WAHYU UMUM DAN WAHYU KHUSUS DALAM MEMANDANG AGAMA-AGAMA NON-KRISTEN

Nabi Musa di Gunung Sinai

Kadang kita bertanya: kalau Tuhan itu satu, mengapa banyak agama di dunia ini dengan ciri khasnya masing-masing. Hindu misalnya, identik dengan dewa-dewa yang berjumlah banyak sekali dan berpakaian ala India atau Bali sehingga rumit bagi golongan non-Hindu untuk mencerna kalau ternyata Yang di Atas itu berbeda budaya dari yang di bawah. Demikian pula Buddhisme dengan Boddhisatva dan Arhatnya atau Konghucu dengan pakaian ala Tiongkoknya.

Menanggapi keberagaman ini ada beberapa respon. Pertama, adalah mereka yang menganggap kalau Tuhan itu buatan manusia karena Tuhan tidak jauh-jauh menyerupai manusia tempat di mana Tuhan itu dipuja. Giliran ganti budaya otomatis ganti Tuhan. Voltaire, seorang Deis (percaya Tuhan tapi tidak percaya agama) menganggap, keberadaan wahyu-wahyu yang ditemui dalam berbagai agama membuat Tuhan tidak dapat diketahui sebab kalau Tuhan dapat diketahui, tentunya Ia akan mewahyukan kebenaran secara konsisten[1]. Golongan kedua menganggap bahwa semua wahyu ini sebenarnya memiliki 1 sumber Tuhan yang sama. Hanya saja karena mendarat di tempat yang berbeda maka mengalami refraksi (bias) namun tetap berfungsi untuk menyampaikan kebenaran. Golongan ini menganggap wahyu lain pun sama benarnya asal sudah disaring dari konteks tempat ia mendarat sehingga nampaklah wahyu yang ingin disampaikan Tuhan. Model yang diambil golongan ini adalah Gajah Ashoka, setiap agama hanyalah fragmen dari kebenaran besar yang tidak akan bisa dipahami manusia dan setiap fragmen ini terbuka untuk dikritik. Inilah model pluralis (yang juga tercermin dalam ekumenisme dalam Kekristenan)[2]. Golongan ketiga lebih tegas dalam menanggapi isu ini. Mereka berpemahaman bahwa hanya ada 1 wahyu yang benar dan yang lain adalah manipulasi dan tipu daya dari manusia[3A] atau kuasa jahat[3B]. Inilah prespektif fundamentalis.

Secara sepintas, ketiga pandangan ini tidak memuaskan menurut caranya masing-masing:

Pandangan Pertama meskipun tidak mendustai keberadaan Tuhan namun membuat Tuhan menjadi terlalu nan jauh di atas sana sehingga tidak punya urusan terhadap alam ini. Pandangan ini merekomendasikan Agnostikisme (tidak tahu akan keberadaan Tuhan) dan Deisme. Kelemahan pandangan ini adalah prespektif ini gagal menyadari bahwa manusia dalam kelemahannya pasti membutuhkan sosok untuk bersandar dan sosok ini harus accessible dan dekat. Jika Tuhan dibuat terlalu nan jauh di sana, maka tidak akan ada gunanya Tuhan ada atau tidak sebab Tuhan cuma pajangan

Pandangan Kedua selain relatif mendustai ortodoksi setiap agama yang tentunya akan membuat kaum fundamentalis memberang karena sifat kebenaran agama adalah konstan, juga membuat suatu kemunduran: wahyu yang dimaksudkan untuk membuat diri Tuhan diketahui menjadi manusia malah dimundurkan menjadi Tuhan yang abstrak sebab Tuhan bukan lagi Yesus, Brahma maupun Ahura Mazda melainkan Unknown yang mana Yesus, Brahma dan Ahura Mazda adalah cuma penerkaan manusia atas yang Unknown ini.

Pandangan Ketiga, sekalipun menegakkan ortodoksi tiap agama tempat pandangan ini berpijak, gagal menerka bahwa di luar agamanya sebenarnya ada orang-orang yang memiliki rasa keberimanan dan kerinduan akan yang ilahi. Bapa Reformator, John Calvin mempostulatkan adanya suatu sensus divinitatis atau perasaan akan keberadaan Ilahi pada semua orang[4], hanya saja tidak tahu mau dikemanakan atau diungkapkan perasaan itu. Menganggap bahwa semua orang di luar agamanya adalah pemuja setan, sebenarnya mendustai keberadaan sensus itu.

Maka, pengarang menawarkan pandangan keempat. Pandangan ini melibatkan wahyu umum. Sebelumnya, apa itu wahyu umum? Singkatnya, Wahyu Umum adalah pengungkapan ilahi yang nampak kepada semua orang tanpa memandang iman mereka. Wahyu Umum ada 5 yaitu[5]:

  • Alam Semesta
  • Musim-musim
  • Sejarah Dunia
  • Peristiwa-peristiwa sehari-hari dalam kehidupan manusia
  • Hati Nurani

Semua manusia secara spontan dapat mengetahui bahwa tidak mungkin dalam durasi yang sangat lama dan dalam skala yang sangat besar segala sesuatu bisa tertata sedemikian tepat dan rapinya tanpa kesengajaan dan tentunya, setiap yang sengaja pasti memiliki kehendak, dan dengan demikian, pribadi. Dari situ mereka bisa menginferensikan adanya Tuhan sekalipun tidak bisa mengamati-Nya.

Bagi kita orang Kristen yang tahu lewat kesaksian para Rasul bahwa alam semesta ini dijadikan oleh Firman Allah atau Kristus, kita tahu bahwa agama-agama lain pun mengamati Kristus juga dari gejala-gejala karya-Nya. Kita sudah tidak perlu lagi berdebat apakah Kristus ada atau tidak sebab agama lain pun tahu Kristus itu ada tetapi mereka tidak tahu siapa Kristus sehingga masih harus bergumul, menunggu, mencari dan berusaha untuk menggapai-Nya. Nah, bagi iman Kristen jelas bahwa Yesus adalah Kristus sehingga tugas setiap kita adalah mewartakan kepada mereka, bahwa yang telah mereka cari itu sudah datang sebagaimana yang dicontohkan Rasul Paulus pada penduduk Athena yang ditulis dalam Kisah Rasul 17:23 tentang mezbah kepada dewa yang tidak dikenal.

