Tuhan sertamu !

Mungkin banyak diantara kita berpikir bahwa Kekristenan adalah Agama buatan Kekaisaran Romawi, Kristus baru diangkat jadi ‘Tuhan’ pada tahun 325 Masehi, Dll. Namun apakah itu benar adanya ? berbicara masalah tahun, tentulah kita harus berbicara mengenai sejarah yang nyata tercatat dan diceritakan secara turun temurun, bekas sejarahnya pun harus jelas sampai saat ini, barulah itu bisa dikatakan kebenaran menurut sejarah.
Dalam sejarah Kekristenan, jaman-jaman itu juga dibagi dari ciri khas Bapa-Bapa Gereja pada zamannya, dan Bapa-Bapa Gereja ini juga dilihat dari suksesinya dia belajar sama siapa, ditahbis sama siapa, semua itu harus mengerucut sampai ke Para Rasul Kristus, yang mana Para Rasul Kristus diajar langsung oleh Kristus. Seperti dalam Islam ada jaman Muhammad, lalu Muhammad mengajari Para Sahabatnya, lalu Para Sahabatnya mengajari Para Tabi’in dan terus dan terus, jadi ada sanadnya. Kalau dalam Kekristenan hal ini disebut suksesi Apostolik/Rasuli, yang mana seseorang Ulama yang mengajar, pengajarannya itu dapat dipertanggung jawabkan dalam komunitas Kekristenan sebagai sebuah kebenaran karena dia memiliki sanad/suksesi/benang merah sampai ke Para Rasul Kristus, nah Para Rasul Kristus ini diajar langsung oleh Kristus. Adapun tulisan ini dibuat untuk keperluan agar baik orang Kristen ataupun non-Kristen dapat saling memahami supaya bisa meminimalisir gesekan antar golongan.

Adapun pembagian zaman pengajaran Kristen adalah sebagai berikut:

1. Zaman Kristus masih di dunia

Sebelum Kristus naik ke Surga, Kristus memiliki 12 Murid utama yang juga disebut sebagai RasulNya(bdk. Matius 10:2-5), 12 Murid Kristus ini dibentuk dari pola 12 suku Israel(bdk. Kejadian 49:28). Selain 12 Murid utama ini Kristus juga memiliki 70 Murid(bdk. Lukas 10:1), 70 Murid ini dibentuk dari pola 70 tua-tua Israel(bdk. Bilangan 11:16). Nah dari sini kita mengetahui bahwa Kristus memiliki 12 Murid utama dan 70 Murid yang lain, ini belum termasuk murid pria lain yang tidak tercatat dan juga murid wanita, jadi Kristus itu memiliki murid yang Dia berikan otoritas khusus. Pada zaman ini Injil hanya berwujud lisan diajarkan langsung dari Kristus ke Para MuridNya, barulah saat zaman Para Rasul, Injil yang awalnya lisan ini dibukukan untuk kepentingan penyebar luasan agama, tentang ini bisa kalian baca disini.

2. Zaman Para Rasul Kristus

Setelah Kristus wafat, bangkit dan naik ke Surga DISAKSIKAN BANYAK ORANG(bdk. Kisah Para Rasul 1:9), Para Rasul ini sesuai amanat Kristus memiliki otoritas atas Gereja Kristus(bdk. Matius 16: 18-19), untuk tentang Gereja bisa kalian baca di WordPress saya disini.
Karena jumlah 12 Murid utama berkurang satu dikarenakan Yudas Iskariot berkhianat, maka Rasul Petrus sebagai ketua kolega Para Rasul Kristus berinisiatif untuk memilih satu orang sebagai pengganti posisi kosong tersebut dan terpilihlah Rasul Matias(bdk. Kisah Para Rasul 1:26).
Setelah ini Para Rasul Kristus mengInjil ke seluruh dunia. Rasul Petrus mengInjil ke Antiokhia dan Roma, Rasul Filipus ke Ethiopia, Rasul Tomas ke India, Dll. Para Rasul ini mengInjil kesana kemari juga punya murid, dan mereka juga menahbis orang setempat untuk menjadi Ulama supaya bisa mengajar walaupun Para Rasul tidak ada, merereka ini disebut Presbiteros atau dalam bahasa Indonesia disebut Penatua:
Kisah Para Rasul 14:23
Di tiap-tiap jemaat rasul-rasul itu menetapkan penatua-penatua bagi jemaat itu dan setelah berdoa dan berpuasa, mereka menyerahkan penatua-penatua itu kepada Tuhan, yang adalah sumber kepercayaan mereka.

