Tuhan sertamu !

Sebelum mulai membahas secara sistematis hal ini, ada baiknya kita membaca bagian ayat Alkitabnya terlebih dahulu,

Wahyu 7:4
Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel.

“Tuh kan cuman 144k aja yang dimateraikan ! cuman orang Israel aja lagi !”

Sabar dulu, belum dijelasin udah ngotot aja. Dalam tafsir Alkitab itu selain kritis grammatical, kita juga harus melihat background budaya dalam kisah tersebut atau background budaya orang yang menulis.

Kitab Wahyu itu ditulis oleh Rasul Yohanes murid Kristus(bdk. Wahyu 1:1), lebih tepatnya murid kesayangan Kristus(bdk. Yohanes 19:26). Rasul Yohanes ini seorang Yahudi, walau Kitab Wahyu ini ditulis dalam bahasa Yunani untuk kepentingan agar dapat dimengerti oleh banyak umat karena bahasa Yunani adalah bahasa internasional pada masa itu seperti bahasa Inggris, tetapi tentulah Rasul Yohanes memakai gaya sastra orang Yahudi. Gaya cirikhas sastra Yahudi itu ada banyak, ada parellelismus membrorum yang biasanya terdapat dalam Kitab syair seperti Mazmur, selain ini pada Kitab Wahyu banyak digunakan gematria.
Gematria(גמטריא‬) berasal dari kata bahasa Yunani γεωμετρία(geometria), gematria ini adalah gaya sastra yang mana angka-angka menyimbolkan sesuatu. Hal ini hampir sama seperti yang ada dalam kepercayaan masyarakat Tionghoa, yang mana angka 四(Shi: empat) karena berbunyi sama dengan 死(Shi: mati) maka dianggap angka sial. Tetapi dalam masyarakat Yahudi, gematria ini murni hanya sebagai penyimbolan dalam seni sastra saja, sebagai contoh 12 melambang suku Israel, 7 melambangkan karunia Roh Allah atau lambang kesempurnaan(sebab Allah menyelesaikan penciptaan selama 7 ‘hari’), 6 melambangkan ketidak sempurnaan(7-1= 6 = tidak sempurna) atau manusia(sebab manusia diciptakan pada hari keenaam), 10 lambang penggenapan, dll. Sampai sini sudah mulai rada mengerti ?

“Bentar min, katanya ini Yahudi, tapi kok berakar kata dari geometri yang adalah bahasa Yunani ? apa hubungannya Yahudi sama Yunani ?”

Orang Yahudi itu dari masa sebelum Kristus sudah banyak yang terkena helenisasi(peng-yunani-an) karena banyak tinggal di daerah-daerah berbahasa Yunani, salah satunya Alexandria(Mesir). Di Alexandria dulu pada masa sebelum Kristus, pemimpin disana mendatangkan 72 Sarjana Yahudi untuk menerjemahkan seluruh Kitab Yahudi dari bahasa Ibrani dan Aramia ke bahasa Yunani, Kitab ini disebut Septuaginta atau dalam bahasa Yunani disebut Ἑβδομήκοντα(Evdomikonta) yang artinya “Sang Tujuh Puluh”, maksudnya taksiran dari angka 72 yang adalah jumlah para Sarjana yang menerjemahkannya. Selain gematria, ada banyak artian Yahudi yang diambil dari bahasa Yunani, salah satunya juga Metatron(מטטרון) yang diambil dari bahasa Yunani μετὰ(meta) artinya dibalik atau samping dan θρóνος(thronos) yang artinya takhta, artian ini dalam Talmud(semacam Kitab tafsir) Yahudi dipakai untuk menjelaskan Malakh YHWH(Malaikat YHWH) dalam Taurat.

Oke sampai sini sudah mengerti kan apa itu gematria dan kenapa kita harus menggunakan gematria dalam menafsir angka-angka dalam Kitab Wahyu ? ya gua rasa sudah.

“Jadi cuman 144k aja kan min yang selamat ? nasib kita gimana dong ?”

Sabar ! gak ada tafsir Kristen hanya 144.000 yang selamat, ini tafsiran saksi-saksi Yehuwah, yang sebenarnya pengikut Russel, mereka gk ngerti background makanya tafsir saenak udel ae.
144.000 itu adalah 144 x 1000, oke sekarang kita kupas angka 144 dan 1000 secara perpangkatan.
144 = 12², apa maksudnya dua belas pangkat dua ? 12² itu 12 x 12. 12 adalah lambang 12 suku Israel, sedangkan 12 satunya lagi lambang 12 Rasul, makna 12 x 12 = 144 disini adalah umat dari 12 suku Israel dan umat dari 12 Rasul Kristus akan dipersatukan.
1000 = 10³, apa maksudnya sepuluh pangkat tiga ? 10³ itu 10 x 10 x 10. 10 adalah lambang penggenapan, sedangkan (pangkat)tiga itu melambangkan Sang Ilahi(bdk. 1 Yohanes 5:7), jadi makna 10 x 10 x 10 = 1000 disini adalah penggenapan dari Sang Ilahi.
Dari sini dapat kita simpulkan bahwa 144.000 menyimbolkan penggenapan dari Sang Ilahi kepada suku-suku Israel dan kepada pengikut Para Rasul Kristus, yaitu janji penggenapan Allah yang tercatat dalam Kitab Suci akan adanya hari akhir dan Surga.