Banyak peradaban yang sebenarnya pararel dengan iman Kristen. Misal: Innalillahi wa inna ilaihi rooji’un dalam Islam, sejajar dengan 1 Korintus 8: 6[6]; Sunyata dalam Buddhisme pararel dengan Kenosis pada Filipi pasal 2: 9[7]. Sementara Tao Te Jing dalam Taoisme sejajar secara substansi dengan Matius pasal 5: 1-12. Trimurti dalam Hinduisme pun bisa sejajar secara fungsional dengan Roma 11: 36. Pararelisme yang dicantumkan pada tulisan ini hanya sedikit dari banyak aspek yang ada. Kesejajaran ini mengimplikasikan 2 hal:

Pertama, tidak ada agama yang kurang secara substantif-fungsional baik Kristen maupun agama lain yang sampai menuntut adanya inkorporasi story agama satu ke agama yang lain (mendekati sinkretisme). Semua worldview agama-agama memiliki jawaban atas pertanyaan-pertanyaan umum karena mereka telah eksis selama ribuan tahun dengan obyek material (manusia, alam, Tuhan) dan obyek formal (kosmologis, antropologis, etis, eksistensial, dll) sama walaupun dengan narasi, ekspresi dan regulasi yang berbeda-beda. Demikian pula tidak perlu kita merasa rendah diri ketika berhadapan dengan teks lain yang menyajikan hal yang selama ini terkubur dalam iman kita. Tidak perlu sampai kemudian merasa terkhianati oleh Alkitab karena silau akan teks lain lalu berbalik menyerang iman Kristen dengan bermodalkan kitab lain sebagai kacamata, yang tentunya tidak fair.

Kedua, melihat bahwa secara substansi ada kesejajaran antara Kristen dengan non-Kristen mestinya kita tidak perlu melihat iman non-Kristen sebagai sesuatu yang pasti, seluruhnya, dan selamanya datang dari setan melainkan suatu upaya manusia yang ingin menggapai Tuhan namun tidak mendapatkan kesempatan untuk menerima pengungkapan khusus yaitu Inkarnasi Yesus. Agar mereka bisa menggapai itulah Gereja perlu bermisi. Alih-alih memposisikan teologi iman lain sebagai musuh dan berusaha menghancurkan tatanan mereka dalam rangka menang atas setan, Kekristenan mestinya memposisikan teologi lain ini sebagai slot untuk diisi oleh Kristus, subyek yang mereka cari-cari selama ini.

Referensi:

1. https://enacademic.com/dic.nsf/enwiki/197208 diakses pada 1 Oktober 2019

2. Said, Nur. 2015. Nalar Pluralisme John Hick Dalam Keberagamaan Global dalam FIKRAH: Jurnal Ilmu Aqidah dan Studi Keagamaan Volume 3

3A. https://www.gotquestions.org/so-many-religions.html diakses pada 1 Oktober 2019

3B. https://www.gotquestions.org/oldest-religion.html diakses pada 1 Oktober 2019

4. Pritchard, Duncan. 2014. What Is This Thing Called Knowledge; New York; Routledge halaman 136

5. Katekisasi dengan Pater Lazarus Bambang Sucanto, Gereja Ortodoks Aghios Dionysios Zakynthos, Yogyakarta pada tanggal 20 November 2018

6. Dr. Bambang Noorsena dalam ceramahnya di GKJ Adisucipto, Yogyakarta pada 11 Juni 2019

7. Pdt. Seno Adhi Noegroho, M.th dalam lekturnya di AKINDO Yogyakarta pada 30 September 2019

Penulis: Henry Kurniadi

Tak Berkategori

APAKAH KRISTEN ADALAH AGAMA ?

Tuhan sertamu !

Sekarang ini banyak banget orang Kristen yang pakai tag line “Kristen bukan Agama tapi Kristen adalah hubungan Allah dengan manusia”, ya gua gk menyalahi bagian “Kristen adalah hubungan Allah dengan manusia” karena memang begini adanya menurut iman Kristiani, tapi bagian “Kisten bukan agama” ini cukup membuat gua mual yang mana mual yang dihasilkan dari gua membaca kumpulan huruf nir-makna ini melebihi daripada mual gua waktu nyium kaus kaki yang terkena air hujan dan ditaruh ditempat lembab selama berhari-hari. Oke gua sudahi keluh kesah gua sampai sini, nanti gua jelasin asal mula munculnya kalimat konyol tadi.

MAKNA-MAKNA KATA AGAMA

Secara etimologis kata agama berasal dari dua kata yaitu a yang berarti tidak dan gam yang berarti pergi, jadi agama berarti tidak pergi, maksudnya disini adalah tradisi yang diteruskan dari generasi ke generasi entah secara darah atau hubungan sosial dan semacamnya.[1]
Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia “agama/aga·ma/ n ajaran, sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya”.

1. Apakah Kristen adalah Agama jika dipandang dari sisi etimologi ?

Kalau dipandang dari sisi etimologinya, Kristen sudah jelas sesuai dengan kata “agama”, dan ini dibuktikan didalam Kitab Suci Kristen sendiri, kalau pake terjemahan ntar gua dibilang ngada-ngada kan, jadi gua pakai bahasa aslinya dulu baru terjemahannya oke, kuy kita baca:

ΘΕΣΣΑΛΟΝΙΚΕΙΣ Β 2:15
αρα ουν αδελφοι στηκετε και κρατειτε τας παραδοσεις ας εδιδαχθητε ειτε δια λογου ειτε δι επιστολης ημων

Thessalonikeis B 2:15
Ara oun adelphoi stekete kai krateite tas PARADOSEIS as edidakhthete eite dia logou eite di epistolis imoonoun

2 Thessalonians 2:15 (KJV)
Therefore, brethren, stand fast, and hold the TRADITIONS which ye have been taught, whether by word, or our epistle.