Pada jaman Para Rasul ini jugalah para murid Kristus sudah disebut Kristen:
Kisah Para Rasul 11:26
Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.

Bahkan Rasul Petrus murid langsung Kristus juga menyebut dirinya Kristen:
1 Petrus 4:16
Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus itu.

Di zaman ini juga Para Rasul berkonsili, Konsili ini kalau dalam Islam mungkin seperti Muktamar yang mana Para Ulama berijtihad menentukan suatu perkara. Konsili ini membahas tentang apakah orang Kristen harus mengikuti Tradisi kebudayaan Yahudi atau tidak seperti sunat, hukum kosher-tame(halal-haram) makanan, dll. Di catat dalam Kisah Para Rasul 15 bahwa Para Rasul dan para Penatua juga bermufakat tentang hal ini sampai akhirnya muncul suatu dekrit pada zaman itu bahwa orang Kristen tidak diwajibkan mengikuti peraturan adat istiadat kebangsaan Yahudi, namun orang Kristen non-Yahudi dihimbau untuk tidak memakan darah, hewan mati dicekik, persembahan berhala, dll untuk menjaga hubungan baik dengan orang Kristen yang berbudaya Yahudi. Sebab Kristus memang tidak mewajibkan hukum Seremonial Taurat, tetapu hukum moral Taurat lah yang kekal adanya, hukum Seremonial pun sebenarnya tidak dihapus namun direformasi seperti materai perjanjian sunat diganti dengan materai perjanjian baptis.

3. Zaman Bapa-Bapa Apostolik

Sebelumnya sudah gua jelaskan bahwa Para Rasul Kristus memiliki murid-murid juga, diantara murid-murid mereka ini ada juga yang cerdas dan lihai dalam menuliskan pengajaran Kristen.
Rasul Yohanes di dalak Injilnya menulis demikian:

Yohanes 21:25
Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.

Dan dalam surat yang ditulis oleh Rasul Yohanes, dia memberitahu demikian:

2 Yohanes 1:12
Sungguhpun banyak yang harus kutulis kepadamu, aku tidak mau melakukannya dengan kertas dan tinta, tetapi aku berharap datang sendiri kepadamu dan berbicara berhadapan muka dengan kamu, supaya sempurnalah sukacita kita.

Jadi ada banyak pengajaran tentang Kristus yang menurut Rasul Yohanes tidak bisa hanya sekedar ditulus, maka harus ngobrol ketemu langsung, harus diajarin langsung baru paham. Rasul Yohanes dan Para Rasul Kristus yang lain ini juga demikian, makanya mereka punya murid yang mereka ajar secara lisan. Murid-murid dari Para Rasul Kristus yang hebat ini disebut “Bapa-Bapa Apostolik”, diantaranya ada:
– St Ignatius dari Antiokhia, murid Rasul Yohanes. St Ignatius juga dipercayai sebagai anak kecil yang pernah ditemui Kristus dalam Matius 18:2.
– St Polikarpus dari Smyrna, murid Rasul Yohanes.
– St Klemens dari Roma, murid Rasul Petrus.
– St Markus penulis Injil, murid Rasul Petrus sekaligus juru tulis Rasul Petrus yang sudah dianggap seperti anak(bdk. 1 Petrus 5:13).
– Dll

Para Bapa-Bapa Apostolik ini juga membuat tulisan, tulisannya berisi pengajaran Kristen yang mereka dapat dari gurunya yaitu Para Rasul Kristus, Para Rasul Kristus mendapat pengajaran dari Kristus langsung, jadu sanad pengajarannya jelas. Adapun tulisan para Bapa Apostolik diantaranya:
– Surat 1 & 2 Klemens.
– 7 pucuk surat Ignatius yang dia tulis saat perjalanan(jalan kaki secara literal) dari Antiokhia ke Roma untuk diadu dengan singa lapar menurut hukum pemerintahan Romawi karena dianggap sebagai pemimpin pemberontak(dahulu di Kekaisaran Romawi orang Kristen dianggap sebagai pemberontak).
– Surat Polikarpus kepada Gereja di Filipi
– Dll

