masa itu, ketika jumlah murid makin bertambah, timbullah sungut-sungut di antara orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani terhadap orang-orang Ibrani, karena pembagian kepada janda-janda mereka diabaikan dalam pelayanan sehari-hari.

Terjemahan Kitab Suci Septuaginta ini juga akhirnya menjadi pedoman orang-orang Kristen mula-mula sebab mereka berbahasa Yunani, sekarang Septuaginta ini masih dipakai oleh Gereja Orthodox Yunani, dan terjemahan Perjanjian Lama Gereja Orthodox berbahasa Inggris juga berbasis Septuaginta ini.

KRISTUS BERBICARA MENGGUNAKAN BAHASA YUNANI

Kristus itu hidup bukan di daerah yang berkebudayaan tunggal, tetapi di daerah yang sangat multikultural. Kristus lahir pada saat bangsanya dijajah oleh Kekaisaran Romawi, bahkan Kristus saat lahir disensus sesuai hukum Romawi pada masa Kaisar Agustus(bdk. Lukas 2:1-5). Pada zaman Kristus ini bangsa Yahudi di Yudea tidak menggunakan bahasa Ibrani untuk sehari-hari, mereka hanya menggunakan bahasa Ibrani untuk keperluan ritual saja, sedangkan sehari-hari mereka menggunakan bahasa Aramia yang telah tercampur dengan bahasa Ibrani, biasanya disebut ‘Jewish Palestinian Aramaic’, bahkan dalam Talmud(Kitab Tafsir) Yahudi bahasa yang digunakan bahasa Aramia mix Ibrani ini dengan menggunakan aksara Ibrani.
Bahasa Yunani Koine ini juga mereka gunakan untuk berbicara dengan bangsa asing karena bekas pengaruh Alexander Agung, bahasa Yunani Koine menjadi lingua franca(bahasa internasional) pada masa itu, seperti bahasa Inggris pada zaman sekarang. Bahkan dalam Injil tercatat Kristus pernah berbicara dengan orang Yunani berkebangsaan(warga negara) Siro-Fenesia:
Markus 7:26-30
26. Perempuan itu seorang Yunani bangsa Siro-Fenisia. Ia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya.
27. Lalu Yesus berkata kepadanya: “Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.”
28. Tetapi perempuan itu menjawab: “Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak.”
29. Maka kata Yesus kepada perempuan itu: “Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu.”
Perempuan itu pulang ke rumahnya, lalu didapatinya anak itu berbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar.

Dari sini sudah cukup membuktikan bahwa Kristus juga pernah berbicara menggunakan bahasa Yunani karena berkomunikasi dengan orang biasa yang tidak mungkin bisa bahasa Aramia Yahudi karena dia berkebudayaan Yunani, ditambah bahasa Yunani adalah bahasa internasional pada masa itu. Seperti saat masa penjajahan Belanda di Nusantara dulu, para kaum terpelajar Jawa sudah pasti bisa bahasa Belanda dan berkomunikasi menggunakan bahasa Belanda dengan orang Belanda.

DARI YESHUA MENJADI IESOUS

Mungkin banyak dari kita bertanya-tanya “Yesus itu kan serapan bahasa Yunani, nama dalam bahasa daerahNya apa ? Kenapa nama diterjemahkan ?”. Nama Yesus itu memang serapan dari bahasa Yunani yaitu ιησους(Iesous/Iisous), ini bukan terjemahan namun karena bentuk dan aturan bahasa Yunani maka Nama Yesus harus ditulis Iesous. Sebagai contoh dalam bahasa Jepang nama Andreas menjadi アンドレアス(Andoreasu), atau nama Lee menjadi リー(Rii). Bahasa Yunani juga begini, sedangkan Nama Yesus dalam bahasa Ibrani adalah ישוע(Yeshua), etimologi Nama ini adalah dari יהוה(YHWH: Nama TUHAN dalam bahasa Ibrani) dan שוע‬(shua: penyelamat). Nama serupa juga ada dalam Kitab Yahudi:
2 Tawarikh 31:15
Di kota-kota imam ia dibantu dengan setia oleh Eden, Minyamin, Yesua, Semaya, Amarya dan Sekhanya dalam pembagian itu kepada saudara-saudara mereka menurut rombongan, kepada orang dewasa dan anak-anak,
דברי הימים ב 31:15
וְעַל־יָדֹו עֵדֶן וּמִנְיָמִן וְיֵשׁוּע(Yeshua)ַ וּשְׁמַעְיָהוּ אֲמַרְיָהוּ וּשְׁכַנְיָהוּ בְּעָרֵי הַכֹּהֲנִים בֶּאֱמוּנָה לָתֵת לַאֲחֵיהֶם בְּמַחְלְקֹות כַּגָּדֹול כַּקָּטָן׃
Nama Yeshua dalam 2 Tawarikh 31:15 ini oleh para 72 Sarjana Yahudi Pra-Kristus diterjemahkan ke Septuaginta menjadi Iesous dalam bahasa Yunani:
2 Chronicles 31:15
δια χειρος οδομ και βενιαμιν και ιησους και σεμει και αμαριας και σεχονιας δια χειρος των ιερεων εν πιστει δουναι τοις αδελφοις αυτων κατα τας εφημεριας κατα τον μεγαν και τον μικρον.
Dia kheiros odom kai Beniamin kai IESOUS kai Semei kai Amarias kai Sekhonias dia kheiros ton iereon en pistei doumai tois adelphois avtoon kata tas afimerias kata ton megan kai ton mikron.

Disini kita sudah mengetahui bahwa sebelum Kristus lahir sudah ada tokoh dalam Perjanjian Lama yang bernama Yeshua juga dan nama Yeshua ini oleh para Sarjana-Sarjana Yahudi ditulis ke dalam bahasa Yunani menjadi Iesous, jadi tidak salah bila Para Rasul Kristus menulis Nama Yeshua dalam Kitab-Kitab dan Surat-Surat dalam Perjanjian Baru menjadi Iesous.

TULISAN DI ATAS SALIB KRISTUS

Tercatat dalam Kitab Injil bahwa Pilatus wali negri Romawi untuk Yudea memerintahkan untuk ditaruh papan di bagian atas salib Kristus yang bertuliskan ‘Yesus Orang Nazaret Raja Orang Yahudi’ dalam bahasa Ibrani, Latin, dan Yunani:
Yohanes 19:19-20
19. Dan Pilatus menyuruh memasang juga tulisan di atas kayu salib itu, bunyinya: “Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi.”
20. Banyak orang Yahudi yang membaca tulisan itu, sebab tempat di mana Yesus disalibkan letaknya dekat kota dan kata-kata itu tertulis dalam bahasa Ibrani, bahasa Latin dan bahasa Yunani.

Dalam teks asli bahasa Yunani, bagian tulisan di papan yang berbahasa Yunani itu adalah ‘ιησους ο ναζωραιος ο βασιλευς των ιουδαιων’ bunyinya ‘Iesous o Nazoraios o Basileus ton Ioudaion’.

UNSUR-UNSUR YUNANI DAN IBRANI

Dari sini kita sudah mengetahui alasan logis mengapa Kitab Suci Perjanjian Baru oleh Para Rasul Kristus ditulis dalam bahasa Yunani Koine untuk keperluan agar Injil mudah disebar luaskan, mengingat bahasa Yunani Koine sebagai bahasa Internasional pada masa itu. Tentang proses penulisan Injil ini bisa kalian baca lebih lanjut di tulisan gua dan teman gua disini:
Alkitab Kristen sudah diubah ?
Kekristenan Adalah Agama Yang Melahirkan Karya Sastra
.
Walaupun Kitab Suci orang Kristen berbahasa Yunani dan kebanyakan menggunakan bahasa Yunani, tetapi unsur-unsur bahasa Ibrani tetap tidak dihilangkan dalam sastra dan buku-buku Ibadah umat Kristen, sebagai Contoh:
– αλληλουια(Allelouia) yang diambil dari bahasa Ibrani הללויה(haleluyah) yang artinya puji(הלל: halel) YAH(יה: YAH kependekan dari יהוה/YHWH/TUHAN).
– αμην(Amin) yang diambil dari bahasa Ibrani אמן(Amen) yang artinya bisa “terjadilah” atau “percaya”.
– Dll

BAHASA YUNANI YANG MAHA KAYA DAN KOMPLEKS

Bahasa Yunani karena dikembangkan oleh para pemikir-pemikir hebat pada jamannya dan disebar luaskan di banyak belahan dunia, akhirnya menciptakan sebuah bahasa yang kaya dan sangat bermakna. Sebagai contoh kata “cinta” dalam bahasa Yunani itu banyak kata, setiap katanya memiliki makna yang berbeda tetapi sangat jelas, berikut kata-kata yang menggambarkan “cinta” dalam bahasa Yunani:
– Αγαπη(Agape)
Dalam Kitab Suci Kristen, Agape digunakan untuk menggambarkan Cintakasih Sang Ilahi kepada manusia yang tidak menuntut balas. Namun dalam bahasa Yunani modern kata agape ini menjadi sangat luas maknanya dan digunakan untuk menerjemahkan “love” ke dalam bahasa Yunani modern, sebagai contoh “i love you” dalam bahasa Yunani diterjemahkan “se agapo”.
– Φιλια(Philia)
Kata philia digunakan untuk menyebut cinta persahabatan atau persaudaraan.
– Ερος(Eros)
Kata eros dalam perkembangan pada agama Yunani sering dikaitkan sebagai hubungan seksual yang merupakan ritual Agama Pagan pada zaman itu, namun sebenarnya makna asli eros tidaklah demikian. Eros adalah aktivitas cinta manusia kepada Sang Ilahi(Theos) secara badani, sebab manusia terdiri juga atas tubuh fisik, maka untuk mencintai Sang Ilahi secara penuh juga harus dilakukan aktivitas yang nyata dengan fisik, yang kebetulan pada zaman itu dalam Agama Pagan Yunani adalah dengan bakti seksual, sampai akhirnya sekarang kata eros sering dimaknakan sebagai sesuai yang berbau seksual.
– Στοργη(Storge)
Kata ini digunakan untuk menggambarkan cinta orang tua kepada anak.

KESIMPULAN

Penggunaan bahasa Yunani Koine sebagai bahasa Kitab Suci dan bahasa theologis dalam Agama Kristen bukanlah asal-asalan, tetapi ini adalah rentetan sejarah yang nyata dan dapat dibuktikan bahkan oleh orang sekuler sekalipun, yang mana Agama Kristen terlahir dari daerah yang multietnis dan multikultur. Namun dalam penyebarannya Agama Kristen tidak menuntut penggunaan unsur Yunani secara paksa, semuanya tergantung bahasa dan kebudayaan terkait.
Kata Χριστος(Khristos) dalam bahasa Yunani digunakan Para Rasul Kristus untuk menterjemahkan משיח(Mashiakh) dalam bahasa Ibrani ke bahasa Yunani, namun untuk orang Kristen Arab dalam bahasa Arab ada kata yang semakna dengan Mashiakh yaitu مسيح‎(Masih), jadi orang Kristen Arab menterjemahkan Ο Χριστος(O Khristos: Sang Kristus) menjadi المسيح(Al-Masih). Hal ini juga sama, karena Nama Yesus ditulis dalam bahasa Yunani menjadi Ιησους(Iesous) dari Nama bahasa Ibrani ישוע(Yeshua), orang Kristen Arab bisa langsung mengambil dari bahasa Ibrani ini menjadi يسوع(Yasu’), dengan ini Nama Yesus Kristus disebut dan ditulis oleh orang Kristen Arab menjadi يسوع المسيح(Yasu’ Al-Masih). Jadi tidak salah penerjemahan kata-kata dalam keagamaan Kristen, asalkan kata-katanya benar-benar dicari yang sangat semakna. Walaupun begini, namun beberapa unsur yang tidak bisa diterjemahkan tetap dipertahankan sebagaimana adanya.
Bahasa Yunani dan Ibrani memang sangat berguna untuk keperluan theologi menafsir Kitab Suci Kristen, namun orang Kristen TIDAK BERIMAN ATAS KATA-KATA, tapi orang Kristen beriman kepada yang dilukiskan dibalik kata-kata tersebut.