*terjemahan gua*
2 Tesalonika 2:15
Oleh karena itu saudara-saudari, berdirilah teguh dan peganglah Tradisi-tradisi yang mana telah kalian terima, baik itu secara lisan, maupun surat apostolik kami.

Kata παραδοσεις(paradoseis) dalam bahasa Yunani berasal dari dua kata yaitu para yang artinya dari dekat dan didomi yang artinya menyerahkan, jadi paradoseis artinya sesuatu hal yang berada didekat lalu diserahkan, atau hemat katanya “tradisi”,[2] dan memang dalam Alkitab Bahasa Inggris terjemahan King James Version kata “paradoseis” ini diterjemahkan menjadi “traditions”.
Maka disini bisa disimpulkan bahwa Kristen adalah “agama” jika dipandang dari sisi etimologi.

2. Apakah Kristen adalah agama jika dipandang menurut definisi dari KBBI ?

Tadi udah diulas secara sisi etimologis, lalu gimana jika dipandang menurut KBBI ? ya sudah jelas sekali jelas sesuai dong, ayo kita kupas satu-satu terus kita goreng, kuy :
– Sistem yang mengatur tata keimanan, ini udah jelas ada dong, buktinya disini:

Kisah Para Rasul 16:31
Jawab mereka: “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.”

dan masih banyak lagi selain ini, bahkan dalam Konsili-konsili Ekumenis masalah tata keimanan itu sangat dibahas secara detil supaya tidak ada benturan antara pengajaran yang satu dan pengajaran yang lainnya.

– peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa, ya jelas dong ada :

1 Korintus 14:26
Jadi bagaimana sekarang, saudara-saudara? Bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu: yang seorang mazmur, yang lain pengajaran, atau penyataan Allah, atau karunia bahasa roh, atau karunia untuk menafsirkan bahasa roh, tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun.

jadi jelas ada aturannya, bahkan ditekankan lagi didalam ayat selanjutnya,

1 Korintus 14:40
Tetapi segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur.

– tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya, sudah jelas Kekristenan juga mengatur hal ini :

Matius 5:44
Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.

Dan bahkan juga ada tata aturan didalam komunitas Kristen sendiri :

Matius 18:15-17
15. “Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali.
16. Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan.
17. Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat(Yunani: Ekklesia, KJV: Church = Gereja). Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat(Gereja), pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah(Yunani: etnikos, KJV: heathen = bangsa/orang kafir) atau seorang pemungut cukai.

Maka disini bisa kita simpulkan bahwa Kristen adalah agama jika dipandang menurut KBBI.

KATA AGAMA DIDALAM ALKITAB

Ya kita tau ada banyak kata “agama” didalam Alkitab yang mana kebanyakannya ditujukan kepada tradisi dan hukum spiritual Yahudi a.k.a Yudaisme, tapi pernah gak sih lu nemuin kata “agama” yang ditujukan kepada kumpulan orang Kristen ? gak pernah ? makanya kuota internet tuh jangan cuman dipake untuk liat waifu kapal-kapalan aja, masih banyak hal yang berfaedah dapat lu cari di internet, okelah gua langsung kasih ayat-ayatnya aja oke:

ΙΑΚΩΒΟΥ 1:26-27
26. ει τις δοκει θρησκος ειναι εν υμιν μη χαλιναγωγων γλωσσαν αυτου αλλα απατων καρδιαν αυτου τουτου ματαιος η θρησκεια
27. θρησκεια καθαρα και αμιαντος παρα θεω και πατρι αυτη εστιν επισκεπτεσθαι ορφανους και χηρας εν τη θλιψει αυτων ασπιλον εαυτον τηρειν απο του κοσμου

IAKOVOU 1:26-27
26. Ei tis dokei THRESKOS einai en hymin mi khalinagoogoon glossan autou alla apatoon kardian autou toutou mataios i THRESKEIA
27. THRESKEIA kathara kai amiantos para Theoo kai Patri auti estin episkeptesthai arphanous kai khiras en ti thlipsei autoon aspilon eauton tirein apo tou kosmou

James 1:26-27
26. If any man among you seem to be RELIGIOUS, and bridleth not his tongue, but deceiveth his own heart, this man’s RELIGION is vain.
27. Pure RELIGION and undefiled before God and the Father is this, To visit the fatherless and widows in their affliction, and to keep himself unspotted from the world.

*terjemahan gua*
Yakobus 1:26-27
26. Jika ada seseorang diantara kamu tampak BERAGAMA, tetapi tidak mengekang lidahnya, tetapi menipu hatinya sendiri, AGAMA orang tersebut tampak sia-sia.
27. AGAMA yang sejati dan tidak bercacat dihadapan Allah, dan Sang Bapa adalah ini, mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia.

θρησκεια(threskeia) adalah kata dalam bahasa Yunani yang bermakna : Ibadah keagamaan yang terutama secara external terdiri atas upacara, disiplin keagamaan, agama-agama dunia, dan kesalehan.[3]
Jadi secara definisinya bisa kita lihat bahwa threskeia serupa seperti definisi “agama” dalam bahasa Indonesia, dan memang dalam terjemahan Alkitab KJV kata threskeia ini diterjemahkan menjadi religion yang mana “religion” ini kita semua tau bisa diterjemahkan ke bahasa Indonesia menjadi “agama”. Masih gak percaya ? coba lu check di Google translate kata “agama” dari bahasa Indonesia ke bahasa Yunani pasti hasilnya θρησκεία(threskeia).