Dalam Kekristenan posisi tulisan para Bapa Apostolik ini bisa dibilang setara dengan Hadits dalam Islam. Tulisan-tulisan ini berguna sebagai pendukung tafsiran Perjanjian Baru sebab para Bapa Apostolik adalah murid dan sahabat langsung dari para penulis Perjanjian Baru.

4. Zaman Bapa-Bapa Apologi

Pada awalnya tulisan Kristen hanya berisi pengajaran bagi orang Kristen juga atau orang yang tertarik dengan Agama Kristen, namun di abad 2-3 Masehi tulisan Kristen mulai meluas keperluannya ke orang di luar Kristen juga. Mengapa ? pada zaman itu orang Kristen terus dianiaya karena tuduhan yang tidak pernah dilakukan orang Kristen, tuduhan ini berasal baik dari pemerintah, orang pagan, filsuf, heretik(bid’ah) dan bahkan orang Yahudi. Untuk keperluan agar orang Kristen tidak selalu difitnah dan dianiaya, para Ulama-Ulama Kristen pada zaman ini menulis karya yang mendebat tuduhan-tuduhan tersebut, oleh karena ini mereka disebut Bapa-Bapa Apologi/Apologetik(pembela/pendebat untuk iman). Biasanya para Ulama ini adalah para akademisi Filsafat pada zamannya, kemampuan berfilsafat ini mereka pakai juga untuk melawan musuh-musuh Agama Kristen secara tulisan, karena Filsafat pada zaman itu sangat dihormati sebagai alat menentukan suatu kebenaran. Diantaranya para Ulama pada zaman ini adalah:
– St Yustinus Martir, seorang Samaria yang adalah ahli hukum dan filsafat, dia belajar Kristen dari St Polikarpus, St Polikarpus sendiri adalah murid langsung dari Rasul Yohanes murid Kristus langsung.
– Tatianus, murid dari St Yustinus Martir.
– St Klemens dari Alexandria, founder dari Sekolah Theologi Kristen pertama di dunia, yaitu di Alexandria(Mesir). Terkadang juga disebut “Bapa Filsafat Kristen”.
– Tertulianus, seorang Ulama Kristen pertama yang menulis buku Theologi dalam bahasa Latin(biasanya orang Kristen menulis dalam bahasa Yunani).
– St Siprianus, seorang Guru besar Retorika di Kartago(Afrika Utara, dekat Tunisia).
– St Irenaeus dari Lyon(Perancis), murid langsung dari St Polikarpus, St Polikarpus murid langsung dari Rasul Yohanes, Rasul Yohanes murid langsung dari Kristus.
– Dll

Karya para Bapa-Bapa Apologi:
– Apologi pertama, karya St Yustinus Martir. Ditujukan kepada Antonius Pius(Kaisar Roma), anaknya, dan Senat Romawi.
– Apologi kedua, karya St Yustinus Martir. Ditujukan kepada Senat Romawi.
– Dialog dengan Trypho, karya St Yustinus Martir. Trypho adalag seorang Rabi/Ulama Yahudi yang juga sahabat dari St Yustinus Martir.
– Diskursus kepada orang-orang Yunani, karya St Yustinus Martir. Perdebatan St Yustinus Martir dengan Filsuf-Filsuf Yunani tentang dewa-dewi Yunani.
– Melawan para heretik(Adversus Haereses), karya St Irenaeus dari Lyon.
– De Spectaculis(Pada permainan publik), karya St Siprianus.
– Dll