Penulis: Ephitimia

kresten

Apakah Nasrani dan Kristen itu sama ?

Εις το ονομα του Πατρος και του Υἱου και του Αγιου Πνευματος. Αμιν

Tuhan sertamu !

Mungkin banyak sekali orang non-Kristen yang menyebut orang Kristen dengan sebutan Nasrani tanpa mengetahui arti sebenarnya dari kata ini, ya wajar saja sebab dalam KBBI kata “Nasrani” didefinisikan sebagai “Kristen” tanpa embel-emel apapun yang artinya Kristen secara luas tanpa khusus sama sekali. Tapi apakah sebenarnya arti dari Nasrani ini ? apakah orang Kristen menggunakan artian ini ? apakah sopan memanggil orang Kristen secara umum dengan sebutan Nasrani ? mari kita pelajari.

ARTIAN NASRANI DALAM ALKITAB

Berbeda dari kata Kristen yang sering digunakan dalam Alkitab, kata Nasrani hanya sekali digunakan dalam Alkitab yaitu di dalam:
Kisah Para Rasul 24:5
Telah nyata kepada kami, bahwa orang ini adalah penyakit sampar, seorang yang menimbulkan kekacauan di antara semua orang Yahudi di seluruh dunia yang beradab, dan bahwa ia adalah seorang tokoh dari sekte orang Nasrani.
.
Pada waktu itu memang ada yang menyebut kelompok Para Rasul sebagai Nasrani, atau נוצרים(Notzrim) dalam bahasa Ibrani yang berasal dari kata Nazaret yaitu kampung halaman Kristus, atau bisa juga bermakna pengikut tunas(Netzer) yang maksudnya Kristus sebagai tunas Raja Daud. Hal ini hampir sama seperti penulis Arab Muslim yang menulis tentara Salib dengan artian Alfranj(الفرنج) atau Alfirinjiyah(الفرنجيّة) yang diambil dari kata Frank(bangsa Jerman) seperti dalam teks Al-Kamil fi Al-Tarikh karya Ali Ibn Al-Athir, padahal tidak semua tentara Salib itu Frank dan kata bahasa Arab tertepat untuk menyebut Tentara Salib adalah Salibi(صليبي) yang mana sekarang digunakan oleh para sejarawan Arab modern.
Disamping sebutan Nasrani ini, pada jaman Para Rasul juga bermula dari Antiokhia para fanboy Kristus yang dikepalai Para Rasul Kristus disebut sebagai Kristen:
Kisah Para Rasul 11:26
Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.
.
Jadi ada sebutan Nasrani dan Kristen, namun Para Rasul lebih sering menyebut diri sebagai Kristen dan bukan Nasrani, sebab Nasrani hanya muncul sekali saja dalam Alkitab,
Roma 16:7
Salam kepada Andronikus dan Yunias, saudara-saudaraku sebangsa, yang pernah dipenjarakan bersama-sama dengan aku, yaitu orang-orang yang terpandang di antara para rasul dan yang telah menjadi Kristen sebelum aku.
1 Petrus 4:16
Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus itu.
.
Jadi Nasrani itu HANYA SEBUTAN, Kristen juga walau awalnya hanya sebutan tetapi menjadi nama ofisial dari Agama yang dikepalai Kristus melalui Rasul-RasulNya.

ARTIAN NASRANI SEBAGAI AJARAN SESAT

Kata Nasrani akhirnya berkembang secara khusus untuk menuju kepada orang-orang Kristen berdarah Yahudi atau orang non-Yahudi yang disunat dan mengikuti segala tata cara tradisi kebudayaan Yahudi, mereka ini disebut oleh orang Yahudi sebagai Minim(bidat/ajaran sesat) dan oleh Gereja pada masa itu juga disebut sebagai bidat sebab orang yang ingin menjadi Kristen dalam golongan mereka harus berkebudayaan Yahudi padahal sesuai kesepakatan Para Rasul dan Ulama-Ulama Kristen zaman Para Rasul yang tercatat dalam Kisah Para Rasul 15 tidak mewajibkan orang non-Yahudi yang ingin menjadi Kristen untuk melakukan adat istiadat Yahudi. Tentang bidat Nasrani ini dicatat pula oleh para Bapa-Bapa Gereja diantaranya sebagai berikut:
– …Pada zaman kita ada sebuah sekte di kalangan orang Yahudi di seluruh sinagoga-sinagoga di Timur, yang disebut Minim, dan sekarang dicap bidah pula oleh orang Farisi. Pengikut sekte ini dikenal luas sebagai kaum Nasrani, mereka percaya kepada Kristus, anak Allah, lahir dari perawan Maria, dan mereka berkata bahwa Ia yang menderita di bawah Pontius Pilatus, dan bangkit lagi, adalah orang yang sama seperti yang kita percayai. Tetapi sementara mereka ingin menjadi Yahudi dan Kristen sekaligus, mereka akhirnya tidak tergolong ke dalam salah satu pun…
…Pengikut sekte ini dikenal luas sebagai kaum Nasrani, mereka percaya kepada Kristus, anak Allah, lahir dari perawan Maria, dan mereka berkata bahwa Ia yang menderita di bawah Pontius Pilatus, dan bangkit lagi, adalah orang yang sama seperti yang kita percayai.
(Surat St Yerome kepada St Agustinus)
– “Mereka tidak mempunyai pendapat yang berbeda, namun melakukan semua hal tepat seperti apa yang diperintahkan dalam Taurat, MENURUT TATA CARA YAHUDI – kecuali kepercayaan mereka terhadap Mesias…” (St Epiphanius Salamis. Panarion 29)
.
Menurut catatan Yahudi pun di dalam Barachot 29b versi catatan tua yang ditemukan di Genizah Kairo, Nasrani juga secara jelas disebut sebagai minim(bidat):
“Biarlah tidak ada pengharapan bagi para pemberontak, dan semoga kerajaan yang congkak segera dirubuhkan pada hari ini, dan orang Nasrani dan orang Minim menghilang dan dilenyapkan dari buku kehidupan. Terpujilah Engkau Tuhan yang merendahkan orang-orang congkak.”
.
Jadi disini dapat kita simpulkan pada perkembangannya kata Nasrani ini menjadi sebutan bagi kelompok yang mana bukan Kristen tetapi juga bukan Yahudi. “Kok kejam banget sih orang Kristen membidatkan Nasrani ?” Masalah bidat dan membidatkan ini bukan masalah kejam atau tidak kejam, masalahnya mereka sendiri juga tidak mau bergaul dengan orang-orang Kristen yang tidak bersunat, padahal di dalam Konsili Yerusalem yang diadakan oleh Para Rasul Kristus dan Ulama-Ulama Kristen pada abad pertama telah disepakati bahwa orang Kristen non-Yahudi tidak dituntut melakukan ADAT ISTIADAT Yahudi, dengan ini berarti orang Nasrani sendiri yang telah meludahi kesepakatan pertama di abad 1. Ingat ! Ini bukan berarti komunitas Kristen anti adat istiadat, tapi ini masalah orang diluar golongan mereka yang tidak berdarah Yahudi juga dituntut untuk sunat kalau ingin masuk ke dalam komunitas mereka. Di dalam tradisi Ethiopia karena mereka keturunan Raja Solomo, umat Kristen Ethiopia sampai sekarang masih melakukan tradisi sunat ke anak cucu mereka sebagai ADAT ISTIADAT MEREKA, tetapi mereka tidak menuntut orang Kristen non-Ethiopia untuk sunat.

NASRANI SEBAGAI SEBUTAN KELOMPOK ETNIS KEAGAMAAN

Kata Nasrani dipakai juga untuk umat Kristen hasil pengInjilan Rasul Thomas murid Kristus, khususnya yang berada di India yaitu umat Kristen Orthodox Malankara. Kata Nasrani ini juga digunakan oleh umat Kristen Asyria yang berfaham Nestorian, Nestorius yang adalah bapa Gereja dari kaum Nestorian ini sudah diputuskan sebagai penyebar ajaran sesat dalam Konsili Ekumenis di Efesus tahun 431, ajaran sesat ini berpusat di Asyria(Persia) Timur dan banyak berada di Jazirah Arab dari masa sebelum Hijriyah. Secara kelompok etnis keagamaan umat Kristen Orthodox Malankara dan umat Kristen Assyria Timur memang menyebut diri sebagai Nasrani, namun secara khusus keagamaan mereka menyebut diri Kristen. Kata Nasrani juga diabadikan di dalam judul film yang diproduksi di Kerala yaitu daerah di India yang mayoritas Kristen Nasrani.

KRISTEN ARAB: KAMI MASIHIYYUN !

Kata yang digunakan untuk menerjemahkan Χριστιανος(Khristianos) ke bahasa Arab adalah مسيحيون(Masihiyyun). Secara kelompok etnis keagamaan orang Kristen Arab juga memiliki sebutan, umat Kristen Orthodox Antiokhia yang beretnis Arab menyebut diri mereka sebagai Rum Orthodox, Rum sendiri artinya Byzantium yaitu Kekaisaran Kristen yang pernah ada dan berpusat di Turki, kata Rum juga digunakan pemerintahan Turki Utsmani untuk menyebut Milet(Semacam daerah istimewa) yang mayoritas memeluk Kristen Orthodox Timur. Orang Kristen Arab yang terkenal adalah Khalil Gibran, seorang penyair Lebanon yang beragama Kristen Katolik Maronit, Maronit sendiri adalah nama Gereja Katolik Lebanon yang berbudaya Suriah sekaligus menjadi sebutan untuk kelompok etnis keagamaan umat Kristen Lebanon.

BOLEH GAK SIH MENYEBUT ORANG KRISTEN SECARA UMUM DENGAN SEBUTAN NASRANI ?

Kalau di mimbar pribadi silahkan saja, tapi untuk memanggil secara langsung sudah tentu tidak sopan. Kita sekarang sudah mengetahui bahwa kata Nasrani bagi orang Kristen yang sesuai sejarah nyata bermakna ganda, yaitu antara kelompok etnis keagamaan atau aliran-aliran sesat yang mengaku diri Kristen, tentu bahaya bukan bila sembarangan menggunakan artian ini ?, Apalagi di Indonesia sendiri tidak/belum ada komunitas Kristen Orthodox India yang beretnis India, jadi lebih baik tidak usah menggunakan kata ini secara umum di publik karena dapat menyakiti hati orang-orang Kristen yang paham dengan sejarah kata Nasrani. Tapi kalau kalian mau sebut ini di dalam mimbar kalian sendiri atau hanya dalam kelompok kalian ya silahkan saja, yang masalah itu bila ada guru sekolah menggunakan mikrofon yang tersambung keseluruh speaker di kelas-kelas dalam sekolah umum dan berkata “anak-anak Nasrani diharap untuk segera menuju ruang ibadahnya”.
“Tapi kan di KBBI kata Nasrani itu sebagai kata ganti Kristen”, bener dan ini cukup menjengkelkan bagi orang-orang Kristen yang faham. KBBI itu adalah sebuah kamus bahasa yang dikeluarkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, dengan ini hal-hal terkait pendidikan dapat menggunakan artian Nasrani seperti misalnya untuk keperluan buku-buku pelajaran bahkan pelajaran yang non-Relijius.
Tulisan ini bukan sekedar dibuat untuk mempropagandakan orang non-Kristen di Indonesia untuk stop menyebut umat Kristen Indonesia sebagai Nasrani, tetapi untuk menunjukkan kepada para pembaca tentang arti kata Nasrani dalam sejarah dan bagaimana umat Kristen secara umum memandang kata Nasrani. Untuk selanjutnya diserahkan sesuai nalar dan kehendak bebas masing-masing pribadi yang membaca ini.

