Ilustrasi by: Timothy Aditya Riyoza

Matius 2:1-12
Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem
dan bertanya-tanya: “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.”
Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem.
Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan.
Mereka berkata kepadanya: “Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi:
Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel.” Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak.
Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: “Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya aku pun datang menyembah Dia.” Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada.
Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka.
Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.
Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.

Ketika Natal telah tiba, pembicaraan mengenai kelahiran Yesus dengan berbagai pengajaran selalu dibicarakan di Gereja-gereja, guna untuk mengingatkan semua orang bahwa pernah lahir Mesias di dunia ini.
Pada tulisan saya yang ini, saya ingin membahas, sesuatu yang tabu. Bahkan mungkin yang jarang kita ketahui dan dengar di Gereja saat Natal. Yaitu kehadiran sosok Malaikat dengan orang-orang Majus.

Menjelang akhir Oktober kemarin 2018(saya lupa tanggalnya) Tuhan berbicara kepada saya di sore hari, dengan sedikit kalimat seperti: siapakah orang-orang Majus ini?

Dengan perkataan yang seperti itu, saya berusaha mencari tau secara teliti siapa orang-orang Majus ini melalui Alkitab dan berbagai sumber di Internet. Tidak banyak sumber di Alkitab mengenai orang-orang Majus ini, tapi puji Tuhan, Hikmat membuka pikiran saya tentang peristiwa ini untuk menuliskannya.

Cobak mari kita berpikir sejenak mengenai ini. Apa kalian pernah bertanya-tanya, siapa orang Majus ini? Mengapa mereka bisa datang ke Israel hanya untuk bertemu bayi Yesus? Siapa yang memberitahu orang-orang ini? Atau pertanyaan-tanyaan lain yang mungkin kalian sedang pikirkan?
Dan inilah yang ingin saya beritahukan kepada kalian yang ingin mengetahuinya melalui tulisan saya yang sederhana ini.

Pertama-tama kita perlu mengetahui terlebih dulu latar belakang orang-orang Majus ini.

Kata Majus adalah sebutan bagi para pengikut Agama Zoroaster. Yang diajarkan lewat seorang Nabi orang Persia bernama Zarathustra pada abad ke 6SM(mundur 600 tahun sebelum kelahiran Yesus)
Mereka juga menyembah Dewa yang bernama Ahura-Mazda, dalam bahasa Indonesia artinya Dewa yang bijaksana.

Inilah yang menjadi pertanyaan besar yang jarang dibicarakan di Gereja ketika hari Natal.
SADARKAH ORANG-ORANG MAJUS INI? Sehingga mereka datang jauh-jauh untuk menyembah dan memberikan harta benda mereka kepada bayi Yesus? Apa yang menyebabkan mereka semua melakukan itu ?

Namun sebelum saya menjelaskan secara mendetail lagi, perlu diketahui lagi terlebih dulu. Bahwa orang-orang Majus ini datang dan menyembah Yesus hanya sebagai Raja orang Yahudi, tidak lebih. Itulah yang tertulis dalam: Matius 2:2
dan bertanya-tanya: “Di manakah Dia, RAJA ORANG YAHUDI yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.

Lalu apa yang menyebabkan orang-orang Majus ini melakukan semua ini?

Jawabannya yaitu Malaikat Tuhan. Lalu dimana kata Malaikat di satu Perikob tersebut ? Sepertinya tidak disebutkan kata Malaikat?

Kata BINTANG yang tertulis dalam Matius 2:2,7,9,10 dan 12. Adalah Malaikat Tuhan yang Tuhan utus untuk memberitahukan orang-orang Majus ini, mengenai kelahiran Yesus di bumi.
Saya tidak berspekulasi, Beropini atau Berasumsi sendiri tentang hal ini. Di dalam Alkitab, penyebutan Malaikat terkadang ditulis kata BINTANG, tapi itu hanya sebagian kecil saja dari semua kata BINTANG yang tertulis di dalam Alkitab. Dan Tidak semua BINTANG adalah Malaikat.

Sebagai dasar pembuktiannya, saya akan memberikan Tiga ayat di dalam Alkitab, mengenai Bintang adalah Malaikat, dan Tiga alasan yang secara Logis bahwa hal itu Benar Malaikat.

Pertama: Yesaya 14:12
“Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai BINTANG Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa!

Kedua: Daniel 8:10
Ia menjadi besar, bahkan sampai kepada bala tentara langit, dan dari bala tentara itu, dari BINTANG-BINTANG, dijatuhkannya beberapa ke bumi, dan diinjak-injaknya.

Ketiga: Wahyu 1:20
Dan rahasia ketujuh bintang yang telah kaulihat pada tangan kanan-Ku dan ketujuh kaki dian emas itu: ketujuh BINTANG ITU IALAH MALAIKAT ketujuh jemaat dan ketujuh kaki dian itu ialah ketujuh jemaat.”

Apakah ini sudah cukup jelas? Jika yang tertulis dalam Yesaya adalah Bintang biasa, bisakah Bintang mengalahkan bangsa-bangsa ? Jika Bintang yang tertulis dalam Daniel adalah Bintang biasa, mungkinkah Bintang tersebut mempunyai Bala Tentara ? Dan di dalam Wahyu menulisnya, Ketujuh Bintang itu ialah Malaikat.

Jika bukti ayat-ayat itu kurang cukup, maka saya akan memberikan bukti lain secara Logis, supaya mudah dipahami lebih lagi.

