Tuhan sertamu !

Takukah anda kalau Kristus pernah mengaku TUHAN ?

“Hah serius min ? mana ada Kristus ngaku diri sebagai TUHAN(huruf besar semua) !”

Serius lah ! yaudah langsung kita bahas aja ayat-ayatnya.

KRISTUS SUDAH PERNAH BERTEMU ABRAHAM

Yohanes 8:56-57
56. Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita.”
57. Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya: “Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?”

Kita bahas dua ayat ini dulu biar gk langsung pusing.
Disini Kristus mengatakan Bapa Abraham telah melihat hariNya, maksudnya Kristus mengklaim bahwa DiriNya telah bertemu dengan Bapa Abraham. Karena Kristus waktu ini masih berumur 30-an, ya kaget lah orang Yahudi itu, makanya mereka katakan “umur lu aja 50 tahun kaga sampe, begimana lu bisa telah ketemu sama Bapa Abraham ?”.
Untuk memahami ayat ini tentulah kita harus mencari dalam bagian Kitab Suci yang menceritakan tentang Bapa Abraham, yaitu dalam Taurat.

“Ah masa sih di Taurat ada cerita yang menjelaskan Kristus bertemu dengan Abraham ?”

Iya jelas ada ! mari kita lihat,

THEOPHANI

Kejadian 18:1
Kemudian TUHAN menampakkan diri kepada Abraham dekat pohon tarbantin di Mamre, sedang ia duduk di pintu kemahnya waktu hari panas terik.

Jadi disini TUHAN(YHWH) menampakkan diri kepada Bapa Abraham, bukan sekedar berfirman tapi benar-benar MENAMPAKKAN DIRI. Lagi kita pada di ayat yang kedua,

Kejadian 18:2
Ketika ia mengangkat mukanya, ia melihat tiga orang berdiri di depannya. Sesudah dilihatnya mereka, ia berlari dari pintu kemahnya menyongsong mereka, lalu sujudlah ia sampai ke tanah,

TUHAN menampakkan diri kepada Abraham, namun setelah Bapa Abraham mengangkat mukanya ternyata ada tiga orang. Lah terus TUHAN dimana ? katanya nampak.

Kejadian 18:22
Lalu berpalinglah orang-orang itu dari situ dan berjalan ke Sodom, tetapi Abraham masih tetap berdiri di hadapan TUHAN.

Nah, ternyata salah satu dari yang berwujud orang itu TUHAN, sedang yang lainnya bukan, sebab yang dua itu Malaikat biasa,

Kejadian 19:1
Kedua malaikat itu tiba di Sodom pada waktu petang. Lot sedang duduk di pintu gerbang Sodom dan ketika melihat mereka, bangunlah ia menyongsong mereka, lalu sujud dengan mukanya sampai ke tanah,

Nah jelas kan ? jadi yang nampaknya seperti tiga orang itu, dua diantaranya Malaikat, dan satu adalah TUHAN.
Dalam penafsiran Kristen, hal ini disebut θεοφάνεια(Theophaneia) atau Theophani yang artinya “Penampakan Ilahi”. Dalam Taurat dan Kitab Para Nabi banyak sekali ditemukan bahwa TUHAN menampakan diri dalam wujud Malaikat, Manusia, Dll. Ada seorang Bapa Gereja yang hidup pada akhir abad 3 sampai awal abad 4 bernama Eusebius dari Kaisarea(Yerusalem), beliau seorang Uskup, dia menulis karya berjudul “Peri Theophaneias”(tentang Penampakan Ilahi) yang membahas detil setiap penampakan Ilahi Dalam Kitab-Kitab Yahudi yaitu Perjanjian Lama.
Adapun bukti beberapa penampakkan Ilahi berwujud manusia atau malaikat di dalam Taurat, adalah sebagai berikut:

1. Langkah Kaki YHWH di taman Eden

Kejadian 3:8
Ketika mereka mendengar bunyi LANGKAH TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.

2. Yakub berkelahi dengan YHWH yang berwujud manusia, ini melambangkang bahwa Israel akan melawan YHWH(menyalibkan Kristus)

Kejadian 32:24-30
24. Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing.
25. Ketika orang itu melihat, bahwa ia tidak dapat mengalahkannya, ia memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok, ketika ia bergulat dengan orang itu.
26. Lalu kata orang itu: “Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing.” Sahut Yakub: “Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku.”
27. Bertanyalah orang itu kepadanya: “Siapakah namamu?” Sahutnya: “Yakub.”
28. Lalu kata orang itu: “Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang.”
29. Bertanyalah Yakub: “Katakanlah juga namamu.” Tetapi sahutnya: “Mengapa engkau menanyakan namaku?” Lalu diberkatinyalah Yakub di situ.
30. Yakub menamai tempat itu Pniel, sebab katanya: “AKU TELAH MELIHAT ALLAH berhadapan muka, tetapi nyawaku tertolong!”