Source:
Nasrani
Kristen Arab
Rum Orthodox
Geotimes: Kristen bukan Nashara

Penulis: Ephitimia

kresten

Apakah Katolik bukan Kristen ?

AMBIGUITAS

Tuhan sertamu !

Banyak orang berpendapat “Katolik bukan Kristen dan Kristen bukan Katolik” dikarenakan dalam sistem identitas kenegaraan di Indonesia lembaga Kristen Katolik dipisahkan dari lembaga Kristen Protestan dan juga Kristen Orthodox. Diantara kita pasti banyak berpikir “apa sebenarnya Katolik itu ? apa Protestan itu ? apa Orthodox itu ? mengapa mereka berbeda ?”. Dari mempelajari sejarah Gereja Kristen mulai abad 1-8(baca artikel ini) telah memberikan titik pijak bagi kita untuk mempelajari perbedaan-perbedaan Gereja, yang mana ada Konsili(Muktamar). Dalam Konsili itu ada suatu putusan, putusan ini ada yang berisi juga tentang ajaran sesat, ajaran sesat yang diputuskan dalam Konsili di-anathema(ekskomunikasi: dikeluarkan dari komunitas) dan tidak boleh menerima Perjamuan Kudus/Ekaristi(sebuah ritual keagamaan yang sangat penting dalam agama Kristen). Oke langsung saja kita pelajari mulainya perpecahan yang cukup besar dalam sejarah Kekristenan:

GEREJA ASIRIA TIMUR

Latar belakang terbentuknya ajaran dalam Gereja Asiria Timuar dimulai dari Konsili Efesus(suatu daerah yang sekarang Turki) tahun 431. Dalam Konsili ini Nestorius seorang Patriarkh(Ulama tertinggi dalam suatu Negara) Konstantinopel mengajarkan bahwa Bunda Maria tidak melahirkan Firman Ilahi, dia mengajarkan bahwa Bunda Maria hanya melahirkan kodrat kemanusiaan Kristus yang lalu ‘berkembang’ menjadi Ilahi saat pembaptisan Kristus. Dalam Kitab Suci Kristen dijelaskan bahwa Bunda Maria selain melahirkan kodrat kemanusiaan Kristus juga melahirkan kodrat keilahian Kristus(Bdk. Yesaya 9:6 ; Matius 1:23 ; Lukas 1:35). Patriarkh Nestorius dianathema oleh Gereja arus utama dan diturunkan dari jabatannya, lalu para pengikutnya melarikan diri dadi Kekaisaran Konstantinopel ke Asiria, di Asiria pengikut Nestorius mempengaruhi ajaran Gereja Asiria Timur.

GEREJA ORTHODOX ORIENTAL

Perlu diingat bahwa Gereja Orthodox Oriental(Oriental Orthodox Church) dan Gereja Orthodox Timur(Eastern Orthodox Church) itu BERBEDA. Mendiang Bob Marley itu umat Kristen Orthodox Oriental yang berbudaya Ethiopia, sedangkan Presiden Rusia Vladimir Putin itu umat Kristen Orthodox Timur yang berbudaya Rusia. Gereja Orthodox Oriental terpisah dari Gereja arus utama bermula pada Konsili Khalsedon tahun 451 karena perbedaan pendapat tentang pemaknaan Pribadi Kristus, yang mana Orthodox Oriental menggunakan cara mengajar “Miafisit” dalam menjelaskan Pribadi Kristus.
Gereja Orthodox Oriental tidak seperti Gereja Katolik Roma yang mempunyaj satu pemimpin tunggal mutlak, mereka memiliki pemimpin-pemimpin tertinggal di masing-masing Yuridiksi(Wilayah Kegerejaan yang cukup besar dan mempengaruhi budaya) yang disebut Paus dan Patriarkh, adapun sebutan Paus hanya dalam Gereja Orthodox Koptik yang BERBEDA DARI Paus dalam Gereja Katolik Roma. Adapun Gereja-Gereja yang masuk ke dalam komunitas Gereja Orthodox Oriental adalah: Gereja Apostolik Armenia, Gereja Orthodox Koptik, Gereja Orthodox Ethiopia, Gereja Orthodox Eritrea, Gereja Orthodox Malankara, dan Gereja Orthodox Suriah.

SKISMA AKBAR TAHUN 1054

Skisma Akbar(perpecahan besar) tahun 1054 adalah peristiwa besar dalam komunitas Kristen yang mana Gereja Timur(Yang berpusat di Konstantinopel, Alexandria, Antiokhia dan Yerusalem) dengan Gereja Barat(Yang berpusat di Roma) SALING MEMISAHKAN diri karena perbedaan tata cara peribadatan, cara mengajar iman, politik kenegaraan(Bizantium kontra Kekaisaran Romawi Suci), dll.
Awalnya pusat Kekristenan adalah di Yerusalem, namun karena beberapa konflik yang terjadi di Yerusalem akhirnya dipindahkanlah ke Antiokhia, oleh sebab ini bila kita membaca Kitab Kisah Para Rasul pasti semua Rasul yang mengInjil akan kembali ke Antiokhia lalu setelah itu baru mengInjil kebelahan dunia lain, di Antiokhia juga para pengikut Kristus pertama Kali disebut Kristen(bdk. Kisah Para Rasul 11:26) yang akhirnya nama Kristen ini menjadi nama ofisial bagi para pengikut Kristus. Setelah ini pusat dunia Kekristenan mengenal sistem Triarkhi(tiga pusat pemerintahan) yang mana Roma, Alexandria(Mesir) dan Antiokhia sebagai kota-kota pusat Kekristenan. Ibarat kata seperti sekarang ini kantor pusat Mentri Agama Indonesia berada di Jakarta karena Jakarta adalah pusat pemerintahan. Roma menjadi pusat teruatama karena Roma adalah ibu kota Kekaisaran pada waktu itu, Alexandria menjadi pusat kedua karena sebagai kota besar yang menyimpan banyak manuskrip-manuskrip Kristen di perpustakaan besarnya, Antiokhia menjadi pusat ketiga karena dulunya adalah pusat Kekristenan kuno. Baru pada Konsili Khalsedon tahun 451, dunia Kekristenan mengenal sistem Pentarkhi(5 pusat pemerintahan) dengan ditambahkan Konstantinopel dan Yerusalem. Kenapa Konstantinopel ditambah ? Konstantinopel ditambah dan ditaruh di posisi kedua Pentarkhi sebab Ibu kota Kekaisaran pada waktu itu dipindahkan oleh Konstantinus Agung dari Roma ke Konstantinopel, maka dibuatlah juga pusat Kekristenan di Konstantinopel, yang di Roma tetap dibiarkan dalam posisi pertama. Sedangkan Yerusalem ditambahkan di posisi kelima karena pada waktu itu kota suci Yerusalem menjadi milik Kristen, Ibu Suri Helana membangun banyak Gereja yang mengakibatkan membeludaknya angka peziarah Kristen beserta para imigran Kristen, akhirnya dibuatlah juga pemerintahan pusat di Yerusalem. Hal masalah administratif ini juga menjadi faktor skisma akbar tahun 1054.
Sebetulnya perpecahan kecil antara Kristen Timur dan Barat sudah dimulai sebelum tahun 1054 namun puncak perpecahannya memang pada tahun 1054. Pada tahun 1054 karena banyaknya masalah-masalah lokal baik di Barat atau Timur, para utusan Paus Roma menaruh bulla(surat ekskomunikasi) di dalam Gereja Haghia Sophia(Di Turki, yang sekarang menjadi Museum), surat ekskomunikasi ini dibalas oleh para Patriarkh(Pemimpin tertinggi dalam pusat-pusat kota Kekristenan tadi) dengan ekskomunikasi juga. Setelah kajadian ini secara resmi pada tahun 1054 Gereja Roma dengan Gereja Konstantinopel, Alexandria, Antiokhia dan Yerusalem SALING MEMISAHKAN DIRI secara administratif dan juga lain-lainnya. Gereja Roma ini menyebut diri Gereja Katolik sedangkan Gereja Konstantinopel, Alexandria, Antiokhia dan Yerusalem menyebut diri menjadi Gereja Orthodox Timur. Jadi kita tidak bisa berkata “Kristen Orthodox dan Kristen Katolik baru ada tahun 1054”, sebab mereka mengakui bahwa awalnya mereka saling sama-sama dari jaman Para Rasul Kristus masih hidup, baru karena satu dan lain hal pada tahun 1054 mereka SALING MEMISAHKAN DIRI.

GEREJA KATOLIK(ROMA)

Kata Kristen seperti sudah kita ketahui dipakai sebagai nama ofisial para pengikut Kristus sejak abad pertama, sedangkan kata “Katolik” berarti Universal yang menunjukkan sifat Gereja. Kata Katolik pada awalnya sudah dipakai dalam dunia Kekristenan bahkan oleh St Ignatius murid Rasul Yohanes, kata ini dipakai untuk menyebut sifat Gereja yang universal/menyeluruh secara iman dan administratif walaupun terpisah dari segi geografis dan juga budaya. Setelah skisma akbar tahun 1054 baru nama ini akhirnya menjadi nama resmi Gereja yang berpusat di Roma untuk membedakan diri dari Gereja lainnya yang dianggap skismatik(pecahan) ataupun bidat(aliran sesat). Dan Gereja Katolik secara jelas menyebut diri sebagai Kristen, tidak ada para petinggi Gereja Katolik yang menyebut bahwa Katolik bukan Kristen, Mgr Ignatius Suharyo Uskup Agung Jakarta bahkan sering mengungkapkan di hadapan media diawali dengan “kami sebagai umat Kristen”, sebab Katolik itu juga Kristen, yaitu Kristen yang menurut mereka bersifat Katolik(Universal).

GEREJA ORTHODOX TIMUR

Perlu diingat bahwa Kristen Orthodox Timur dan Kristen Orthodox Oriental walaupun secara harfiah memiliki arti yang sama namun mereka BERBEDA baik secara administratif ataupun cara mengajar. Kata Orthodox sendiri mulai digunakan oleh para Bapa-Bapa Gereja Yunani pada abad ke 4. Kata Orthodox diambil dari dua kata yaitu Orthos: lurus dan Doxa: ajaran, yang artinya ajaran yang lurus. Kata Orthodox pada awalnya digunakan untuk menyebut Gereja arus utama yang dibedakan dari para skismatik dan bidat, baru setelah tahun 1054 dipakai oleh Gereja Orthodox Timur untuk menyebut Gereja mereka berbeda dari para skismatik dan bisat menurut pandangan mereka secara administratif ataupun iman. Gereja Orthodox Timur juga dalam beberapa konsili mereka menyebut diri sebagai Gereja Katolik Orthodox, namun secara administratif lebih sering digunakan Gereja Orthodox Timur. Pada saat ini Gereja Orthodox Timur memiliki 9 Kepatriarkhan yang saling bersatu di bawah payung Gereja Orthodox Timur(namun baru-baru ini terjadi dorama antara Kepatriarkhan Moskow dengan Konstantinopel/Instanbul Turki), diantaranya: Konstantinopel, Alexandria, Antiokhia, Yerusalem, Moskow, Georgia, Serbia, Rumania, dan Bulgaria.

GEREJA KATOLIK TIMUR

Gereja Katolik Timur adalah Gereja-Gereja Timur yang pada waktu skisma tahun 1054 berada di pihak Roma, atau yang awalnya Gereja Orthodox Timur dan Gereja Orthodox Oriental lalu karena satu dan lain hal memilih pindah berada dalam naungan Gereja Katolik Roma namun masih menggunakan ritus(tata cara) Gereja Timur. Diantaranya Gereja-Gereja Katolik Timur adalah: Gereja Katolik Koptik, Gereja Katolik Eritrea, Gereja Katolik Ethiopia, Gereja Katolik Armenia, Gereja Katolik Yunani Albania, Gereja Katolik Yunani Belarusia, Gereja Katolik Yunani Bulgaria, Gereja Katolik Yunani Kroasia & Serbia, Gereja Katolik Yunani Byzantine, Gereja Katolik Yunani Hungaria, Gereja Katolik Yunani Italo-Albania, Gereja Katolik Yunani Makedonia, Gereja Katolik Yunani Melkit, Gereja Katolik Yunani Rumania, Gereja Katolik Yunani Rusia, Gereja Katolik Yunani Ruthenia, Gereja Katolik Yunani Slovakia, Gereja Katolik Yunani Ukraina, Gereja Katolik Khaldea, Gereja Katolik Syro-Malabar, Gereja Katolik Maronit, Gereja Katolik Suriah, dan Gereja Katolik Syro-Malankara.

