Hermeneutika

Tuhan sertamu !

Dalam agama Kristen seperti agama-agama lain yang memiliki Kitab Suci yang pakem, tentu memiliki ilmu tafsir yang sangat melekat dengan pemahaman Kitab Suci.
Dalam Kekristenan ilmu tafsir disebut Hermeneutika, atau terkadang disebut Eksegese sedangkan pelakunya disebut Ekseget(penafsir). Ilmu Hermeneutika dalam Kekristenan secara garis besar adalah metode memahami Alkitab baik secara Akademis ataupun Mistis(Rahasia/Non-Akademis), secara akademis ilmu Hermeneutika memahami Kitab Suci dari sudut pandang budaya dan kritis tata bahasa. Secara point kecilnya dalam ilmu Hermeneutika ada yang disebut Tipologi. Apa itu Tipologi ?

TIPOLOGI

Tipologi diambil dari bahasa Yunani Typos(Type, mungkin bisa diterjemahkan bentuk) dam Logos(Ilmu), Tipologi dalam ilmu Hermeneutika Kristen mempelajari kesinambungan antara Kitab-Kitab Yahudi terdahulu yaitu Tanakh(yang orang Kristen sebut sebagai Perjanjian Lama) dengan Perjanjian Baru. Sesuai dalam frasa Kristen Latin ada yang berbunyi demikian: “Novum in Vetere latet et in Novo Vetus patet
Perjanjian Baru terselubung dalam Perjanjian Lama, sedangkan Perjanjian Lama tersingkap dalam Perjanjian Baru

Contoh typologi:

1. Tongkat Nabi Harun berbunga

Perjanjian Lama

Bilangan 17:8-10
8. Ketika Musa keesokan harinya masuk ke dalam kemah hukum itu, maka tampaklah tongkat Harun dari keturunan Lewi telah bertunas, mengeluarkan kuntum, mengembangkan bunga dan berbuahkan buah badam.
9. Kemudian Musa membawa semua tongkat itu keluar dari hadapan TUHAN kepada seluruh orang Israel; mereka melihatnya lalu mengambil tongkatnya masing-masing.
10. TUHAN berfirman kepada Musa: “Kembalikanlah tongkat Harun ke hadapan tabut hukum untuk disimpan menjadi tanda bagi orang-orang durhaka, sehingga engkau mengakhiri sungut-sungut mereka dan tidak Kudengar lagi, supaya mereka jangan mati.”

Perjanjian Baru

Matius 1:23
“Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” — yang berarti: Allah menyertai kita.

Menurut ilmu tipologi, kedua ayat ini dapat disinambungkan. Bahwa tongkat Nabi Harun adalah proto tipe dari Bunda Maria, tongkat yang adalah tumbuhan mati tanpa dicangkokkan namun dapat berbunga, sama seperti Bunda Maria walaupun seorang Perawan namun dapat mengandung.

2. Dua loh batu

Perjanjian Lama

Ulangan 4:13
Dan Ia memberitahukan kepadamu perjanjian, yang diperintahkan-Nya kepadamu untuk dilakukan, yakni Kesepuluh Firman dan Ia menuliskannya pada dua loh batu.

Perjanjian Baru

Dikotomi Kristus

< Matius 16:16-17
16. Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!”
17. Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.

Yohanes 8:58
Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.”

Yohanes 10:30-31
30. Aku dan Bapa adalah satu.”
31. Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus.

> Matius 8:24
Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur.

Matius 4:2
Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus.

Dalam ilmu theologi Kristen ada yang disebut Dikotomi Kristus, atau dalam bahasa Indomesia disebut Dwikodrat Kristus bahwa dalam Pribadi Kristus terdapat dua kodrat yaitu Ilahi dan manusia, ini yang menyebabkan mengapa Kristus terkadang menunjukkan keilahianNya namun memiliki juga tabiat asli kemanusiaan yaitu lapar, haus, dll. Dua loh batu dalam Taurat adalah dua batu besar yang mana satunya berisi hukum-hukum menyangkut hubungan manusia dengan Sang Ilahi dan satunya lagi berisi hukum-hukum manusia dengan manusia, dalam ilmu Tipologi dua log batu ini adalah proto tipe dari Kristus yang adalah Ilahi dan manusia.

3. Imam Melkisedek memberikan Roti dan Anggur kepada Bapa Abram(nama lahir Bapa Abraham)

Perjanjian Lama

Kejadian 14:18-19
18. Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi.
19. Lalu ia memberkati Abram, katanya: “Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi,

Mazmur 110:4
TUHAN telah bersumpah, dan Ia tidak akan menyesal: “Engkau adalah imam untuk selama-lamanya, menurut Melkisedek.”

Perjanjian Baru

Ibrani 7:21-24
21. tetapi Ia dengan sumpah, diucapkan oleh Dia yang berfirman kepada-Nya: “Tuhan telah bersumpah dan Ia tidak akan menyesal: Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya” —
22. demikian pula Yesus adalah jaminan dari suatu perjanjian yang lebih kuat.
23. Dan dalam jumlah yang besar mereka telah menjadi imam, karena mereka dicegah oleh maut untuk tetap menjabat imam.
24. Tetapi, karena Ia tetap selama-lamanya, imamat-Nya tidak dapat beralih kepada orang lain.

Imam Melkisedek memberikan Bapa Abram sebuah pemberian yang dalam peraturan Imamat pada umumnya adalah hal yang tidak wajar, sebab seharusnya Imam tidak memberikan apapun bagi orang yang akan diberkatinya. Lebih aneh lagi yang diberikan adalah Roti dan Anggur(Wine) bukan sebuah hewan ternak. Dan Melkisedek adalah satu-satunya tokoh dalam Perjanjian Lama yang disebut Imam sekaligus Raja. Dalam ilmu tipologi Imam Melkisedek ini adalah proto tipe dari Kristus yang mana memberikan sesuatu miliknya bagi orang yang akan dia berkati, Melkisedek juga seorang Imam sekaligus Raja sama seperti Kristus. Roti dan Anggur dari Imam Melkisedek ini juga dalam ilmu tipologi dipahami sebagai proto tipe dari Sakramen Perjamuan Kudus.

Dan banyak lagi proto tipe-proto tipe Perjanjian Baru yang ada dalam Perjanjian Lama. Ada juga yang disebut Theophani(Penampakan Ilahi), hal tentang ini telah ditulis oleh seorang Bapa Gereja bernama Eusebius(hidup abad 3-4) dari Kaisarea(Yerusalem) dalam kitab tafsir yang berjudul “Peri Theophaneias”(Tentang Penampakan Ilahi). Tentang Theophani juga gua jelaskan dalam tulisan gua yang bisa kalian baca disini.

“Apa faedahnya dari tipologi ini ?”
Tipologi dalam iman Kristen dipahami sebagai “kode-kode” dari Sang Ilahi yang bertujuan agar saat Sang Firman Ilahi nuzul menjadi manusia dapat dipercaya banyak orang. Dan memang benar Para Rasul Kristus sering menggunakan Perjanjian Lama untuk mengInjili orang-orang Yahudi.

Penulis: Ephitimia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.