Pertama: jika itu bukan Malaikat, maka tidak bisa memberikan informasi yang jelas secara rinci, mengenai kelahiran bayi kepada orang Majus ini:
Matius 2:2
dan bertanya-tanya: “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.”
Perhatikan apa yang dikatakan orang Majus ini, mereka mengetahui kelahiran seorang Bayi sebagai Raja.
Apakah mungkin Bintang biasa bisa memberikan informasi lengkap seperti itu ?
Seorang Astronom memang bisa meramalkan kapan Gerhana terjadi, meteor jatuh ke bumi, melalui perhitungan Matematika yang tepat. Tapi untuk kelahirang seorang anak, apakah seorang Astronom bisa meramalkan kejadiannya secara rinci, lengkap dengan status bayi tersebut? Mustahil bukan.Kedua: bukti kedua adalah Jarak. Jarak bumi dan Bintang itu sangat jauh sekali, banyak variasi mengenai jarak dari bumi ke Bintang. Entah Ratusan juta atau Miliayaran tahun cahaya, saya tidak tau. Yang pasti sangaaaat jauh sekali.
Mungkinkah jarak yang begitu sangat jauh sekali, menuntun orang-orang Majus dari Timur(Persia) ke Yerusalem, sampai ke tempat dimana Yesus itu lahirkan?: Matius 2:1,9: Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem.9: Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada.

Ketiga: Bintang biasa tidak bisa memberikan Sukacita: Matius2:10 Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka.

Ketiga penjelasan secara Logis dan ketiga ayat tersebut, saya rasa sudah cukup untuk membuktikan bahwa Bintang yang dimaksud tersebut adalah sosok Malaikat.

Setelah saya membahas latar belakang dan apa yang menyebabkan orang-orang Majus ini datang dan rela melakukan semua ini, maka saya akan mengajak kalian masuk lebih dalam lagi. Yaitu, apakah makna dan penjelasan dari semua Kajadian ini?

Tuhan pasti mempunyai maksud mengutus Malaikat-Nya kepada orang-orang Majus ini.
Karena tidak mungkin orang yang beda Negara, Agama dan Budaya. Rela dan mau datang jauh-jauh, hanya untuk melakukan semua ini.

Ada dua hal lagi, yang sangat perlu diketahui, dari kedatangan orang-orang Majus ini. Yaitu?

Penjelasan Pertama: menjadi saksi sejarah kelahiran Yesus di Dunia: 2 Korintus 13:1
Ini adalah untuk ketiga kalinya aku datang kepada kamu: Baru dengan keterangan dua atau tiga orang saksi suatu perkara sah.

Dengan pembuktian diluar orang-orang Israel, maka sejarah ini sangat Valid buktinya.
Banyak penafsir yang mengatakan, kalau jumlah orang-orang Majus ini Tiga, karena bukti persembahan yang mereka berikan kepada Yesus, yaitu Emas, Kemenyan dan Mur.
Ada yang mengatakan jumlah orang Majus itu 4 atau bahkan 40 orang Majus.
Saya tidak mempermasalahkan jumlahnya berapa, yang jelas atas kesaksian 2 atau 3 orang maka sejarah ini benar adanya, dan kelahiran Yesus ini disaksian oleh orang diluar Israel.

Kedua: kelahiran Yesus di dunia ini, atau yang dikenal sebagai hari Natal. Tidak hanya menjadi Sukacita bagi orang-orang Israel/Kristen semata. Melainkan orang yang jauh diluar kita yang sama sekali tidak mengetahui hal ini harus menjadi Sukacita bagi mereka semua. Inilah yang Tuhan mau dan makna terdalam dari Matius 2:1-12 ini.

Hari Natal harus menjadi Sukacita bagi semua orang, itulah arti kedatangan orang-orang Majus ini.
Apakah Gerejamu memikirkan ini? Banyak sekali Gereja-Gereja diluar sana. Baik itu Gereja besar atau Kecil. Mereka mengundang siapa saja untuk datang pada hari Natal, namun menekankan sebuah HADIAH MELALUI UNDIAN.
Bukankah ini sangat MEMALUKAN ? Apakah dengan cara ini, orang tersebut pulang dan mengingat Hadiahnya, ketimbang Yesus?
Tidak salah berbagi di hari Natal, kalau bisa lakukan aksi Sosial, keluar dari Gereja. Berikan sesuatu, yang sepantasnya apa yang pantas untuk diberikan kepada mereka.
Ingatlah, bahwa orang-orang Majus ini keluar dari tempat tinggalnya(Persia) datang ke Betlehem dan memberikan sesuatu kepada Bayi Yesus.

Maka kelahiran Yesus begitu sangat mendalam dan berarti bagi umat Manusia. Tidak peduli kaya atau miskin, jauh atau dekat, Ia tetap memberitakan Sukacitanya kepada siapa saja yang Ia Kehendaki’Nya. Namun ingat, meski saya mengatakan bahwa kelahiran Yesus menjadi Sukacita bagi banyak orang, tapi tidak bagi Raja Herodes, Imam Kepala dan Ahli Taurat. Yang sebagai simbol keangkuhan hidup keagamaan mereka dan status sosialnya sebagai raja.

Sekiranya damai dan sukacita turun atas kita semua.

Penulis: Gabriel R

BalasTeruskan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.