REFORMASI GEREJA DI BARAT MENGHASILKAN GEREJA PROTESTAN

Pada tahun 1517 seorang Imam Gereja Katolik Roma bernama Martin Luther dari Jerman membuat 95 dalil kesesatan Gereja Katolik Roma pada saat itu menurut dia, lalu pihak Gereja Katolik Roma menuntut Romo Luther menarik seluruh tulisannya, hal ini tidak diindahkan oleh Romo Luther yang berujung pada pemberian surat bulla(ekskomunikasi) dari Paus Roma, Luther dan pengikutnya pun dipisahkan dari Gereja Katolik Roma baik secara administratif ataupun iman. Setelah ini muncul lagi reformator Protestan yang ternama yaitu Yohanes Kalvin seorang ahli hukum. Para umat Gereja Protestan ini baik dari kubu Luther dan murid-muridnya Luther maupun kubu Kalvin dan murid-muridnya dilawan oleh Gereja Katolik dengan Konsili Trente yang berlangsung bertahun-tahun pada abad 16. Gereja-Gereja Protestan khususnya Gereja yang bermula dari reformasi Kalvin juga ikut membuat Sinode-Sinode lokal dan tulisan-tulisan tandingan yang menanggapi keputusan-keputsan Gereja Katolik Roma dalam Konsili Trente. Perang da’lil dan pengajaran iman sangat panas pada masa ini yang juga menjadi faktor perang saudara 30 tahun di Barat khususnya Eropa Barat. Setelah perang selesai dan para bangsawan Eropa memutuskan bahwa setiap rakyat dalam Kerajaan mereka berhak menganut agama secara bebas baik itu Kristen Katolik ataupun Kristen Protestan, akhirnya perang da’lil dan perang darah ini berakhir. Walaupun memang perang da’lil masih berlangsung bahkan sampai sekarang, namun dalam skala kecil.

PASCA REFORMASI

Pasca reformasi di Barat menyebabkan adanya kegerakan-kegerakan Kristen lokal di Inggris(biasanya disebut Kristen Puritan) yang berujung pada kegerakan-kegerakan di Amerika. Hal ini menyebabkan makin pecahnya tubuh Gereja Protestan khususnya di Amerika yang menghasilkan puluhan ribu aliran Gereja yang tercatat di Amerika, hal ini mungkin juga difaktori karena bebasnya kehidupan beragama di sana tanpa kontrol pemerintah. Dari berbagai macam aliran-aliran ini banyak diantaranya yang sudah tidak diakui sebagai Kristen oleh umat Kristen Mainstream, contohnya: Jehovah Witness dan Mormon.

UPAYA PERSATUAN MELAHIRKAN GERAKAN EKUMENISME

Pada tahun 1948 para petinggi Gereja-Gereja dunia membuat suatu kegerakan yang bernama Oikumene(Ekumene/Ekumenisme), yaitu gerakan persatuan umat Kristen yang berbeda-beda pemahaman iman, yang secara lembaga disebut World Council of Churches(WCC) yaitu Konsili Gereja-Gereja Dunia. Adapun anggota dari lembaga ini adalah: Gereja Asiria Timur, Gereja Orthodox Oriental, Gereja Orthodox Timur, dan Gereja-Gereja Protestan. Gereja Katolik Roma walaupun tidak secara resmi bergabung dengan kegerakan ini, namun sering berpartisipasi dengan kegiatan-kegiatan di dalamnya, bahkan Paus Roma mulai dari abad 20 sering memakai Basilika Santo Petrus untuk Vesper(Ibadah senja) bersama umat Kristen lainnya yang non-Katolik.
Setelah ada organisasi ini, pada tahun 1964 Paus Paulus VI bertemu dengan Patriarkh Athenagoras dari Konstantinopel di Yerusalem. Pertemuan ini menghasilkan pencabutan surat kutuk ekskomunikasi kedua belah pihak yang pernah dilayangkan 900 tahun lebih yang lalu. Walaupun secara penuh umat kedua belah pihak belum diperbolehkan menerima Perjamuan Kudus satu sama lain, namun setelah kajadian ini upaya persatuan dari kedua belak pihak mulai meningkat sedikit demi sedikit.

JUMLAH

Secara skala dunia jumlah umat Kristen kira-kira ± 2.42 Miliar umat. Dengan jumlah berdasarkan denominasi(aliran) sebagai berikut: Kristen Katolik(termasuk Katolik Timur) ± 1.2 Miliar umat, aliran-aliran Kristen Protestan ± 900 Juta, Gereja Orthodox Timur ± 300 Juta, Gereja Orthodox Oriental ± 86 Juta, Dll.

DALAM SISTEM PEMERINTAHAN INDONESIA

Kristen Katolik dan Kristen Protestan secara administratif dibedakan, biasanya secara penulisan di KTP untuk Protestan ditulis hanya “Kristen” saja, sedangkan Kristen Katolik ditulis “Katolik”. Hal ini menjadi ambigu di kalangan umat Kristen Indonesia, padahal sejak awal secara politik umat Kristen Protestan dan Kristen Katolik berada di dalam kubu yang sama walaupun pada akhirnya kedua belah pihak secara politik kenegaraan mendirikan partai-partainya sendiri, yang Kristen Katolik mendidikan Partai Katolik dan yang Kristen Protestan mendirikan Parkindo(Partai Kristen Indonesia). Tetapi sebenarnya secara penyebutan kedua belak pihak sama-sama menyebut diri Kristen, adapun umat yang berkata “Katolik bukan Kristen dan Kristen bukan Katolik” ini adalah ambigu yang tercipta dari pemisahan penulisan secara identitas kenegaraan, padahal kalau kita tanya dengan para petinggi Agama Kristen Katolik dan Kristen Protestan sudah tentu tidak akan mengatakan hal konyol seperti itu.
Lalu ada masalah ambigu juga dengan Gereja Orthodox Timur. Gereja Orthodox Timur hadir ke Indonesia pada tahun 1988 oleh seorang Imam Gereja Orthodox bernama Romo Daniel Byantoro. Secara administrasi kenegaraan pada tahun 1996 lembaga Gereja Orthodox Indonesia(payung hukum bagi lembaga Gereja Orthodox Timur di Indonesia) diresmikan oleh Kementrian Agama, BIMAS KRISTEN(PROTESTAN) dengan UU hukum pemerintah: SK Dirjen Bimas Kristen Depag R.I. no.: F/Kep/Hk.00.5/19/637/1996, lalu pada tahun 2006 dengan SK Depag.R.I. No. DJ.III/Kep.HK.00.5/190/3212/2006. Secara administratif kenegaraan DI INDONESIA, Kristen Orthodox Timur bernaung di bawah lembaga Kristen Protestan, namun secara pengajaran dan praktik sudah tentu sangat-sangat berbeda.

KESIMPULAN

Berhenti menjadi konyol dengan mempercayai perkataan tak berdasar dari orang lain, dan MULAILAH BELAJAR SEJARAH !

Source:
Sejarah Gereja
Eastern Catholic
Oikumene
Jumlah umat Kristen Keseluruhan
Jumlah umat Orthodox Timur
Jumlah Umat Katolik

Penulis: Ephitimia

kresten

Zaman Bapa-Bapa Gereja

Tuhan sertamu !

Mungkin banyak diantara kita berpikir bahwa Kekristenan adalah Agama buatan Kekaisaran Romawi, Kristus baru diangkat jadi ‘Tuhan’ pada tahun 325 Masehi, Dll. Namun apakah itu benar adanya ? berbicara masalah tahun, tentulah kita harus berbicara mengenai sejarah yang nyata tercatat dan diceritakan secara turun temurun, bekas sejarahnya pun harus jelas sampai saat ini, barulah itu bisa dikatakan kebenaran menurut sejarah.
Dalam sejarah Kekristenan, jaman-jaman itu juga dibagi dari ciri khas Bapa-Bapa Gereja pada zamannya, dan Bapa-Bapa Gereja ini juga dilihat dari suksesinya dia belajar sama siapa, ditahbis sama siapa, semua itu harus mengerucut sampai ke Para Rasul Kristus, yang mana Para Rasul Kristus diajar langsung oleh Kristus. Seperti dalam Islam ada jaman Muhammad, lalu Muhammad mengajari Para Sahabatnya, lalu Para Sahabatnya mengajari Para Tabi’in dan terus dan terus, jadi ada sanadnya. Kalau dalam Kekristenan hal ini disebut suksesi Apostolik/Rasuli, yang mana seseorang Ulama yang mengajar, pengajarannya itu dapat dipertanggung jawabkan dalam komunitas Kekristenan sebagai sebuah kebenaran karena dia memiliki sanad/suksesi/benang merah sampai ke Para Rasul Kristus, nah Para Rasul Kristus ini diajar langsung oleh Kristus. Adapun tulisan ini dibuat untuk keperluan agar baik orang Kristen ataupun non-Kristen dapat saling memahami supaya bisa meminimalisir gesekan antar golongan.

Adapun pembagian zaman pengajaran Kristen adalah sebagai berikut:

1. Zaman Kristus masih di dunia

Sebelum Kristus naik ke Surga, Kristus memiliki 12 Murid utama yang juga disebut sebagai RasulNya(bdk. Matius 10:2-5), 12 Murid Kristus ini dibentuk dari pola 12 suku Israel(bdk. Kejadian 49:28). Selain 12 Murid utama ini Kristus juga memiliki 70 Murid(bdk. Lukas 10:1), 70 Murid ini dibentuk dari pola 70 tua-tua Israel(bdk. Bilangan 11:16). Nah dari sini kita mengetahui bahwa Kristus memiliki 12 Murid utama dan 70 Murid yang lain, ini belum termasuk murid pria lain yang tidak tercatat dan juga murid wanita, jadi Kristus itu memiliki murid yang Dia berikan otoritas khusus. Pada zaman ini Injil hanya berwujud lisan diajarkan langsung dari Kristus ke Para MuridNya, barulah saat zaman Para Rasul, Injil yang awalnya lisan ini dibukukan untuk kepentingan penyebar luasan agama, tentang ini bisa kalian baca disini.

2. Zaman Para Rasul Kristus

Setelah Kristus wafat, bangkit dan naik ke Surga DISAKSIKAN BANYAK ORANG(bdk. Kisah Para Rasul 1:9), Para Rasul ini sesuai amanat Kristus memiliki otoritas atas Gereja Kristus(bdk. Matius 16: 18-19), untuk tentang Gereja bisa kalian baca di WordPress saya disini.
Karena jumlah 12 Murid utama berkurang satu dikarenakan Yudas Iskariot berkhianat, maka Rasul Petrus sebagai ketua kolega Para Rasul Kristus berinisiatif untuk memilih satu orang sebagai pengganti posisi kosong tersebut dan terpilihlah Rasul Matias(bdk. Kisah Para Rasul 1:26).
Setelah ini Para Rasul Kristus mengInjil ke seluruh dunia. Rasul Petrus mengInjil ke Antiokhia dan Roma, Rasul Filipus ke Ethiopia, Rasul Tomas ke India, Dll. Para Rasul ini mengInjil kesana kemari juga punya murid, dan mereka juga menahbis orang setempat untuk menjadi Ulama supaya bisa mengajar walaupun Para Rasul tidak ada, merereka ini disebut Presbiteros atau dalam bahasa Indonesia disebut Penatua:
Kisah Para Rasul 14:23
Di tiap-tiap jemaat rasul-rasul itu menetapkan penatua-penatua bagi jemaat itu dan setelah berdoa dan berpuasa, mereka menyerahkan penatua-penatua itu kepada Tuhan, yang adalah sumber kepercayaan mereka.