PENGGUNAAN KATA AGAMA OLEH TOKOH-TOKOH KRISTEN

– Martin Luther
Dalam buku “Dictionary of Burning Words of Brilliant Writers” yang ditulis oleh Josiah Hotchkiss Gilbert pada halaman 320, tercatat bahwa Martin Luther pernah menulis “true religion” yang ditujukan kepada Kristen.[4]

– Yohanes Kalvin
Yohanes Kalvin memiliki karya tulis yang ia beri judul “institutio Christianae religionis” atau bila diterjemahkan menjadi “pengajaran agama Kristen”.[5]

– Bapa Gereja, Tertulianus(hidup tahun 155-230, SEBELUM KONSTANTIN)
Dalam tulisannya “apologeticum” pasal 35, babang Tertu menulis istilah “verae religionis” yang artinya “agama yang benar”, istilah ini ditujukkan kepada iman orang Kristen yang pada saat itu mengalami penganiayaan oleh Kekaisaran Romawi.[6]

ASAL MULA PERNYATAAN KRISTEN BUKAN AGAMA

Gak ada yang tau pasti kapan dan dari siapa munculnya pernyataan konyol ini, menurut rationalwiki yang memulai tag line konyol ini kebanyakan dari Kristen Evangelikal yang ingin dianggap beda dan untuk kepentingan branding, dan yang pasti tag line konyol ini baru dimulai pada abad 20/21.
Tapi uniknya ada seorang pembawa acara di Amerika, namanya Bill O’Reilly, dia seorang Katolik tapi ikut ambil bagian dalam menyuarakan tag line “Kristen bukan agama”.[7]

KESIMPULAN

Secara linguistik, biblikal, dan patristik telah dibuktikkan bahwa Kristen adalah sebuah agama, adapun orang-orang Kristen yang menolak dan menentang menyebut Kristen sebagai agama, mereka hanyalah sekumpulan orang yang mengekspresikan syahwat kedangkalan pengetahuan mereka, dan dengan ego supaya “Kristen” benar-benar dibedakan dari “agama/kepercayaan” lain bahkan secara klasifikasi yang luas.

Refrensi

1. Penaraka: pengertian agama

2. Biblehub: παραδοσεις

3. Biblehub: θρησκεια

4. Wikiquote: Martin Luther

5. Sabda.net: Institutio

6. Tertulianus, Apologeticum

7. Rationalwiki: Christianity is not a religion

Penulis: Ephitimia

Tak Berkategori

MAKNA ARTIAN THEOLOGI: OUSIA, HYPOSTASIS, DAN HOMOOUSIOS VS HOMOIOUSIOS

Tuhan sertamu !

Sebenernya gua mau langsung bahas komparasi tritunggal sabelius yang modalisme vs Tritunggal Kristen beserta ketentuan formula baptisan Kristen, tapi gua takut otak lu semua pada pecah, jadi bertahap dulu ya kita kupas artian-artian dalam Theologi menyangkut Tritunggal dulu.

Sebelumnya gua mau jelasin kalau penjabaran tentang ajaran Kristen yang ditulis oleh Bapa-Bapa Gereja itu bukan maksud untuk memaksa memasukkan Allah didalam logika, Bapa Gereja Santo Agustinus mengatakan “Kalau engkau memahamiNya, Ia bukan lagi Allah”(Santo Agustinus, khotbah). Tetapi perkataan Santo Agustinus sudah jelas bukan mempertentangkan penjabaran-penjabaran menyangkut ajaran Kristen, sebab Santo Agustinus sendiri memiliki banyak tulisan yang menjabarkan iman Kristen dengan sangat tegas dan penuh hikmat, tatapi maksudnya adalah kita manusia yang belum sempurna tidak akan bisa mengetahui Allah yang diluar pikiran dan indra manusia, sebab pengetahuan akan Allah secara klimaks hanya akan kita dapatkan nanti setelah hari kebangkitan dan kita diangkat ke Surga untuk menyatu dengan Sang Ilahi(bdk. 2 Petrus 1:4). Penjabaran Para Bapa Gereja tentang iman Kristen ini adalah daya upaya manusia yang mencintai Allah untuk mengenalNya lebih jauh dengan mencari hal-hal tentangNya didalam Kitab Suci lalu mendeskripsikan hal-hal ini dengan kata-kata tegas untuk maksud agar tidak dipertentangkan oleh para bidat dan kafir, sebab iman dan akal budi itu tidak bertentangan, kalau iman dan akal budi bertentangan ya tidak mungkin Allah memberikan ilham Ilahi kepada Para Nabi dan Rasul untuk menulis Kitab Suci, yang tulisan ini sarat akan manusia penulisnya yang memiliki akal budi.

1. Ουσια(Ousia)

Ousia adalah kata dalam Bahasa Yunani yang digunakan oleh Para Bapa Gereja untuk bertheologi dan juga digunakan dalam Kitab Suci, diantaranya:

ΛΟΥΚΑΝ 15:12
και ειπεν ο νεωτερος αυτων τω πατρι πατερ δος μοι το επιβαλλον μερος της ουσιας και διειλεν αυτοις τον βιον

Loukan 15:12
Kai eeipeen o neeooteeros autoon too patri pater dos moi to eephiballon meeros tis OUSIAS kai dieeileen autois ton bion

Lukas 15:12
Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian HARTA MILIK(OUSIAS) kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka.

Ousia memiliki akar kata ουσα(ousa) yang bermakna “ada” atau “menjadi” yang adalah bentuk feminim dari ειμι(eimi), kata ini juga dapat disejajarkan dengan to be dalam Bahasa Inggris seperti am, is, were, was, dll.

ΜΑΡΚΟΝ 5:25
και γυνη τις ουσα εν ρυσει αιματος ετη δωδεκα

Markon 5:25
Kai gyne tis OUSA een ruseei aimatos eeti doodeeka

Markus 5:25
Adalah(Ousa) di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan

Makna dari kata ousia yang digunakan dalam sastra-sastra Yunani adalah sebagai berikut:
– Sesuatu yang dimiliki oleh seseorang, kekayaan, harta benda.
– Keberadaan yang stabil (tetap), kenyataan yang tidak berubah.
– Sifat alami yang membentuk sesuatu menjadi anggota suatu kelompok atau jenis
– Milik yang substansial
– Dalam bentuk abstrak, eksistensi.
– Dalam bentuk konkrit, kenyataan primer mencakup segala perubahan dan proses alami.
– Dalam logika, substansi sebagai kategori.