3. YHWH menampakan Diri kepada Hagar berwujud Malaikat

Kejadian 16:11-13
11. Selanjutnya kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: “Engkau mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan akan menamainya Ismael, sebab TUHAN telah mendengar tentang penindasan atasmu itu.
12. Seorang laki-laki yang lakunya seperti keledai liar, demikianlah nanti anak itu; tangannya akan melawan tiap-tiap orang dan tangan tiap-tiap orang akan melawan dia, dan di tempat kediamannya ia akan menentang semua saudaranya.”
13. Kemudian Hagar menamakan TUHAN yang telah berfirman kepadanya itu dengan sebutan: “Engkaulah El-Roi.” Sebab katanya: “Bukankah di sini KULIHAT DIA yang telah melihat aku?”

4. Dll

“TUHAN kok gelut ? TUHAN kok punya wujud ! katanya siapapun gk bisa melihat Allah !”

Begini, TUHAN itu banyak memberikan kode-kode tentang hal yang akan diungkapkan di masa depan, gunanya supaya jelas pesan Allah kepada manusia di masa depan dapat diterima dengan baik bagi orang banyak. Sebagai contoh TUHAN menyuruh Bapa Abraham mengorbankan Ishak anak yang dikasihi Bapa Abraham(bdk. Kejadian 22:2), ini perlambang bahwa TUHAN sendiri akan mengurbankan AnakNya(yaitu FirmanNya) yang menjadi manusia yaitu Kristus di atas salib. Ini juga termasuk mengapa TUHAN menampakan Diri berwujud manusia dan bergulat dengan Yakub(Israel), ini adalah lambang Kristus Sang Firman Allah yang berwujud manusia akan disalibkan oleh orang-orang Israel. Kode-kode Allah dalam Perjanjian Lama yang diungkap dalam Perjanjian Baru ini oleh para penafsir Alkitab disebut Tipologi. Karena ini ada frasa Kristen berbahasa Latin yang berbunyi:
“Novum in Vetere latet et in Novo Vetus patet”
“Perjanjian Baru terselubung dalam Perjanjian Lama, sedangkan Perjanjian Lama tersingkap dalam Perjanjian Baru”

Ya siapapun memang tidak bisa melihat Allah, tetapi !

Yohanes 1:18
Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.

Allah dalam Yohanes 1:18 ini ditujukan kepada Sang Bapa, sebab memang terkadang Allah ditujukan bagi Sang Bapa. Allah Sang Bapa memang bukan Hypostasis(Persona) dari Diri Allah yang menggambarkan DiriNya. Kalau dianalogikan, Sang Bapa itu bagaikan pikiran, ya pikiran mana bisa dilihat ? pikiran baru bisa diketahui eksistensinya setelah SESEORANG ITU BERFIRMAN/BERBICARA. Maka disini pikiran yang abstrak dapat diketahui secara jelas setelah firman dikeluarkan. Allah seperti ini juga, Sang Bapa baru dapat diketahui setelah Sang FirmanNya dikeluarkan supaya bisa menjangkau manusia. Perlu diingat Sang Firman Allah ini bukan sekedar suara yang dihasilkan dari getaran mulut dan hembusan nafas sedemikian rupa, tapi Sang Firman Allah ini adalah Hypostasis yang hidup yang berada di dalam Diri Allah, jadi firmannya manusia BERBEDA dari FirmanNya Allah.
Lagipula Apa salahnya memang Allah berkomunikasi dengan manusia melalui cara Dia menampakan Diri sebagai Malaikat dan manusia ? bukannya ini justru harusnya lebih mulia daripada sekedar berkomunikasi melalui wujud suara ?

“Kok Firman Allah disebut Anak Allah ?”

Firman itu kata kiasan, Anakpun juga kata kiasan, jadi tidak bermakna literal apalagi biologis. Maksudnya gini ya biar gua jelasin rada detil: Firman(kata-kata) itu awalnya berada di dalam pikiran, maka seolah-olah firman ini dikandung dalam pikiran, makanya dalam seni sastra ada kalimat “pikirannya mengandung kata-kata”, nah setelah pikirannya ini mengandung firman, barulah firman ini dikeluarkan yang seolah-olah seperti dilahirkan, makanya dalam seni sastra ada istilah “pikirannya melahirkan kata-kata”. Jadi ini kiasan ! Allah disebut Sang Bapa dan Firman Allah disebut Anak Allah bukan berarti bermakna biologis. Sama seperti halnya “anak panah” bukan berarti ibu panah dan bapa panah berhubungan intem lalu lahir anak panah dan nanti ada cucu panah dan juga cicit panah.