Pada jaman Para Rasul ini jugalah para murid Kristus sudah disebut Kristen:
Kisah Para Rasul 11:26
Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.

Bahkan Rasul Petrus murid langsung Kristus juga menyebut dirinya Kristen:
1 Petrus 4:16
Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus itu.

Di zaman ini juga Para Rasul berkonsili, Konsili ini kalau dalam Islam mungkin seperti Muktamar yang mana Para Ulama berijtihad menentukan suatu perkara. Konsili ini membahas tentang apakah orang Kristen harus mengikuti Tradisi kebudayaan Yahudi atau tidak seperti sunat, hukum kosher-tame(halal-haram) makanan, dll. Di catat dalam Kisah Para Rasul 15 bahwa Para Rasul dan para Penatua juga bermufakat tentang hal ini sampai akhirnya muncul suatu dekrit pada zaman itu bahwa orang Kristen tidak diwajibkan mengikuti peraturan adat istiadat kebangsaan Yahudi, namun orang Kristen non-Yahudi dihimbau untuk tidak memakan darah, hewan mati dicekik, persembahan berhala, dll untuk menjaga hubungan baik dengan orang Kristen yang berbudaya Yahudi. Sebab Kristus memang tidak mewajibkan hukum Seremonial Taurat, tetapu hukum moral Taurat lah yang kekal adanya, hukum Seremonial pun sebenarnya tidak dihapus namun direformasi seperti materai perjanjian sunat diganti dengan materai perjanjian baptis.

3. Zaman Bapa-Bapa Apostolik

Sebelumnya sudah gua jelaskan bahwa Para Rasul Kristus memiliki murid-murid juga, diantara murid-murid mereka ini ada juga yang cerdas dan lihai dalam menuliskan pengajaran Kristen.
Rasul Yohanes di dalak Injilnya menulis demikian:

Yohanes 21:25
Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.

Dan dalam surat yang ditulis oleh Rasul Yohanes, dia memberitahu demikian:

2 Yohanes 1:12
Sungguhpun banyak yang harus kutulis kepadamu, aku tidak mau melakukannya dengan kertas dan tinta, tetapi aku berharap datang sendiri kepadamu dan berbicara berhadapan muka dengan kamu, supaya sempurnalah sukacita kita.

Jadi ada banyak pengajaran tentang Kristus yang menurut Rasul Yohanes tidak bisa hanya sekedar ditulus, maka harus ngobrol ketemu langsung, harus diajarin langsung baru paham. Rasul Yohanes dan Para Rasul Kristus yang lain ini juga demikian, makanya mereka punya murid yang mereka ajar secara lisan. Murid-murid dari Para Rasul Kristus yang hebat ini disebut “Bapa-Bapa Apostolik”, diantaranya ada:
– St Ignatius dari Antiokhia, murid Rasul Yohanes. St Ignatius juga dipercayai sebagai anak kecil yang pernah ditemui Kristus dalam Matius 18:2.
– St Polikarpus dari Smyrna, murid Rasul Yohanes.
– St Klemens dari Roma, murid Rasul Petrus.
– St Markus penulis Injil, murid Rasul Petrus sekaligus juru tulis Rasul Petrus yang sudah dianggap seperti anak(bdk. 1 Petrus 5:13).
– Dll

Para Bapa-Bapa Apostolik ini juga membuat tulisan, tulisannya berisi pengajaran Kristen yang mereka dapat dari gurunya yaitu Para Rasul Kristus, Para Rasul Kristus mendapat pengajaran dari Kristus langsung, jadu sanad pengajarannya jelas. Adapun tulisan para Bapa Apostolik diantaranya:
– Surat 1 & 2 Klemens.
– 7 pucuk surat Ignatius yang dia tulis saat perjalanan(jalan kaki secara literal) dari Antiokhia ke Roma untuk diadu dengan singa lapar menurut hukum pemerintahan Romawi karena dianggap sebagai pemimpin pemberontak(dahulu di Kekaisaran Romawi orang Kristen dianggap sebagai pemberontak).
– Surat Polikarpus kepada Gereja di Filipi
– Dll

Dalam Kekristenan posisi tulisan para Bapa Apostolik ini bisa dibilang setara dengan Hadits dalam Islam. Tulisan-tulisan ini berguna sebagai pendukung tafsiran Perjanjian Baru sebab para Bapa Apostolik adalah murid dan sahabat langsung dari para penulis Perjanjian Baru.

4. Zaman Bapa-Bapa Apologi

Pada awalnya tulisan Kristen hanya berisi pengajaran bagi orang Kristen juga atau orang yang tertarik dengan Agama Kristen, namun di abad 2-3 Masehi tulisan Kristen mulai meluas keperluannya ke orang di luar Kristen juga. Mengapa ? pada zaman itu orang Kristen terus dianiaya karena tuduhan yang tidak pernah dilakukan orang Kristen, tuduhan ini berasal baik dari pemerintah, orang pagan, filsuf, heretik(bid’ah) dan bahkan orang Yahudi. Untuk keperluan agar orang Kristen tidak selalu difitnah dan dianiaya, para Ulama-Ulama Kristen pada zaman ini menulis karya yang mendebat tuduhan-tuduhan tersebut, oleh karena ini mereka disebut Bapa-Bapa Apologi/Apologetik(pembela/pendebat untuk iman). Biasanya para Ulama ini adalah para akademisi Filsafat pada zamannya, kemampuan berfilsafat ini mereka pakai juga untuk melawan musuh-musuh Agama Kristen secara tulisan, karena Filsafat pada zaman itu sangat dihormati sebagai alat menentukan suatu kebenaran. Diantaranya para Ulama pada zaman ini adalah:
– St Yustinus Martir, seorang Samaria yang adalah ahli hukum dan filsafat, dia belajar Kristen dari St Polikarpus, St Polikarpus sendiri adalah murid langsung dari Rasul Yohanes murid Kristus langsung.
– Tatianus, murid dari St Yustinus Martir.
– St Klemens dari Alexandria, founder dari Sekolah Theologi Kristen pertama di dunia, yaitu di Alexandria(Mesir). Terkadang juga disebut “Bapa Filsafat Kristen”.
– Tertulianus, seorang Ulama Kristen pertama yang menulis buku Theologi dalam bahasa Latin(biasanya orang Kristen menulis dalam bahasa Yunani).
– St Siprianus, seorang Guru besar Retorika di Kartago(Afrika Utara, dekat Tunisia).
– St Irenaeus dari Lyon(Perancis), murid langsung dari St Polikarpus, St Polikarpus murid langsung dari Rasul Yohanes, Rasul Yohanes murid langsung dari Kristus.
– Dll

Karya para Bapa-Bapa Apologi:
– Apologi pertama, karya St Yustinus Martir. Ditujukan kepada Antonius Pius(Kaisar Roma), anaknya, dan Senat Romawi.
– Apologi kedua, karya St Yustinus Martir. Ditujukan kepada Senat Romawi.
– Dialog dengan Trypho, karya St Yustinus Martir. Trypho adalag seorang Rabi/Ulama Yahudi yang juga sahabat dari St Yustinus Martir.
– Diskursus kepada orang-orang Yunani, karya St Yustinus Martir. Perdebatan St Yustinus Martir dengan Filsuf-Filsuf Yunani tentang dewa-dewi Yunani.
– Melawan para heretik(Adversus Haereses), karya St Irenaeus dari Lyon.
– De Spectaculis(Pada permainan publik), karya St Siprianus.
– Dll

5. Zaman Bapa-Bapa Konsili Ekumenis

Ingat kasus Kerajaan Ubur-Ubur ? ya pasti beberapa dari kalian langsung menjawab dalam hati “tau lah, aliran sesat itu kan ?”, ya benar mereka sesat menurut Agama Islam. Di Indonesia kita memiliki Majelis Ulama Indonesia(MUI) yang membantu pemerintah dalam keperluan menyangkut umat Islam, seperti bila ada suatu kelompok yang diisukan sebagai aliran sesat(menurut Islam) yang mengaku Islam/membawa unsur-unsur Islam maka MUI akan menyelediki lalu merundingkan sampai akhirnya mengeluarkan sebuah pernyataan yang bisa berlandaskan da’lil agama Islam(Qur’an atau Hadits). Hal ini dalam dunia Islam sudah jelas bukan membuat ajaran baru, kita semua setuju kan ? tetapi MEMPERTEGAS AJARAN YANG SUDAH ADA. Para Ulama Islam biasa mengadakan Muktamar untuk berijtihad memutuskan suatu perkara.

Hal ini juga SAMA SEPERTI AGAMA KRISTEN. Agama Kristus dulu tersebar ke seluruh dunia, Negara(Kekaisaran) yang sangat luas dan paling banyak orang Kristennya pada masa itu adalah Romawi. Kekaisaran Romawi pada masa itu meliputi: Roma Italia, Konstantinopel(sekarang Turki), Yunani, Palestina, Yordania, Tunisia, Suriah, Prancis, Dll.
Waktu abad 4 Jendral Konstantinus naik takhta menjadi Kaisar Romawi, kebetulan Ibunya Konstantinus adalah seorang petobat Kristen yang taat, jadi Konstantinus walaupun seorang Pagan karena bapanya Pagan, tapi dia mempunyai nilai-nilai Kristiani dari Ibunya, dan saat dia menjadi Kaisar sangat sering dinasehati oleh Ibunya. Ibu dari Kaisar Konstantinus adalah St Helena, terkadang juga disebut Ibu Suri Konstantinopel karena sangat berpengaruh sebagai Ibu Kaisar. Konstantinus sendiri baru menjadi Kristen tepat sebelum kematiannya.

Di Kerajaan Romawi yang hampir meliputi seluruh dunia itu sudah banyak yang menjadi Kristen, maka konflik keagamaan Kristen juga menjadi urusan pemerintah sebab kalau sampai konflik saudara berkepanjangan maka pemerintah juga yang rugi. Ditambah pemerintah Romawi telah mengeluarkan dekrit Edik Milano yang memberikan hak kebebasan beragama bagi umat Kristen, jadi setelah ini Majelis Ulama-Ulama Kristen di Romawi semacam menjadi Kementrian Agama untuk Romawi, dan sudah jelas memdapatkan bantuan finansial dari Kaisar.

Pada abad yang sama yaitu abad 4, ada seorang Ulama Kristen dari Konstantinopel bernama Arius, jabatannya adalah Imam(Presbiter). Dia mengajarkan bahwa Firman Allah adalah ciptaan, dengan ini dia beranggapan bahwa Kristus bukan Ilahi. Hal ini jelas bertentangan dari iman Kristen yang diajarkan Rasul Yohanes murid Kristus langsung bahwa Firman Allah adalah Ilahi(bdk. Injil Yohanes 1). Hal ini menjadi kekacauan seantero Kekaisaran Romawi, akhirnya Kaisar Konstantinus sebagai pemerintah yang menjamin hak-hak komunitas Kristen mensubsidikan untuk diadakannya Konsili Ekumenis/Muktamar Akbar di Nikea pada tahun 325, ini juga sebagai bentuk antisipasi perang saudara di Romawi. Diundanglah para Ulama Kristen seantero Romawi dan juga dari berbagai belahan dunia lain untuk menjelaskan iman Kristen dan memutuskan Arius sebagai bidat. Salah satunya yang sempat datang adalah St Nikolas dari Myra yang kemudian difiksikan oleh C*ca-C*la menjadi Santa Claus, St Nikolas saat berdebat dengan Arius sempat menampar Arius. Sampai akhirnya Arius diekskomunikasi(dikutuk) karena kesesatannya. Arius dihukum sesuai hukum Kristen bahwa penyebar ajaran sesat harus diturunkan dari jabatan, dikutuk dan dikucilkan dari masyarakat Kristen(bdk. Matius 18:15-17, Galatia 1:8-9). Sampai akhirnya Arius wafat dalam pengasingan.