Kata ousia ini dapat diterjemahkan kedalam bahasa Arab menjadi Dzat(bedakan dengan zat) atau dalam bahasa Latin menjadi Substantia, dapat juga diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia menjadi Hakikat.
Contoh penggunaannya adalah: cebong tolol dan cebong pinter walaupun berbeda jenis detilnya tetapi mereka tetap memiliki ousia yang serupa yaitu sama-sama cebong.

2. υποστασις(hypostasis)

Contoh penggunaan dalam Alkitab:

-Keyakinan

ΚΟΡΙΝΘΙΟΥΣ Β 9:4
μηπως εαν ελθωσιν συν εμοι μακεδονες και ευρωσιν υμας απαρασκευαστους καταισχυνθωμεν ημεις ινα μη λεγωμεν υμεις εν τη υποστασει ταυτη της καυχησεως

Korinthious B 9:4
Mipoos eean eelthoosin sun emoi makeedonees kai eeuroosin hymas aparaskeeuastous kataiskhynthoomeen imeis ina mi leegoomeen hymeeis een ti HYPOSTASEI tauti tis kaukhiseeoos

2 Korintus 9:4
supaya, apabila orang-orang Makedonia datang bersama-sama dengan aku, jangan mereka mendapati kamu belum siap sedia, sehingga kami — untuk tidak mengatakan kamu — merasa malu atas keyakinan(hypostasei) kami itu.

– Wujud/Persona

ΕΒΡΑΙΟΥΣ 1:3
ος ων απαυγασμα της δοξης και χαρακτηρ της υποστασεως αυτου φερων τε τα παντα τω ρηματι της δυναμεως αυτου δι εαυτου καθαρισμον ποιησαμενος των αμαρτιων ημων εκαθισεν εν δεξια της μεγαλωσυνης εν υψηλοις

Ebraious 1:3
Os oon apaugasma tis doksis kai kharaktir tis HYPOSTASEEOOS outou pheeroon tee ta panra too rimati dynameeoos autou di eeautou katharismon poiesameenos toon amartioon imoon eekathiseen een deksia tis megaloosynis een hypsilois

Ibrani 1:3
Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud(hypostaseeoos) Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,

Secara etimologis kata hypostasis adalah kata benda feminim dari υφισιστημι(hyphisistemi), kata hyphisistemi sendiri berasal dari dua kata yaitu: υπο(hypo) yang berarti “di bawah” dan dan ιστημι(istemi) yang berarti “berdiri”, “mendirikan”, “meletakkan”, “menempatkan”. Jadi υφισιστημι(hyphisistemi) bermakna “menempatkan” atau “meletakkan” sesuatu di bawah

Secara konseptualnya hypostasis bermakna “sesuatu yang letaknya dibawah sesuatu”, misalnya dibawah ousia(substansi). Contoh: domba adalah suatu ousia(substansi), dibawah ousia domba ini terdapat hypostasis-hypostasisnya seperti domba garut, domba batak, domba manado, domba cina, dll, walaupun hypostasis-hypostasisnya ini berbeda secara ruang dan bentuk detilnya tetapi tetap memiliki ousia yang serupa yaitu sama-sama domba.

3. ομοουσιος(homoousios) vs ομοιουσιος(homoiousios)

-Homoousios berasal dari dua kata yaitu homo yang artinya “satu/tunggal” dan ousios(ousia) yang artinya “dzat” atau “hakikat”.
Contoh penggunaanya: dada dan perut adalah dua hal yang dapat diidentitikan tapi saling melekat dan tak terpisahkan oleh karena dada dan perut itu homoousios(satu hakikat) dari TUBUH.

-Homoiosios berasal dari dua kata yaitu homoi yang artinya “serupa” dan ousios(ousia) yang artinya “dzat” atau “hakekat”.

Contoh penggunaannya: perut Aura Kasih dan perut Prety Asmara adalah dua hal yang memiliki homoiousios(hakikat yang serupa) yaitu sama-sama perut, tetapi dapat diidentikkan secara total karena berbeda ruang, tidak saling melekat, dan berbeda dzat kepemilikannya, hanya saja dzat kepemilikannya SERUPA yaitu sama-sama perut tapi tetap TIDAK SAMA karena yang satu perutnya Aura Kasih dan yang satu perutnya Prety Asmara.

satu contoh lagi biar paham:
Aqua dan Le Minerale memiliki hakikat yang serupa(homoiousios) yaitu sama-sama air mineral, tetapi dapat diidentikkan secara total karena berbeda ruang dan tidak saling melekat, dan secara hakikatnya memang BERBEDA tetapi SERUPA(serupa tapi tak sama).

4. Penggunaan dalam menjelaskan Tritunggal:

Allah itu Ousia(Dzat/Hakikat) Yang Maha Tunggal, yang tidak ada satu Ousia pun dialam semesta ini yang serupa dengan Ousia yang Allah miliki, dan tidak ada satu makhluk pun didunia ini yang memiliki Ousia yang serupa dengan Allah. Didalam Dzat Allah Yang Maha Tunggal ini terdapat tiga realita konkrit(hypostasis) Allah Yang Maha Tunggal, yang mana tiga hypostasis ini dapat diidentikkan tetapi saling MELEKAT dan TAK TERPISAHKAN karena ada didalam SATU HAKIKAT(HOMOOUSIOS) yaitu ke-Allah-an.

Sebab Gereja, meskipun tersebar di seluruh dunia bahkan sampai ke ujung bumi, telah menerima dari para rasul dan dari murid- murid mereka iman di dalam satu Tuhan, Allah Bapa yang Mahabesar, Pencipta langit dan bumi dan semua yang ada di dalamnya; dan di dalam satu Yesus Kristus, Sang Putera Allah, yang menjadi daging bagi keselamatan kita, dan di dalam Roh Kudus, yang [telah] mewartakan melalui para nabi, ketentuan ilahi dan kedatangan, dan kelahiran dari seorang perempuan, dan penderitaan dan kebangkitan dari mati dan kenaikan tubuh-Nya ke surga dari Kristus Yesus Tuhan kita, dan kedatangan-Nya dari surga di dalam kemuliaan Allah Bapa untuk mendirikan kembali segala sesuatu, dan membangkitkan kembali tubuh semua umat manusia, supaya kepada Yesus Kristus Tuhan dan Allahkita, Penyelamat dan Raja kita, sesuai dengan kehendak Allah Bapa yang tidak kelihatan, setiap lutut bertelut dari semua yang di surga dan di bumi dan di bawah bumi
(St. Irenaeus, melawan bidat-bidat, I:10:1).

saran gua abis baca ini lu lanjut baca tentang Tritunggal

Penulis: Ephitimia

Tak Berkategori

Gereja tidak ada dalam Alkitab

Tuhan sertamu !

