Tuhan sertamu !

Banyak orang non-Kristen melontarkan pernyataan bahwa Injil tidak ditulis oleh Kristus karena baru ada setelah Kristus naik ke Surga, dan karena ini Kitab Injil yang dipercayai orang Kristen adalah hasil rekaan. Oke mari kita bahas dulu mulai dari “Injil itu apa sih ?“.

Injil itu bahasa Arab yang diturunkan dari kata bahasa Yunani yaitu ευαγγέλιον(evangelion) yang artinya kabar baik.

Matius 4:23
Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.

Injil itu adalah sebuah berita, yaitu berita tentang kabar baik bahwa Sang Firman Allah turun ke dunia menjadi manusia untuk keselamatan umat manusia. Jadi Injil itu sudah ada sebelum dokumentasi(Kitab) tentang Injil ada. Contoh begini: ada seorang Raja meninggal, beberapa jam atau menit dan bahkan detik setelah Sang Raja meninggal tentulah orang-orang di sekitar Raja tersebut mengetahui tentang berita ini, barulah karena urgensi supaya banyak rakyat mengetahui berita ini maka ditulis sebuah kabar berita tentang meninggalnya Sang Raja dan orang Kerajaan membacakan berita ini ke seluruh negri.

Saat Sang Firman Allah lahir ke dunia menjadi manusia yaitu Yesus Kristus, disinilah Injil sudah dimulai, dan bahkan Kristus sendiri yang adalah isi dari Injil itu memberitakan tentang Injil Kabar Baik ini seperti ayat yang gua tunjukan di atas. Jadi Injil ini awalnya suatu kabar berita yang bersifat lisan, lalu karena urgensi akhirnya ditulis agar mudah untuk disebarkan. Siapa yang menulis berita Injil yang awalnya lisan ini ? Para Rasul Kristus atau kerabat Para Rasul.

“Okelah Injil Matius dan Yohanes ditulis oleh murid Kristus langsung, tapi min ! Markus itu bukan termasuk 12 murid Kristus ! Lukas juga bukan !”
Ya memang, tapi Markus itu juru tulis Rasul Petrus. Sedangkan Lukas adalah murid Rasul Paulus, yangmana Lukas menulis Injil itu berdasarkan wawancara dengan banyak para saksi mata yang mengalami Injil,

Lukas 1:1-4
1. Teofilus yang mulia, Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita,
2. seperti yang disampaikan kepada kita OLEH MEREKA, yang dari semula adalah SAKSI MATA dan pelayan Firman.
3. Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu,
4. supaya engkau dapat mengetahui, bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar.

Siapa saksi mata disini ? ya macam-macam mulai dari Bunda Maria, Para Murid Kristus, Zakheus, Dll. Dan juga di ayat-ayat ini bahwa Lukas menulis Injil untuk keperluan agar Teofilus seorang petobat Kristen non-Yahudi supaya dapat mengetahui tentang Injil secara lebih jelas dan detil, jadi intinya supaya Injil yang awalnya hanya lisan ini dapat disebar luaskan dengan mudah tanpa para saksi mata ini harus ikut dibawa kemana-mana.

“Tapi min ! Lukas itu murid Paulus ! Paulus itu pendusta yang merusak agama Nasrani !”
Merusak agama gimana ? Rasul Petrus yang adalah pemimpin 12 murid Kristus sendiri memuji tulisan Paulus, terbukti dari surat yang ditulis oleh Rasul Petrus sendiri

2 Petrus 3:15
Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya.

Lagipula penulisan Kitab Injil oleh Lukas tidak ada sangkut pautnya dengan Rasul Paulus, karena Lukas langsung mewawancara para saksi mata khususnya lebih dominan mewawancara Bunda Maria yaitu Ibu dari Kristus, lebih shohih dong ?
Jadi gk perlu lihat Lukas murid siapa atau Lukas itu orang Yahudi atau Yunani, tapi kita lihat aja DARIMANA LUKAS DAPET KISAH-KISAH INI ? sama seperti halnya juga Markus.
Untuk Markus, bukti kedekatan Markus dengan Rasul Petrus ada di surat yang ditulis oleh Rasul Petrus sendiri,

1 Petrus 5:13
Salam kepada kamu sekalian dari kawanmu yang terpilih yang di Babilon, dan juga dari Markus, anakku.

“Tapi min, Kitab Perjanjian Baru kan baru ada setelah abad 3 ! ini pasti penipuan Gereja !”