5. Zaman Bapa-Bapa Konsili Ekumenis

Ingat kasus Kerajaan Ubur-Ubur ? ya pasti beberapa dari kalian langsung menjawab dalam hati “tau lah, aliran sesat itu kan ?”, ya benar mereka sesat menurut Agama Islam. Di Indonesia kita memiliki Majelis Ulama Indonesia(MUI) yang membantu pemerintah dalam keperluan menyangkut umat Islam, seperti bila ada suatu kelompok yang diisukan sebagai aliran sesat(menurut Islam) yang mengaku Islam/membawa unsur-unsur Islam maka MUI akan menyelediki lalu merundingkan sampai akhirnya mengeluarkan sebuah pernyataan yang bisa berlandaskan da’lil agama Islam(Qur’an atau Hadits). Hal ini dalam dunia Islam sudah jelas bukan membuat ajaran baru, kita semua setuju kan ? tetapi MEMPERTEGAS AJARAN YANG SUDAH ADA. Para Ulama Islam biasa mengadakan Muktamar untuk berijtihad memutuskan suatu perkara.

Hal ini juga SAMA SEPERTI AGAMA KRISTEN. Agama Kristus dulu tersebar ke seluruh dunia, Negara(Kekaisaran) yang sangat luas dan paling banyak orang Kristennya pada masa itu adalah Romawi. Kekaisaran Romawi pada masa itu meliputi: Roma Italia, Konstantinopel(sekarang Turki), Yunani, Palestina, Yordania, Tunisia, Suriah, Prancis, Dll.
Waktu abad 4 Jendral Konstantinus naik takhta menjadi Kaisar Romawi, kebetulan Ibunya Konstantinus adalah seorang petobat Kristen yang taat, jadi Konstantinus walaupun seorang Pagan karena bapanya Pagan, tapi dia mempunyai nilai-nilai Kristiani dari Ibunya, dan saat dia menjadi Kaisar sangat sering dinasehati oleh Ibunya. Ibu dari Kaisar Konstantinus adalah St Helena, terkadang juga disebut Ibu Suri Konstantinopel karena sangat berpengaruh sebagai Ibu Kaisar. Konstantinus sendiri baru menjadi Kristen tepat sebelum kematiannya.

Di Kerajaan Romawi yang hampir meliputi seluruh dunia itu sudah banyak yang menjadi Kristen, maka konflik keagamaan Kristen juga menjadi urusan pemerintah sebab kalau sampai konflik saudara berkepanjangan maka pemerintah juga yang rugi. Ditambah pemerintah Romawi telah mengeluarkan dekrit Edik Milano yang memberikan hak kebebasan beragama bagi umat Kristen, jadi setelah ini Majelis Ulama-Ulama Kristen di Romawi semacam menjadi Kementrian Agama untuk Romawi, dan sudah jelas memdapatkan bantuan finansial dari Kaisar.

Pada abad yang sama yaitu abad 4, ada seorang Ulama Kristen dari Konstantinopel bernama Arius, jabatannya adalah Imam(Presbiter). Dia mengajarkan bahwa Firman Allah adalah ciptaan, dengan ini dia beranggapan bahwa Kristus bukan Ilahi. Hal ini jelas bertentangan dari iman Kristen yang diajarkan Rasul Yohanes murid Kristus langsung bahwa Firman Allah adalah Ilahi(bdk. Injil Yohanes 1). Hal ini menjadi kekacauan seantero Kekaisaran Romawi, akhirnya Kaisar Konstantinus sebagai pemerintah yang menjamin hak-hak komunitas Kristen mensubsidikan untuk diadakannya Konsili Ekumenis/Muktamar Akbar di Nikea pada tahun 325, ini juga sebagai bentuk antisipasi perang saudara di Romawi. Diundanglah para Ulama Kristen seantero Romawi dan juga dari berbagai belahan dunia lain untuk menjelaskan iman Kristen dan memutuskan Arius sebagai bidat. Salah satunya yang sempat datang adalah St Nikolas dari Myra yang kemudian difiksikan oleh C*ca-C*la menjadi Santa Claus, St Nikolas saat berdebat dengan Arius sempat menampar Arius. Sampai akhirnya Arius diekskomunikasi(dikutuk) karena kesesatannya. Arius dihukum sesuai hukum Kristen bahwa penyebar ajaran sesat harus diturunkan dari jabatan, dikutuk dan dikucilkan dari masyarakat Kristen(bdk. Matius 18:15-17, Galatia 1:8-9). Sampai akhirnya Arius wafat dalam pengasingan.