Dalam Nama Bapa, Anak dan Roh Kudus.

Entah mengapa akhir-akhir ini gua ngeliat banyak banget anak muda Kristen yang alergi sama kata Gereja, padahal mereka sendiripun ber-Gereja dan jelas-jelas membutuhkan Gereja bukan cuman sekedar tempat untuk perkawinan.
Nanti gua jelasin definisi kata Gereja dan penggunaannya, tapi sebelumnya gua mau berbagi isi pikiran dari kesimpulan yang gua tarik, gua menemukan tiga golongan anak muda Kristen alergi kata Gereja berdasarkan alasannya :
1. Karena tidak menemukan kata “Gereja” didalam Alkitab terjemahan LAI(Lembaga Alkitab Indonesia).
2. Karena “muak” dengan segelintir “dedengkot” Gereja-gereja yang terlihat di Indonesia ini.
3. Karena merasa bisa langsung berhadapan dengan Kristus dan menganggap Gereja bukan bagian dari Kristus.

Oke langsung aja kita cungkil penyakit-penyakit diatas dari dalam kepala beberapa orang Kristen khususnya anak muda.

GEREJA DIDALAM INJIL

“loh min emangnya ada ?” ya ada dong sayang, yuk kita baca:

ΜΑΤΘΑΙΟΝ 16:18
καγω δε σοι λεγω οτι συ ει πετρος και επι ταυτη τη πετρα οικοδομησω μου την εκκλησιαν και πυλαι αδου ου κατισχυσουσιν αυτης

Mathaion 16:18
Kagoo dee soi leegoo oti su eei Peetros kai eephi tauti ti Petra oikodomesoo mou tin EKKLESIAN kai pylai adou ou katiskhysousin autis

Matius 16:18
Dan aku juga berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas petra(batu karang: iman Rasul Petrus) ini Aku akan mendirikan Gereja-Ku, dan gerbang neraka TIDAK AKAN MENGUASAINYA

Sebelum kita bahas makna dalem dan sangat dalemnya, gua jelasin dulu asal kata Gereja didalam bahasa Indonesia.
Gereja itu diambil dari bahasa Portugis yaitu Igreja, Igreja ini diambil dari bahasa Spanyol yaitu Iglesia, Iglesia ini diambil dari bahasa Latin yaitu Ecclesia, Ecclesia ini diambil dari bahasa Yunani yaitu Ekklesia seperti yang ada didalam Matius 16:18. Didalam bahasa Inggris pun dalam terjemahan KJV, kata Ekklesia itu diterjemahkan Church yang artinya Gereja.

ARTI KATA EKKLESIA

Secara bahasa, kata Ekklesia diambil dari dua kata yaitu: ek yang artinya keluar dan kaleo yang artinya dipanggil. Secara essensi maknanya, Ekklesia ini bermuatan makna organisasi, perkumpulan, lembaga, dll. Secara makna Kristiani, arti kata Ekklesia adalah kumpulan orang yang dipanggil keluar untuk menyatu menjadi Tubuh Kristus(didalam Sakramen).

sebelum ngupas makna Kristianinya, mending kita bahas dulu sedikit tentang “Gereja” yang dibangun Allah untuk Israel didalam Perjanjian Lama, loh emang ada min ? ya ada dong

GEREJA DALAM PERJANJIAN LAMA

Deuteronomy 4:10(Septuaginta)
ημεραν ην εστητε εναντιον κυριου του θεου υμων εν χωρηβ τη ημερα της εκκλησιας οτε ειπεν κυριος προς με εκκλησιασον προς με τον λαον και ακουσατωσαν τα ρηματα μου οπως μαθωσιν φοβεισθαι με πασας τας ημερας ας αυτοι ζωσιν επι της γης και τους υιους αυτων διδαξωσιν

Deutronomy 4:10
Imeeran in eestetee eenantion KYRIOU tou Theou hymon een Khooreb ti imeera tis EKKLESIAS otee eeipeen KYRIOS pros mee ekklesiason pros mee ton laon kai akousatoosan ta rimata mou opoos mathoosin phobeeisthai mee pasas tas imeeras as autoi zoosin eepi tis gis kai tous uious autoon didaxoosin.

Ulangan 4:10
Terkhusus pada hari engkau berdirii dihadapan TUHAN Allah mu di Horeb, saat TUHAN berkata kepada ku, kumpulkanlah Gereja-Ku kepada Ku, dan Aku akan membuat mereka mendengarkan semua firman-Ku, bahwa mereka akan belajar untuk takut akan Aku. Setiap hari mereka akan hidup diatas bumi, dan mereka akan mengajar anak mereka.

Jadi Gereja(Ibrani: Qahal, Yunani: Ekklesia) di Ulangan 4:10 adalah suatu perkumpulan “komunitas” Israel untuk belajar firman Allah. Qahal ini juga karena lembaga jadi ada hirarkinya: ada 12 pemimpin yang mewakili masing-masing 12 suku Israel(Bilangan 1:44), dan ada 70 tua-tua Israel(Bilangan 11:16).

KRISTUS MEMBANGUN LEMBAGA YANG JELAS HIRARKINYA

“Gua gk perlu Gereja, gk perlu lembaga, Yesus gk pernah buat lembaga”

Langsung ke buktinya aja kalau Kristus itu membangun lembaga seperti TUHAN membangun lembaga Ekklesia(Qahal) kepada Bangsa Israel melalui Musa. Ini buktinya:

1. Kristus membuat hirarki 12 Murid utama yang diberi kuasa mengusir setan, menyembuhkan dan diberikan otoritas untuk membaptis, 12 Murid juga penggenapan dari 12 pemimpin dari 12 Suku Israel:
Matius 10:1
Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan.