Dari mulai karya sastra Para Rasul dan kerabat Rasul dibuat ini Gereja sudah mempercayai keabsahan tulisan-tulisan ini, dan sudah mulai dibacakan di Gereja-Gereja. Seiring jaman mulai banyak karya-karya fiksi yang gk jelas tulisannya siapa, tetapi dipercayai oleh beberapa umat, sampai akhirnya ada seorang bidat Gnostik bernama Marcion seorang anak Uskup yang juga saudagar kaya, membuat kumpulan tulisan-tulisan Kristen berbentuk jilid. Oleh karena ini Gereja mengumpulkan tulisan-tulisan Kristen awal dan memberikan klasifikasi sampai akhirnya mengkanonkan(mensahkan) Kitab-Kitab mana saja yang sah untuk dibacakan di Gereja, lalu terkumpullah 4 Injil, Kisah Para Rasul, Surat-surat Rasuli dan Kitab Wahyu Yohanes. Untuk hal ini bisa kalian baca di tulisan kami disini.

Lagi pula gua lebih percaya institusi Gereja abad itu, sebab Kristus sudah pasti melindungi GerejaNya,

Matthew 16:18
And I say also unto thee, That thou art Peter, and upon this rock I will build my church; and the gates of hell shall not prevail against it.

Ini lebih baik dan lebih jelas daripada gua harus percaya orang yang lahir 600 tahun setelah Kristus lalu mengklaim dirinya menaiki pegasus kepala wanita cantik ke atas langit tanpa ada saksi hidup sama sekali lalu bilang Injil telah dirubah. Mungkin untuk tambahan bisa baca tulisan kami tentang “Gereja” disini.

INJIL DALAM SENI GEREJAWI

Selain ada Kitab Injil yang ditulis untuk tujuan agar Injil(yang awalnya lisan) mudah disebar luaskan sampai akhirnya dikanonkan sebagai tolak ukur iman Kristiani, ada juga bentuk-bentuk seni Gerejawi yang digunakan untuk menyatakan Injil.

Seni lukis ataupun patung Gerejawi digunakan agar umat dapat memahami Injil lebih mudah secara visual, hal ini juga bisa membantu orang-orang yang buta huruf agar bisa memahami Injil lebih mudah. Dan seni lukis ataupun patung Gerejawi ini bukan mengejar kemiripan tokoh tetapi menyimbolkan tokoh, misal: dalam lukisan Kristus Pantokrator digambarkan sebelah muka Kristus tersenyum dan sebelah lagi murka, ini menggambarkan Allah yang Maha Kasih dan Maha Adil. Menurut tradisi, lukisan Gerejawi pertama dibuat oleh Lukas penulis Injil, dia melukiskan Bunda Maria menggendong kanak-kanak Kristus.

Seperti halnya seni lukis, himne-himne Gerejawi juga bertujuan untuk pekabaran Injil dan pemahaman umat akan Injil. Himne-himne Gerejawi juga sarat sekali akan makna-makna filosofis seperti misalnya saat mengisahkan tentang kenaikan Kristus maka nadanya naik, mengisahkan Kristus ke dalam kerajaan maut maka nadanya turun, Dll.

Gua rasa udah cukup, dan di akhir ini gua mau kasih satu ayat:

Markus 16:15
Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.

Penulis: Ephitimia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.