Jadi disini sudah jelas bahwa Konstantinus tidak menciptakan agama Kristen ataupun pengajaran Kristen, justru pada masa itu Keluarga Kekaisaran Romawi rada pro terhadap Arius. Dan bahkan Konstantinus di akhir hidupnya dibaptis oleh Uskup Eusebius dari Nikomedia yang adalah pengikut Arius. Jadi sudah jelas konyol sekali kalau ada yang bilang Konstantinus mengangkat Kristus sebagai ‘Tuhan’, padahal Konstantinus dibaptis oleh Uskup(Ulama tertinggi dalam suatu wilayah) pengikut Arius yang menolak keilahian Kristus. Konstantinus hanya mensubsidi diadakannya Konsili, namun dia tidak mempunyai kuasa untuk mengatur keputusan dalam Konsili. Sama aja misalnya Presiden menghadiri Muktamar suatu organisasi keagamaan, Presiden tidak memiliki hak untuk merumuskan kepetusan, tapi hanya hadir untuk mengamati kehidupan beragama para rakyatnya, contoh disini.

Setelah Konsili Nikea ini masih banyak lagi ajaran-ajaran sesat yang menyerang pengajaran Kristen, sama seperti Konsili Nikea, Para Ulama Kristen terus berkumpul berijhtihad MENEGASKAN ajaran Kristen di hadapan para penganut ajaran sesat. Adapun Konsili-Konsili berikut termasuk Konsili Nikea yang diakui banyak Gereja(Orthodox, Katolik atau Protestan Lutheran) berjumlah 7 Konsili:
1. Konsili Nikea tahun 325

Memutuskan bahwa Arius dan pengikutnya yang menganggap Firman Allah adalah ciptaan, sebagai bidat.

2. Konsili Konstantinopel 1 tahun 381

Memproklamirkan pengakuan iman Kristen, yang dibuat berdasarkan pengakuan Para Rasul Kristus.

3. Konsili Efesus tahun 431

Memutuskan bahwa Nestorius dan pengikutnya sebagai penganut ajaran sesat karena menganggap bahwa yang dilahirkan Bunda Maria hanyalah manusia biasa, lalu berkembang menjadi Ilah.

4. Konsili Kalsedon tahun 451

Menolak pengajaran Eutikus yang menganggap kemanusian Kristus hanyut di dalam keilahian Kristus.

5. Konsili Konstantinopel II tahun 553

Pada Konsili ini tulisan baru berisi pengajaran Arian dan ajaran sesat lainnya ditolak.

6. Konsili Konstantinopel III tahun 680-681

Menolak ajaran Monothelitisme, lalu mengukuhkan sesuai Kitab Suci bahwa dalam Pribadi Kristus terdapat kodrat Ilahi dan manusia.

7. Konsili Nikea II tahun 787

Memulihkan kembali penggunaan gambar-gambar Gerejawi yang dulu sempat dilarang oleh Kekaisaran.

Adapun tokoh-tokoh yang terkenal dalam Konsili-Konsili ini adalah:
– St Athanasius dari Alexandria, dalam Konsili Nikea I.
– St Nikolas dari Myra, dalam Konsili Nikea I.
– St Kirilos dari Alexandria, dalam Konsili Efesus.
– Dll

Saya rasa sudah cukup sejarah Kekristenan sampai abad ke 8 ini untuk membuktikan ajaran Kristen itu tidak asal dibuat melalui pemikiran perorangan, namun melalui komunitas Kristen yang solid, yang memiliki sanad(suksesi) pengajaran sampai kepada Para Rasul Kristus yang diajar langsung oleh Kristus. Sampai pada jaman sekarang juga para Ulama-Ulama Kristen membuat tulisan berdasarkan karya-karya keagamaan dari abad ke abad dan juga tentunya yang terutama berdasarkan Kitab Suci.

Source:
Ante Nicene Fathers

Sejarah Gereja karya Dr. H. Berkhof dan Dr. I. H. Enklaar

Penulis: Ephitimia

kresten

ILMU TAFSIR ALKITAB

Hermeneutika

Tuhan sertamu !

Dalam agama Kristen seperti agama-agama lain yang memiliki Kitab Suci yang pakem, tentu memiliki ilmu tafsir yang sangat melekat dengan pemahaman Kitab Suci.
Dalam Kekristenan ilmu tafsir disebut Hermeneutika, atau terkadang disebut Eksegese sedangkan pelakunya disebut Ekseget(penafsir). Ilmu Hermeneutika dalam Kekristenan secara garis besar adalah metode memahami Alkitab baik secara Akademis ataupun Mistis(Rahasia/Non-Akademis), secara akademis ilmu Hermeneutika memahami Kitab Suci dari sudut pandang budaya dan kritis tata bahasa. Secara point kecilnya dalam ilmu Hermeneutika ada yang disebut Tipologi. Apa itu Tipologi ?

TIPOLOGI

Tipologi diambil dari bahasa Yunani Typos(Type, mungkin bisa diterjemahkan bentuk) dam Logos(Ilmu), Tipologi dalam ilmu Hermeneutika Kristen mempelajari kesinambungan antara Kitab-Kitab Yahudi terdahulu yaitu Tanakh(yang orang Kristen sebut sebagai Perjanjian Lama) dengan Perjanjian Baru. Sesuai dalam frasa Kristen Latin ada yang berbunyi demikian: “Novum in Vetere latet et in Novo Vetus patet
Perjanjian Baru terselubung dalam Perjanjian Lama, sedangkan Perjanjian Lama tersingkap dalam Perjanjian Baru

Contoh typologi:

1. Tongkat Nabi Harun berbunga

Perjanjian Lama

Bilangan 17:8-10
8. Ketika Musa keesokan harinya masuk ke dalam kemah hukum itu, maka tampaklah tongkat Harun dari keturunan Lewi telah bertunas, mengeluarkan kuntum, mengembangkan bunga dan berbuahkan buah badam.
9. Kemudian Musa membawa semua tongkat itu keluar dari hadapan TUHAN kepada seluruh orang Israel; mereka melihatnya lalu mengambil tongkatnya masing-masing.
10. TUHAN berfirman kepada Musa: “Kembalikanlah tongkat Harun ke hadapan tabut hukum untuk disimpan menjadi tanda bagi orang-orang durhaka, sehingga engkau mengakhiri sungut-sungut mereka dan tidak Kudengar lagi, supaya mereka jangan mati.”

Perjanjian Baru

Matius 1:23
“Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” — yang berarti: Allah menyertai kita.

Menurut ilmu tipologi, kedua ayat ini dapat disinambungkan. Bahwa tongkat Nabi Harun adalah proto tipe dari Bunda Maria, tongkat yang adalah tumbuhan mati tanpa dicangkokkan namun dapat berbunga, sama seperti Bunda Maria walaupun seorang Perawan namun dapat mengandung.

2. Dua loh batu

Perjanjian Lama

Ulangan 4:13
Dan Ia memberitahukan kepadamu perjanjian, yang diperintahkan-Nya kepadamu untuk dilakukan, yakni Kesepuluh Firman dan Ia menuliskannya pada dua loh batu.

Perjanjian Baru

Dikotomi Kristus

< Matius 16:16-17
16. Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!”
17. Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.

Yohanes 8:58
Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.”

Yohanes 10:30-31
30. Aku dan Bapa adalah satu.”
31. Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus.

> Matius 8:24
Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur.

Matius 4:2
Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus.

Dalam ilmu theologi Kristen ada yang disebut Dikotomi Kristus, atau dalam bahasa Indomesia disebut Dwikodrat Kristus bahwa dalam Pribadi Kristus terdapat dua kodrat yaitu Ilahi dan manusia, ini yang menyebabkan mengapa Kristus terkadang menunjukkan keilahianNya namun memiliki juga tabiat asli kemanusiaan yaitu lapar, haus, dll. Dua loh batu dalam Taurat adalah dua batu besar yang mana satunya berisi hukum-hukum menyangkut hubungan manusia dengan Sang Ilahi dan satunya lagi berisi hukum-hukum manusia dengan manusia, dalam ilmu Tipologi dua log batu ini adalah proto tipe dari Kristus yang adalah Ilahi dan manusia.

3. Imam Melkisedek memberikan Roti dan Anggur kepada Bapa Abram(nama lahir Bapa Abraham)

Perjanjian Lama

Kejadian 14:18-19
18. Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi.
19. Lalu ia memberkati Abram, katanya: “Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi,

Mazmur 110:4
TUHAN telah bersumpah, dan Ia tidak akan menyesal: “Engkau adalah imam untuk selama-lamanya, menurut Melkisedek.”

Perjanjian Baru

Ibrani 7:21-24
21. tetapi Ia dengan sumpah, diucapkan oleh Dia yang berfirman kepada-Nya: “Tuhan telah bersumpah dan Ia tidak akan menyesal: Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya” —
22. demikian pula Yesus adalah jaminan dari suatu perjanjian yang lebih kuat.
23. Dan dalam jumlah yang besar mereka telah menjadi imam, karena mereka dicegah oleh maut untuk tetap menjabat imam.
24. Tetapi, karena Ia tetap selama-lamanya, imamat-Nya tidak dapat beralih kepada orang lain.

Imam Melkisedek memberikan Bapa Abram sebuah pemberian yang dalam peraturan Imamat pada umumnya adalah hal yang tidak wajar, sebab seharusnya Imam tidak memberikan apapun bagi orang yang akan diberkatinya. Lebih aneh lagi yang diberikan adalah Roti dan Anggur(Wine) bukan sebuah hewan ternak. Dan Melkisedek adalah satu-satunya tokoh dalam Perjanjian Lama yang disebut Imam sekaligus Raja. Dalam ilmu tipologi Imam Melkisedek ini adalah proto tipe dari Kristus yang mana memberikan sesuatu miliknya bagi orang yang akan dia berkati, Melkisedek juga seorang Imam sekaligus Raja sama seperti Kristus. Roti dan Anggur dari Imam Melkisedek ini juga dalam ilmu tipologi dipahami sebagai proto tipe dari Sakramen Perjamuan Kudus.

Dan banyak lagi proto tipe-proto tipe Perjanjian Baru yang ada dalam Perjanjian Lama. Ada juga yang disebut Theophani(Penampakan Ilahi), hal tentang ini telah ditulis oleh seorang Bapa Gereja bernama Eusebius(hidup abad 3-4) dari Kaisarea(Yerusalem) dalam kitab tafsir yang berjudul “Peri Theophaneias”(Tentang Penampakan Ilahi). Tentang Theophani juga gua jelaskan dalam tulisan gua yang bisa kalian baca disini.

“Apa faedahnya dari tipologi ini ?”
Tipologi dalam iman Kristen dipahami sebagai “kode-kode” dari Sang Ilahi yang bertujuan agar saat Sang Firman Ilahi nuzul menjadi manusia dapat dipercaya banyak orang. Dan memang benar Para Rasul Kristus sering menggunakan Perjanjian Lama untuk mengInjili orang-orang Yahudi.

Penulis: Ephitimia

kresten

YESUS TIDAK PERNAH MENGAKU DIRI SEBAGAI TUHAN(?)

Tuhan sertamu !

Takukah anda kalau Kristus pernah mengaku TUHAN ?

“Hah serius min ? mana ada Kristus ngaku diri sebagai TUHAN(huruf besar semua) !”

Serius lah ! yaudah langsung kita bahas aja ayat-ayatnya.

KRISTUS SUDAH PERNAH BERTEMU ABRAHAM

Yohanes 8:56-57
56. Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita.”
57. Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya: “Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?”