Matius 28:16, 19
(16) Dan kesebelas murid(minus Yudas Iskariot) itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka.
(19) Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,

2. Dari 12 Rasul ini ada pimpinannya lagi:
Matius 10:2
Inilah nama kedua belas rasul itu: PERTAMA SIMON YANG DISEBUT PETRUS, dan Andreas saudaranya, dan Yakobus anak Zebedeus, dan Yohanes saudaranya,

3. Dalam kumpulan pengikut Kristus ada bendaharanya:
Yohanes 13:29
Karena Yudas memegang kas ada yang menyangka, bahwa Yesus menyuruh dia membeli apa-apa yang perlu untuk perayaan itu, atau memberi apa-apa kepada orang miskin.

4. Yesus membuat hirarki 70 Murid sebagai perpanjangan mulutnya, hal ini juga adalah penggenapan dari “Ekklesia”-nya Israel yang punya 70 tua-tua:
Lukas 10:1, 16
(1) Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya.
(16) Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku.”

5. Bahkan Gereja ini sebagai lembaga yang didirikan Kristus punya hak untuk meng-“kafir”-kan seseorang:

Matthew 18:17-18 (KJV)
(17) And if he shall neglect to hear them, tell it unto the Church: but if he neglect to hear the church, let him be unto thee as an heathen man and a publican.
(18) Verily I say unto you, Whatsoever ye shall bind on earth shall be bound in heaven: and whatsoever ye shall loose on earth shall be loosed in heaven.

Matius 18:17-18
(17) Jika ia mengabaikan untuk mendengar mereka, BERITAHU ITU KEPADA GEREJA: tetapi jika dia mengabaikan untuk mendengarkan Gereja, biarkan dia menjadi seperti kafir(heathen) dan pemungut cukai(maksudnya disini dijauhkan).
(18) Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: apa yang engkau ikut didunia ini akan terikat di Sorga dan apa yang engkau lepaskan didunia ini akan terlepas di Sorga.

Coba pikir, apakah ini bukan lembaga/organisasi ? ada bendahara, ada hirarki yang teratur, ada ketua, ada proses hukum, dll. Apa ini bukan lembaga ?

GEREJA SEBAGAI TUBUH KRISTUS SENDIRI

“loh kok bisa Gereja sebagai lembaga disebut Tubuh Kristus ? kan orangnya ada banyak”
ya bisa dong, melalui Perjamuan Kudus kan kita disatukan dengan Kristus

1 Korintus 10:17
Karena roti adalah satu, maka kita, sekalipun banyak, adalah satu tubuh, karena kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu itu.

dijelaskan lagi secara eksplit bahwa (lembaga)Gereja ini adalah Tubuh Kristus:

Ephesians 5:23 (KJV)
For the husband is the head of the wife, even as Christ is the head of the Church: and he is the saviour of the body.
Efesus 5:23
Karena suami adalah kepala dari istri, sebagaimana juga Kristus adalah kepala Gereja: dan Dia adalah Penyelamat Tubuh.

Ephesians 5:29 (KJV)
For no man ever yet hated his own flesh; but nourisheth and cherisheth it, even as the Lord the Church:
Efesus 5:29
Karena tidak pernah seseorang membenci badannya sendiri; tetapi mengasuhnya dan merawatnya, sebagaimana juga Tuhan kepada Gereja

Nah coba kita pikir, mungkin gak badan dari kepala yang sama saling bertentangan ? ya jelas gk mungkin dong, bahkan diingatkan kalau Gereja itu semua jemaatnya seia sekata:

1 Korintus 1:10
Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir.

“Min tapi kan Gereja sekarang pecah-pecah”
ya sabar aja dan doakan persatuan Gereja, ini memang menjadi perbincangan dan usaha yang serius dari para atasan kita, tapi gk usah nyinyir jelek-jelekin artian “Gereja” karena Gereja(Qahal) itu dari jaman Nabi Musa dibangun oleh Allah sendiri, saat Sang Firman Allah menjadi manusia juga ya Dia yang sama ini juga yang membangun Gereja Perjanjian Baru.

Penulis: Ephitimia

Tak Berkategori

Apakah Kekristenan menganggap rendah wanita ?

Tuhan sertamu !

Dalam Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus. Amin

Karena beberapa waktu lalu mamhang JKHunter lagi sibuk memerangi femie modern, kayanya seru kalau gua bahas ini, soalnya ada orang nih yang menurut gua cukup pinter sih, dia pakai Surat Apostolik Rasul Paulus kepada Gereja di Korintus untuk menunjukkan kalau Alkitab seakan-akan menentang wanita berkarya. Oke deh biar enaque langsung aja kita bahas kuy kuy.

1 Korintus 14:34

Sama seperti dalam semua Jemaat orang-orang kudus, perempuan-perempuan harus berdiam diri dalam pertemuan-pertemuan Jemaat. Sebab mereka tidak diperbolehkan untuk berbicara. Mereka harus menundukkan diri, seperti yang dikatakan juga oleh hukum Taurat.

aneh terjemahannya, langsung kuy ke bahasa aslinya aja:

ΚΟΡΙΝΘΙΟΥΣ Α(1 Korintus) 14:34

αι γυναικες υμων εν ταις εκκλησιαις σιγατωσαν ου γαρ επιτετραπται αυταις λαλειν αλλ υποτασσεσθαι καθως και ο νομος λεγει

Romanisasi:

Ai gynaikees hymon een tais Eekklesiais sigatoosan ou gae eepiteetraptai autais laleein all hypotasseesthai kathoos kai o nomos leegeei

Terjemahan:

Biarlah perempuan-perempuan mu berdiam diri didalam Gereja-gereja, karena mereka tidak diijinkan untuk berbicara, tetapi mereka DIPERINTAHKAN untuk berada dibawah ketaan, sebagaimana yang dikatakan dalam Hukum.