Jadi disini sudah jelas bahwa Konstantinus tidak menciptakan agama Kristen ataupun pengajaran Kristen, justru pada masa itu Keluarga Kekaisaran Romawi rada pro terhadap Arius. Dan bahkan Konstantinus di akhir hidupnya dibaptis oleh Uskup Eusebius dari Nikomedia yang adalah pengikut Arius. Jadi sudah jelas konyol sekali kalau ada yang bilang Konstantinus mengangkat Kristus sebagai ‘Tuhan’, padahal Konstantinus dibaptis oleh Uskup(Ulama tertinggi dalam suatu wilayah) pengikut Arius yang menolak keilahian Kristus. Konstantinus hanya mensubsidi diadakannya Konsili, namun dia tidak mempunyai kuasa untuk mengatur keputusan dalam Konsili. Sama aja misalnya Presiden menghadiri Muktamar suatu organisasi keagamaan, Presiden tidak memiliki hak untuk merumuskan kepetusan, tapi hanya hadir untuk mengamati kehidupan beragama para rakyatnya, contoh disini.

Setelah Konsili Nikea ini masih banyak lagi ajaran-ajaran sesat yang menyerang pengajaran Kristen, sama seperti Konsili Nikea, Para Ulama Kristen terus berkumpul berijhtihad MENEGASKAN ajaran Kristen di hadapan para penganut ajaran sesat. Adapun Konsili-Konsili berikut termasuk Konsili Nikea yang diakui banyak Gereja(Orthodox, Katolik atau Protestan Lutheran) berjumlah 7 Konsili:
1. Konsili Nikea tahun 325

Memutuskan bahwa Arius dan pengikutnya yang menganggap Firman Allah adalah ciptaan, sebagai bidat.

2. Konsili Konstantinopel 1 tahun 381

Memproklamirkan pengakuan iman Kristen, yang dibuat berdasarkan pengakuan Para Rasul Kristus.

3. Konsili Efesus tahun 431

Memutuskan bahwa Nestorius dan pengikutnya sebagai penganut ajaran sesat karena menganggap bahwa yang dilahirkan Bunda Maria hanyalah manusia biasa, lalu berkembang menjadi Ilah.

4. Konsili Kalsedon tahun 451

Menolak pengajaran Eutikus yang menganggap kemanusian Kristus hanyut di dalam keilahian Kristus.

5. Konsili Konstantinopel II tahun 553

Pada Konsili ini tulisan baru berisi pengajaran Arian dan ajaran sesat lainnya ditolak.

6. Konsili Konstantinopel III tahun 680-681

Menolak ajaran Monothelitisme, lalu mengukuhkan sesuai Kitab Suci bahwa dalam Pribadi Kristus terdapat kodrat Ilahi dan manusia.

7. Konsili Nikea II tahun 787

Memulihkan kembali penggunaan gambar-gambar Gerejawi yang dulu sempat dilarang oleh Kekaisaran.

Adapun tokoh-tokoh yang terkenal dalam Konsili-Konsili ini adalah:
– St Athanasius dari Alexandria, dalam Konsili Nikea I.
– St Nikolas dari Myra, dalam Konsili Nikea I.
– St Kirilos dari Alexandria, dalam Konsili Efesus.
– Dll

Saya rasa sudah cukup sejarah Kekristenan sampai abad ke 8 ini untuk membuktikan ajaran Kristen itu tidak asal dibuat melalui pemikiran perorangan, namun melalui komunitas Kristen yang solid, yang memiliki sanad(suksesi) pengajaran sampai kepada Para Rasul Kristus yang diajar langsung oleh Kristus. Sampai pada jaman sekarang juga para Ulama-Ulama Kristen membuat tulisan berdasarkan karya-karya keagamaan dari abad ke abad dan juga tentunya yang terutama berdasarkan Kitab Suci.

Source:
Ante Nicene Fathers

Sejarah Gereja karya Dr. H. Berkhof dan Dr. I. H. Enklaar

Penulis: Ephitimia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.