Kita bahas dua ayat ini dulu biar gk langsung pusing.
Disini Kristus mengatakan Bapa Abraham telah melihat hariNya, maksudnya Kristus mengklaim bahwa DiriNya telah bertemu dengan Bapa Abraham. Karena Kristus waktu ini masih berumur 30-an, ya kaget lah orang Yahudi itu, makanya mereka katakan “umur lu aja 50 tahun kaga sampe, begimana lu bisa telah ketemu sama Bapa Abraham ?”.
Untuk memahami ayat ini tentulah kita harus mencari dalam bagian Kitab Suci yang menceritakan tentang Bapa Abraham, yaitu dalam Taurat.

“Ah masa sih di Taurat ada cerita yang menjelaskan Kristus bertemu dengan Abraham ?”

Iya jelas ada ! mari kita lihat,

THEOPHANI

Kejadian 18:1
Kemudian TUHAN menampakkan diri kepada Abraham dekat pohon tarbantin di Mamre, sedang ia duduk di pintu kemahnya waktu hari panas terik.

Jadi disini TUHAN(YHWH) menampakkan diri kepada Bapa Abraham, bukan sekedar berfirman tapi benar-benar MENAMPAKKAN DIRI. Lagi kita pada di ayat yang kedua,

Kejadian 18:2
Ketika ia mengangkat mukanya, ia melihat tiga orang berdiri di depannya. Sesudah dilihatnya mereka, ia berlari dari pintu kemahnya menyongsong mereka, lalu sujudlah ia sampai ke tanah,

TUHAN menampakkan diri kepada Abraham, namun setelah Bapa Abraham mengangkat mukanya ternyata ada tiga orang. Lah terus TUHAN dimana ? katanya nampak.

Kejadian 18:22
Lalu berpalinglah orang-orang itu dari situ dan berjalan ke Sodom, tetapi Abraham masih tetap berdiri di hadapan TUHAN.

Nah, ternyata salah satu dari yang berwujud orang itu TUHAN, sedang yang lainnya bukan, sebab yang dua itu Malaikat biasa,

Kejadian 19:1
Kedua malaikat itu tiba di Sodom pada waktu petang. Lot sedang duduk di pintu gerbang Sodom dan ketika melihat mereka, bangunlah ia menyongsong mereka, lalu sujud dengan mukanya sampai ke tanah,

Nah jelas kan ? jadi yang nampaknya seperti tiga orang itu, dua diantaranya Malaikat, dan satu adalah TUHAN.
Dalam penafsiran Kristen, hal ini disebut θεοφάνεια(Theophaneia) atau Theophani yang artinya “Penampakan Ilahi”. Dalam Taurat dan Kitab Para Nabi banyak sekali ditemukan bahwa TUHAN menampakan diri dalam wujud Malaikat, Manusia, Dll. Ada seorang Bapa Gereja yang hidup pada akhir abad 3 sampai awal abad 4 bernama Eusebius dari Kaisarea(Yerusalem), beliau seorang Uskup, dia menulis karya berjudul “Peri Theophaneias”(tentang Penampakan Ilahi) yang membahas detil setiap penampakan Ilahi Dalam Kitab-Kitab Yahudi yaitu Perjanjian Lama.
Adapun bukti beberapa penampakkan Ilahi berwujud manusia atau malaikat di dalam Taurat, adalah sebagai berikut:

1. Langkah Kaki YHWH di taman Eden

Kejadian 3:8
Ketika mereka mendengar bunyi LANGKAH TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.

2. Yakub berkelahi dengan YHWH yang berwujud manusia, ini melambangkang bahwa Israel akan melawan YHWH(menyalibkan Kristus)

Kejadian 32:24-30
24. Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing.
25. Ketika orang itu melihat, bahwa ia tidak dapat mengalahkannya, ia memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok, ketika ia bergulat dengan orang itu.
26. Lalu kata orang itu: “Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing.” Sahut Yakub: “Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku.”
27. Bertanyalah orang itu kepadanya: “Siapakah namamu?” Sahutnya: “Yakub.”
28. Lalu kata orang itu: “Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang.”
29. Bertanyalah Yakub: “Katakanlah juga namamu.” Tetapi sahutnya: “Mengapa engkau menanyakan namaku?” Lalu diberkatinyalah Yakub di situ.
30. Yakub menamai tempat itu Pniel, sebab katanya: “AKU TELAH MELIHAT ALLAH berhadapan muka, tetapi nyawaku tertolong!”

3. YHWH menampakan Diri kepada Hagar berwujud Malaikat

Kejadian 16:11-13
11. Selanjutnya kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: “Engkau mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan akan menamainya Ismael, sebab TUHAN telah mendengar tentang penindasan atasmu itu.
12. Seorang laki-laki yang lakunya seperti keledai liar, demikianlah nanti anak itu; tangannya akan melawan tiap-tiap orang dan tangan tiap-tiap orang akan melawan dia, dan di tempat kediamannya ia akan menentang semua saudaranya.”
13. Kemudian Hagar menamakan TUHAN yang telah berfirman kepadanya itu dengan sebutan: “Engkaulah El-Roi.” Sebab katanya: “Bukankah di sini KULIHAT DIA yang telah melihat aku?”

4. Dll

“TUHAN kok gelut ? TUHAN kok punya wujud ! katanya siapapun gk bisa melihat Allah !”

Begini, TUHAN itu banyak memberikan kode-kode tentang hal yang akan diungkapkan di masa depan, gunanya supaya jelas pesan Allah kepada manusia di masa depan dapat diterima dengan baik bagi orang banyak. Sebagai contoh TUHAN menyuruh Bapa Abraham mengorbankan Ishak anak yang dikasihi Bapa Abraham(bdk. Kejadian 22:2), ini perlambang bahwa TUHAN sendiri akan mengurbankan AnakNya(yaitu FirmanNya) yang menjadi manusia yaitu Kristus di atas salib. Ini juga termasuk mengapa TUHAN menampakan Diri berwujud manusia dan bergulat dengan Yakub(Israel), ini adalah lambang Kristus Sang Firman Allah yang berwujud manusia akan disalibkan oleh orang-orang Israel. Kode-kode Allah dalam Perjanjian Lama yang diungkap dalam Perjanjian Baru ini oleh para penafsir Alkitab disebut Tipologi. Karena ini ada frasa Kristen berbahasa Latin yang berbunyi:
“Novum in Vetere latet et in Novo Vetus patet”
“Perjanjian Baru terselubung dalam Perjanjian Lama, sedangkan Perjanjian Lama tersingkap dalam Perjanjian Baru”

Ya siapapun memang tidak bisa melihat Allah, tetapi !

Yohanes 1:18
Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.

Allah dalam Yohanes 1:18 ini ditujukan kepada Sang Bapa, sebab memang terkadang Allah ditujukan bagi Sang Bapa. Allah Sang Bapa memang bukan Hypostasis(Persona) dari Diri Allah yang menggambarkan DiriNya. Kalau dianalogikan, Sang Bapa itu bagaikan pikiran, ya pikiran mana bisa dilihat ? pikiran baru bisa diketahui eksistensinya setelah SESEORANG ITU BERFIRMAN/BERBICARA. Maka disini pikiran yang abstrak dapat diketahui secara jelas setelah firman dikeluarkan. Allah seperti ini juga, Sang Bapa baru dapat diketahui setelah Sang FirmanNya dikeluarkan supaya bisa menjangkau manusia. Perlu diingat Sang Firman Allah ini bukan sekedar suara yang dihasilkan dari getaran mulut dan hembusan nafas sedemikian rupa, tapi Sang Firman Allah ini adalah Hypostasis yang hidup yang berada di dalam Diri Allah, jadi firmannya manusia BERBEDA dari FirmanNya Allah.
Lagipula Apa salahnya memang Allah berkomunikasi dengan manusia melalui cara Dia menampakan Diri sebagai Malaikat dan manusia ? bukannya ini justru harusnya lebih mulia daripada sekedar berkomunikasi melalui wujud suara ?

“Kok Firman Allah disebut Anak Allah ?”

Firman itu kata kiasan, Anakpun juga kata kiasan, jadi tidak bermakna literal apalagi biologis. Maksudnya gini ya biar gua jelasin rada detil: Firman(kata-kata) itu awalnya berada di dalam pikiran, maka seolah-olah firman ini dikandung dalam pikiran, makanya dalam seni sastra ada kalimat “pikirannya mengandung kata-kata”, nah setelah pikirannya ini mengandung firman, barulah firman ini dikeluarkan yang seolah-olah seperti dilahirkan, makanya dalam seni sastra ada istilah “pikirannya melahirkan kata-kata”. Jadi ini kiasan ! Allah disebut Sang Bapa dan Firman Allah disebut Anak Allah bukan berarti bermakna biologis. Sama seperti halnya “anak panah” bukan berarti ibu panah dan bapa panah berhubungan intem lalu lahir anak panah dan nanti ada cucu panah dan juga cicit panah.

Oke, jadi sekarang kita semua sudah paham bahwa Kristus benar-benar telah bertemu Bapa Abraham dalam PENAMPAKAN yang gunanya sebagai kode dari Allah bahwa Sang Firman Allah akan menjadi manusia. Sekarang kta lanjutin aja ayat setelah Injil Yohanes 8:56-67. Gua mau bahas dua ayat setelahnya.

KRISTUS MENGAKU SEBAGAI TUHAN

“Boong lu min ! yakali Kristus ngaku sebagai Tuhan !”

Biasa aja kali -_- yaudah gua jelasin aja langsung,

Yohanes 8:58-59
58. Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.”
59. Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah.

Ayat 58 ini kurang jelas kalau kita tidak langsung menggunakan bahasa aslinya. Dalam bahasa aslinya berbunyi demikian,

ΙΩΑΝΝΗΝ 8:58
ειπεν αυτοις ο ιησους αμην αμην λεγω υμιν πριν αβρααμ γενεσθαι εγω ειμι

eipen avtois o Iesous amin amin lego hymin prin Abraam genesthai EGO EIMI

Kristus disini menyebut DiriNya EGO EIMI, sebenarnya apa sih arti EGO EIMI ini ? untuk memahami kata EGO EIMI ini gua mau menggunakan Septuaginta yaitu Perjanjian Lama berbahasa Yunani yang diterjemahkan oleh Sarjana-sarjana Yahudi pra-Kristus, supaya klop dengan bahasa asli Perjanjian Baru yaitu Yunani. Mari kita baca dulu dalam Taurat

Exodus 3:14 και ειπεν ο θεος προς μωυσην εγω ειμι ο ων και ειπεν ουτως ερεις τοις υιοις ισραηλ ο ων απεσταλκεν με προς υμας

kai eipen o Theos pros Mousin, EGO EIMI O ON, kai eipen outos ereis tois hyiois Israil O ON apestalken me pros hymas.

Terjemahan bebas:
Dan berfirmanlah Allah kepada Musa: “AKU ADALAH AKU“, dan lagi berfirman “beginilah kaukatakan kepada anak-anak Israel AKULAH telah mengutus aku kepadamu”

Nah jadi kata EGO EIMI ini adalah kependekan dari EGO EIMI O ON yang dalam bahasa Ibraninya berbunyi אהיה אשר אהיה(Ehyeh Asher Ehyeh). Ini adalah salah satu Nama yang dipakai Allah dalam Perjanjian Lama untuk menyebut DiriNya kepada Musa sesuai ayat yang gua tunjukan di atas, jadi ini termasuk dari Nama Allah. Kata Ehyeh Asher Ehyeh ini juga dapat diterjemahkan menjadi “Aku ada sebagaimana aku ada”. Hal ini dijelaskan juga secara detil oleh Rabbi Jordan D Cohen dalam website myjewishlearning secara detil dengan bukti tulisan para penafsir-penafsir Yahudi terdahulu: myjewishlearning .
Disini membuktikan bahwa masyarakat Yahudi secara tradisi keagamaan sudah jelas memahami “EGO EIMI” ini sebagai salah satu Nama yang melekat pada Allah, maka bila orang mengatakan EGO EIMI(EHYEH ASHER EHYEH), maka orang tersebut telah MENGAKU BAHWA DIRINYA ALLAH. Dengan ini dapat disimpulkan bahwa alasan orang Yahudi ingin melempari Kristus dengan batu sebab Kristus telah mengaku diri sebagai Allah. Sebab menurut hukum Musa memang orang yang menistakan Nama Allah termasuk menyamakan diri dengan Allah itu sebuah tindak pelanggaran hukum.