Oke, jadi sekarang kita semua sudah paham bahwa Kristus benar-benar telah bertemu Bapa Abraham dalam PENAMPAKAN yang gunanya sebagai kode dari Allah bahwa Sang Firman Allah akan menjadi manusia. Sekarang kta lanjutin aja ayat setelah Injil Yohanes 8:56-67. Gua mau bahas dua ayat setelahnya.

KRISTUS MENGAKU SEBAGAI TUHAN

“Boong lu min ! yakali Kristus ngaku sebagai Tuhan !”

Biasa aja kali -_- yaudah gua jelasin aja langsung,

Yohanes 8:58-59
58. Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.”
59. Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah.

Ayat 58 ini kurang jelas kalau kita tidak langsung menggunakan bahasa aslinya. Dalam bahasa aslinya berbunyi demikian,

ΙΩΑΝΝΗΝ 8:58
ειπεν αυτοις ο ιησους αμην αμην λεγω υμιν πριν αβρααμ γενεσθαι εγω ειμι

eipen avtois o Iesous amin amin lego hymin prin Abraam genesthai EGO EIMI

Kristus disini menyebut DiriNya EGO EIMI, sebenarnya apa sih arti EGO EIMI ini ? untuk memahami kata EGO EIMI ini gua mau menggunakan Septuaginta yaitu Perjanjian Lama berbahasa Yunani yang diterjemahkan oleh Sarjana-sarjana Yahudi pra-Kristus, supaya klop dengan bahasa asli Perjanjian Baru yaitu Yunani. Mari kita baca dulu dalam Taurat

Exodus 3:14 και ειπεν ο θεος προς μωυσην εγω ειμι ο ων και ειπεν ουτως ερεις τοις υιοις ισραηλ ο ων απεσταλκεν με προς υμας

kai eipen o Theos pros Mousin, EGO EIMI O ON, kai eipen outos ereis tois hyiois Israil O ON apestalken me pros hymas.

Terjemahan bebas:
Dan berfirmanlah Allah kepada Musa: “AKU ADALAH AKU“, dan lagi berfirman “beginilah kaukatakan kepada anak-anak Israel AKULAH telah mengutus aku kepadamu”

Nah jadi kata EGO EIMI ini adalah kependekan dari EGO EIMI O ON yang dalam bahasa Ibraninya berbunyi אהיה אשר אהיה(Ehyeh Asher Ehyeh). Ini adalah salah satu Nama yang dipakai Allah dalam Perjanjian Lama untuk menyebut DiriNya kepada Musa sesuai ayat yang gua tunjukan di atas, jadi ini termasuk dari Nama Allah. Kata Ehyeh Asher Ehyeh ini juga dapat diterjemahkan menjadi “Aku ada sebagaimana aku ada”. Hal ini dijelaskan juga secara detil oleh Rabbi Jordan D Cohen dalam website myjewishlearning secara detil dengan bukti tulisan para penafsir-penafsir Yahudi terdahulu: myjewishlearning .
Disini membuktikan bahwa masyarakat Yahudi secara tradisi keagamaan sudah jelas memahami “EGO EIMI” ini sebagai salah satu Nama yang melekat pada Allah, maka bila orang mengatakan EGO EIMI(EHYEH ASHER EHYEH), maka orang tersebut telah MENGAKU BAHWA DIRINYA ALLAH. Dengan ini dapat disimpulkan bahwa alasan orang Yahudi ingin melempari Kristus dengan batu sebab Kristus telah mengaku diri sebagai Allah. Sebab menurut hukum Musa memang orang yang menistakan Nama Allah termasuk menyamakan diri dengan Allah itu sebuah tindak pelanggaran hukum.

Namun setelah di Yohanes 8, Kristus tidak kapok menyamakan Diri dengan Allah, pada pasal 10 Dia menyamakan Diri lagi dengan Allah yang menyebabkan orang-orang Yahudi ingin melempar batu kepada Kristus lagi,

Yohanes 10:30-31
30. Aku dan Bapa adalah satu.”
31. Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus.

Jadi, Kristus secara hukum Yahudi telah dua kali menistakan TUHAN karena menyamakan Diri dengan TUHAN. Ini salah satu alasan mengapa orang-orang Yahudi sangat bernafsu ingin menyerahkan Kristus kepada Pilatus untuk dihukum.

Penulis: Ephitimia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.