“Min kok ribet banget sih ?”
Iyalah, orang Yahudi kan dari jaman dulu emang suka Matematika, terbukti sampe sekarang emak-emak Yahudi kalau lagi hamil suka ngerjain soal Matematika. Dan sebenarnya ilmu gematria ini juga gunanya untuk segi praktis, tapi tentunya hanya bisa dibaca untuk orang yang mengerti ilmu gematria.

“Min, tapi di Wahyu 7:4 kan yang disebut disitu hanya suku keturunan Israel aja”

Ya benar, memang hanya orang Israel saja yang diberikan materai keselamatan. Masalahnya BUKAN HANYA ISRAEL DAGING SAJA, sebab ada Israel rohani juga,

Roma 2:28-29
2:28 Sebab yang disebut Yahudi bukanlah orang yang lahiriah Yahudi, dan yang disebut sunat, bukanlah sunat yang dilangsungkan secara lahiriah.
2:29 Tetapi orang Yahudi sejati ialah dia yang tidak nampak keyahudiannya dan sunat ialah sunat di dalam hati, secara rohani, bukan secara hurufiah. Maka pujian baginya datang bukan dari manusia, melainkan dari Allah.

Nah jadi ukuran sebagai Israel bukan ritual Yahudi yang bersifat perjanjian darah(harus keturunan daging lalu disunat daging), tetapi jauh lebih itu hal yang lebih dalam yaitu rohani. Jadi kita pun adalah keturunan Abraham, keturunan Israel juga secara rohani, sebab yang datang ke Perjamuan Surgawi duduk bersama Bapa Abraham, Ishak dan Yakub bukan cuman keturunan dagingnya saja,

Matius 8:11
Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga,

Lagi Rasul Paulus tegaskan

Galatia 3:7
Jadi kamu lihat, bahwa mereka yang hidup dari iman, mereka itulah anak-anak Abraham.

Jadi kita ini Israel juga, sama-sama keturunan Abraham melalui Ishak dan Yakub SECARA IMAN. Iman yang ada pada Abraham ini yang sampai sekarang HANYA diwariskan kepada kita, maka kita SATU-SATUNYA AGAMA ABRAHAMIK. Sedangkan orang Israel secara daging keseluruhannya baru akan disatukan secara penuh, secara iman dengan kita nanti saat hari penghakiman. Seperti yang Kristus katakan,

Lukas 13:30
Dan sesungguhnya ada orang yang terakhir yang akan menjadi orang yang terdahulu dan ada orang yang terdahulu yang akan menjadi orang yang terakhir.”

Jadi kita yang terakhir dapat janji dari Allah, tapi kita duluan yang menerimanya secara penuh dalam Yesus Sang Mesias, sedangkan mereka Israel secara daging yang lebih dulu dapat janji dari Allah justru jadi yang terakhir untuk mempercayai Yesus Sang Mesias.

“Tapi min, di Wahyu 7:5-8 kok dijelasin detil jumlahnya persuku ? kayanya ini emang bermakna literal deh”

Tidak ! itu tidak bermakna literal, seperti yang sudah gua jelaskan di atas bahwa orang Kristen juga Israel tapi secara rohani. Masalah setiap suku disebut secara detil karena memang 12 Rasul Kristus itu mengikuti pola 12 Suku Israel, makanya di Yerusalem baru ada pintu gerbang-pintu gerbang yang tertulis nama 12 suku Israel dan dasarnya nama 12 Rasul:

Wahyu 21:12
Dan temboknya besar lagi tinggi dan pintu gerbangnya dua belas buah; dan di atas pintu-pintu gerbang itu ada dua belas malaikat dan di atasnya tertulis nama KEDUA BELAS SUKU ISRAEL.

Wahyu 21:14
Dan tembok kota itu mempunyai dua belas batu dasar dan di atasnya tertulis kedua belas nama KEDUA BELAS RASUL ANAK DOMBA itu.

Hal ini ditegaskan lagi bahwa memang bukan hanya Israel jasmani yang dimateraikan sebab,

Wahyu 7:9
Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, SUATU KUMPULAN BESAR ORANG BANYAK YANG TIDAK DAPAT TERHITUNG BANYAKNYA, DARI SEGALA BANGSA dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka.

Nah kalau memang jumlah 144.000 dalam ayat 4 harus dimaknai literal, kenapa di ayat 9 ditulis TIDAK DAPAT TERHITUNG BANYAKNYA ? ya jelas sebab 144.000 itu harus dipahami dengan gematria bukan literal !
Kalau keturunan Israel di ayat 4 hanya bisa dimaknai literal secara daging, kenapa di ayat 9 ditulis DARI SEGALA BANGSA DAN SUKU DAN KAUM DAN BAHASA ? makanya tafsir secara jelas dengan mempertimbangkan ayat Alkitab lain yang terkait.
Sangat indah bukan seni Sastra Suci kita kalau dipahami ? ya indah lah, yang gk indah itu kalau memahami Kitab Wahyu pakai kacamata film game of thrones, jadinya semua dimitoskan karena ditafsir literal, wong Apokalipsis(Wahyu) itu Kitab ‘mistis’ kok dipaksa literal.

Keterangan gambar: Kristus yang dilambangkan Anak Domba berada di atas altar menghimpun orang-orang Israel rohani(Kristen) dan Israel daging.

Tambahan: “min ini cocokologi ya ?”
Enggak sama sekali, dalam tradisi tafsir Yahudi untuk Tanakh(yang orang Kristen sebut Perjanjian Lama) memang ilmu gematria digunakan, ini buktinya dari website Yahudi langsung di myjewishlearning makanya dalam Talmud banyak dijelaskan tentang gematria ini.

Penulis: Ephitimia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.