Namun setelah di Yohanes 8, Kristus tidak kapok menyamakan Diri dengan Allah, pada pasal 10 Dia menyamakan Diri lagi dengan Allah yang menyebabkan orang-orang Yahudi ingin melempar batu kepada Kristus lagi,

Yohanes 10:30-31
30. Aku dan Bapa adalah satu.”
31. Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus.

Jadi, Kristus secara hukum Yahudi telah dua kali menistakan TUHAN karena menyamakan Diri dengan TUHAN. Ini salah satu alasan mengapa orang-orang Yahudi sangat bernafsu ingin menyerahkan Kristus kepada Pilatus untuk dihukum.

Penulis: Ephitimia

kresten

MENURUT ALKITAB HANYA 144.000 ORANG SAJA YANG MASUK SURGA

Tuhan sertamu !

Sebelum mulai membahas secara sistematis hal ini, ada baiknya kita membaca bagian ayat Alkitabnya terlebih dahulu,

Wahyu 7:4
Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel.

“Tuh kan cuman 144k aja yang dimateraikan ! cuman orang Israel aja lagi !”

Sabar dulu, belum dijelasin udah ngotot aja. Dalam tafsir Alkitab itu selain kritis grammatical, kita juga harus melihat background budaya dalam kisah tersebut atau background budaya orang yang menulis.

Kitab Wahyu itu ditulis oleh Rasul Yohanes murid Kristus(bdk. Wahyu 1:1), lebih tepatnya murid kesayangan Kristus(bdk. Yohanes 19:26). Rasul Yohanes ini seorang Yahudi, walau Kitab Wahyu ini ditulis dalam bahasa Yunani untuk kepentingan agar dapat dimengerti oleh banyak umat karena bahasa Yunani adalah bahasa internasional pada masa itu seperti bahasa Inggris, tetapi tentulah Rasul Yohanes memakai gaya sastra orang Yahudi. Gaya cirikhas sastra Yahudi itu ada banyak, ada parellelismus membrorum yang biasanya terdapat dalam Kitab syair seperti Mazmur, selain ini pada Kitab Wahyu banyak digunakan gematria.
Gematria(גמטריא‬) berasal dari kata bahasa Yunani γεωμετρία(geometria), gematria ini adalah gaya sastra yang mana angka-angka menyimbolkan sesuatu. Hal ini hampir sama seperti yang ada dalam kepercayaan masyarakat Tionghoa, yang mana angka 四(Shi: empat) karena berbunyi sama dengan 死(Shi: mati) maka dianggap angka sial. Tetapi dalam masyarakat Yahudi, gematria ini murni hanya sebagai penyimbolan dalam seni sastra saja, sebagai contoh 12 melambang suku Israel, 7 melambangkan karunia Roh Allah atau lambang kesempurnaan(sebab Allah menyelesaikan penciptaan selama 7 ‘hari’), 6 melambangkan ketidak sempurnaan(7-1= 6 = tidak sempurna) atau manusia(sebab manusia diciptakan pada hari keenaam), 10 lambang penggenapan, dll. Sampai sini sudah mulai rada mengerti ?

“Bentar min, katanya ini Yahudi, tapi kok berakar kata dari geometri yang adalah bahasa Yunani ? apa hubungannya Yahudi sama Yunani ?”

Orang Yahudi itu dari masa sebelum Kristus sudah banyak yang terkena helenisasi(peng-yunani-an) karena banyak tinggal di daerah-daerah berbahasa Yunani, salah satunya Alexandria(Mesir). Di Alexandria dulu pada masa sebelum Kristus, pemimpin disana mendatangkan 72 Sarjana Yahudi untuk menerjemahkan seluruh Kitab Yahudi dari bahasa Ibrani dan Aramia ke bahasa Yunani, Kitab ini disebut Septuaginta atau dalam bahasa Yunani disebut Ἑβδομήκοντα(Evdomikonta) yang artinya “Sang Tujuh Puluh”, maksudnya taksiran dari angka 72 yang adalah jumlah para Sarjana yang menerjemahkannya. Selain gematria, ada banyak artian Yahudi yang diambil dari bahasa Yunani, salah satunya juga Metatron(מטטרון) yang diambil dari bahasa Yunani μετὰ(meta) artinya dibalik atau samping dan θρóνος(thronos) yang artinya takhta, artian ini dalam Talmud(semacam Kitab tafsir) Yahudi dipakai untuk menjelaskan Malakh YHWH(Malaikat YHWH) dalam Taurat.

Oke sampai sini sudah mengerti kan apa itu gematria dan kenapa kita harus menggunakan gematria dalam menafsir angka-angka dalam Kitab Wahyu ? ya gua rasa sudah.

“Jadi cuman 144k aja kan min yang selamat ? nasib kita gimana dong ?”

Sabar ! gak ada tafsir Kristen hanya 144.000 yang selamat, ini tafsiran saksi-saksi Yehuwah, yang sebenarnya pengikut Russel, mereka gk ngerti background makanya tafsir saenak udel ae.
144.000 itu adalah 144 x 1000, oke sekarang kita kupas angka 144 dan 1000 secara perpangkatan.
144 = 12², apa maksudnya dua belas pangkat dua ? 12² itu 12 x 12. 12 adalah lambang 12 suku Israel, sedangkan 12 satunya lagi lambang 12 Rasul, makna 12 x 12 = 144 disini adalah umat dari 12 suku Israel dan umat dari 12 Rasul Kristus akan dipersatukan.
1000 = 10³, apa maksudnya sepuluh pangkat tiga ? 10³ itu 10 x 10 x 10. 10 adalah lambang penggenapan, sedangkan (pangkat)tiga itu melambangkan Sang Ilahi(bdk. 1 Yohanes 5:7), jadi makna 10 x 10 x 10 = 1000 disini adalah penggenapan dari Sang Ilahi.
Dari sini dapat kita simpulkan bahwa 144.000 menyimbolkan penggenapan dari Sang Ilahi kepada suku-suku Israel dan kepada pengikut Para Rasul Kristus, yaitu janji penggenapan Allah yang tercatat dalam Kitab Suci akan adanya hari akhir dan Surga.

“Min kok ribet banget sih ?”
Iyalah, orang Yahudi kan dari jaman dulu emang suka Matematika, terbukti sampe sekarang emak-emak Yahudi kalau lagi hamil suka ngerjain soal Matematika. Dan sebenarnya ilmu gematria ini juga gunanya untuk segi praktis, tapi tentunya hanya bisa dibaca untuk orang yang mengerti ilmu gematria.

“Min, tapi di Wahyu 7:4 kan yang disebut disitu hanya suku keturunan Israel aja”

Ya benar, memang hanya orang Israel saja yang diberikan materai keselamatan. Masalahnya BUKAN HANYA ISRAEL DAGING SAJA, sebab ada Israel rohani juga,

Roma 2:28-29
2:28 Sebab yang disebut Yahudi bukanlah orang yang lahiriah Yahudi, dan yang disebut sunat, bukanlah sunat yang dilangsungkan secara lahiriah.
2:29 Tetapi orang Yahudi sejati ialah dia yang tidak nampak keyahudiannya dan sunat ialah sunat di dalam hati, secara rohani, bukan secara hurufiah. Maka pujian baginya datang bukan dari manusia, melainkan dari Allah.

Nah jadi ukuran sebagai Israel bukan ritual Yahudi yang bersifat perjanjian darah(harus keturunan daging lalu disunat daging), tetapi jauh lebih itu hal yang lebih dalam yaitu rohani. Jadi kita pun adalah keturunan Abraham, keturunan Israel juga secara rohani, sebab yang datang ke Perjamuan Surgawi duduk bersama Bapa Abraham, Ishak dan Yakub bukan cuman keturunan dagingnya saja,

Matius 8:11
Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga,

Lagi Rasul Paulus tegaskan

Galatia 3:7
Jadi kamu lihat, bahwa mereka yang hidup dari iman, mereka itulah anak-anak Abraham.

Jadi kita ini Israel juga, sama-sama keturunan Abraham melalui Ishak dan Yakub SECARA IMAN. Iman yang ada pada Abraham ini yang sampai sekarang HANYA diwariskan kepada kita, maka kita SATU-SATUNYA AGAMA ABRAHAMIK. Sedangkan orang Israel secara daging keseluruhannya baru akan disatukan secara penuh, secara iman dengan kita nanti saat hari penghakiman. Seperti yang Kristus katakan,

Lukas 13:30
Dan sesungguhnya ada orang yang terakhir yang akan menjadi orang yang terdahulu dan ada orang yang terdahulu yang akan menjadi orang yang terakhir.”

Jadi kita yang terakhir dapat janji dari Allah, tapi kita duluan yang menerimanya secara penuh dalam Yesus Sang Mesias, sedangkan mereka Israel secara daging yang lebih dulu dapat janji dari Allah justru jadi yang terakhir untuk mempercayai Yesus Sang Mesias.

“Tapi min, di Wahyu 7:5-8 kok dijelasin detil jumlahnya persuku ? kayanya ini emang bermakna literal deh”

Tidak ! itu tidak bermakna literal, seperti yang sudah gua jelaskan di atas bahwa orang Kristen juga Israel tapi secara rohani. Masalah setiap suku disebut secara detil karena memang 12 Rasul Kristus itu mengikuti pola 12 Suku Israel, makanya di Yerusalem baru ada pintu gerbang-pintu gerbang yang tertulis nama 12 suku Israel dan dasarnya nama 12 Rasul:

Wahyu 21:12
Dan temboknya besar lagi tinggi dan pintu gerbangnya dua belas buah; dan di atas pintu-pintu gerbang itu ada dua belas malaikat dan di atasnya tertulis nama KEDUA BELAS SUKU ISRAEL.

Wahyu 21:14
Dan tembok kota itu mempunyai dua belas batu dasar dan di atasnya tertulis kedua belas nama KEDUA BELAS RASUL ANAK DOMBA itu.

Hal ini ditegaskan lagi bahwa memang bukan hanya Israel jasmani yang dimateraikan sebab,

Wahyu 7:9
Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, SUATU KUMPULAN BESAR ORANG BANYAK YANG TIDAK DAPAT TERHITUNG BANYAKNYA, DARI SEGALA BANGSA dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka.

Nah kalau memang jumlah 144.000 dalam ayat 4 harus dimaknai literal, kenapa di ayat 9 ditulis TIDAK DAPAT TERHITUNG BANYAKNYA ? ya jelas sebab 144.000 itu harus dipahami dengan gematria bukan literal !
Kalau keturunan Israel di ayat 4 hanya bisa dimaknai literal secara daging, kenapa di ayat 9 ditulis DARI SEGALA BANGSA DAN SUKU DAN KAUM DAN BAHASA ? makanya tafsir secara jelas dengan mempertimbangkan ayat Alkitab lain yang terkait.
Sangat indah bukan seni Sastra Suci kita kalau dipahami ? ya indah lah, yang gk indah itu kalau memahami Kitab Wahyu pakai kacamata film game of thrones, jadinya semua dimitoskan karena ditafsir literal, wong Apokalipsis(Wahyu) itu Kitab ‘mistis’ kok dipaksa literal.

Keterangan gambar: Kristus yang dilambangkan Anak Domba berada di atas altar menghimpun orang-orang Israel rohani(Kristen) dan Israel daging.

Tambahan: “min ini cocokologi ya ?”
Enggak sama sekali, dalam tradisi tafsir Yahudi untuk Tanakh(yang orang Kristen sebut Perjanjian Lama) memang ilmu gematria digunakan, ini buktinya dari website Yahudi langsung di myjewishlearning makanya dalam Talmud banyak dijelaskan tentang gematria ini.

Penulis: Ephitimia

kresten