Nanti gua jelasin semua, sekarang gua kasih tau maksud Nomos(Hukum) disini, maksud Hukum disini adalah Kitab Taurat secara makna sempitnya dan Perjanjian Lama secara makna luasnya, bukan adat istiadat Yahudi yang adalah tafsiran Ulama-ulama Yahudi.

Kalo begini kesannya kaya anti femie femie klub garid kerad ya, tapi mungkin kalau orang yang benci dengan ke Kristenan dan berpikir Kristen anti-wanita, pasti mereka bakal merasa malu kalau baca ayat selanjutnya dan background Rasul Paulus menulis ini, gua langsung pakai bahasa aslinya aja ya terus ntar gua terjemahin, gua muak baca terjemahan LAI untuk bagian ini, kacau banget, kuy lah lanjut:

ΚΟΡΙΝΘΙΟΥΣ Α 14:35-40:
(35) ει δε τι μαθειν θελουσιν εν οικω τους ιδιους ανδρας επερωτατωσαν αισχρον γαρ εστιν γυναιξιν εν εκκλησια λαλειν
(36) η αφ υμων ο λογος του θεου εξηλθεν η εις υμας μονους κατηντησεν
(37) ει τις δοκει προφητης ειναι η πνευματικος επιγινωσκετω α γραφω υμιν οτι κυριου εισιν εντολαι
(38) ει δε τις αγνοει αγνοειτω
(39) ωστε αδελφοι ζηλουτε το προφητευειν και το λαλειν γλωσσαις μη κωλυετε
(40) παντα ευσχημονως και κατα ταξιν γινεσθω

Romanisasi:
KORINTHIOUS A 14:35-40:
(35) Eei dee ti matheein theelousin een oikoo tous idious andras eepeerootatoosan aiskhron gar eestin gynaixin een Eekklesia laleein
(36) I aph hymon o Logos tou Theou eexeltheen i eeis hymas nomous katenteseen
(37) eei dee tis dokeei Prophetes eeinai i pneumatikos eepiginooskeetoo a grapho hymin oti Kyriou eeisin eentolai
(38) eei dee tis agnoeei agnoeeitoo
(39) oostee adeelphoi zyloutee to Propheteeueein kai to laleein glossais me koolueetee
(40) panta euskhemonos kai kata taxis gineesthoo

Terjemahan:
1 KORINTUS 14:35-40
(35) Dan jika mereka(perempuan) akan menanyakan sesuatu, biarkan mereka bertanya kepada suaminya dirumah, karena adalah suatu kemaluan bagi perempuan untuk berbicara di Gereja
(36) Apakah firman Allah datang kepadamu ? ataukah (firman Allah)hanya datang kepada kamu ?
(37) Jika ada seorang laki-laki berpikir bahwa dirinya (memiliki karunia)Nabi, atau spiritualis, biarlah dia(laki-laki) mengetahui bahwa apa yang aku tulis kepadamu adalah perintah-perintah Tuhan
(38) Tetapi bila ada orang yang tidak tahu, biarlah ia menjadi tidak tahu
(39) Oleh karena itu saudara-saudariku, dambakanlah nubuatan, dan jangan melarang orang-orang untuk berbahasa lidah(glossais)
(40) Biarlah segala sesuatu dilakukan sopan dan teratur.

Sebelumnya gua mau kasih tau backgroundnya dulu, Gereja di Korintus ini, didalam Catatan Ayat Alkitab Yerusalem ditulis bahwa Gereja di Korintus ini memiliki karunia Roh Kudus yang luar biasa, salah satunya glossolalia(KJV: Speak with tongue/berbicara dengan lidah, LAI: bahasa Roh). Bahasa lidah ini disalahgunakan oleh jemaat Gereja di Korintus, dan bahkan karena tidak sesuai aturan yang diberitahukan oleh Rasul Paulus bahwa bahasa lidah harus sopan tertib(bdk. 1 Korintus 14:40) dan HARUS ADA YANG MENAFSIRKAN(bdk. 1 Korintus 14:27), bahasa lidah ini jadi terkafirisasi karena mental jemaat Gereja di Korintus masih mental kafir, jadi seakan-akan kaya budaya orang kafir. Rasul Paulus disini yang ingin meluruskan pemikiran jemaat Gereja di Korintus yang masih mental kafir, Rasul Paulus yang ingin meluruskan besi-besi yang sudah sekian lama bengkok ini harus melakukan pekerjaan keras supaya terluruskan. Oleh karena ini Rasul Paulus memakai kata kasar seperti “bodoh” sebagai wujud kasih Rasul Paulus agar jemaat di Korintus tidak jatuh didalam lubang dosa, supaya sadar gitu biar gk ngulangin kesalahannya, udah tua tapi gk ngerti-ngerti kan harus dipakai cara yang “agak kasar”.

Nah di ayat 34, Rasul Paulus pertama-tama menasihati wanita dulu “tuh emak emak, suruh bilangin ngape, kalo di Gereja itu kudu diem, pan mereka kudu tunduk dibawah ketaatan, kan ada tuh di Kitab Suci”, dijelasin lagi diayat 35 “kalo emak emak mo nanya hal-hal kek gitu aja mah, ya nanya aja sih ama lakinya dirumah, kan bukan tugasnya emak-emak buat ngajar di Gereja”. Jadi, Rasul Paulus disini menasehati para perempuan dulu kalau mereka gk usah bertanya hal-hal yang gak guna di Gereja yang sebenernya bisa ditanyain sama suaminya dirumah, karena kalau ini dibiarkan bisa buat gaduh, Yesus aja ngamok karena tempat Ibadah dibuat gaduh(baca artikel tentang Yesus ngamok di Bait Suci disini), bahkan Rasul Paulus sampe ngingetin kalau TUGAS MENGAJARKAN DI GEREJA ITU TUGAS PRIA bukan wanita, sebab Penatua(Presbiteros) itu harus seorang pria. Sebelum lanjut ke ayat 36, gua jelasin dulu kenapa Imam(Penatua/Pastur/Presbiteros) harus laki-laki:

MENGAPA IMAM HARUS LAKI-LAKI ?

Sebelumnya gua harus kasih tau kalau mayoritas Kristen itu tidak memberikan tahbisan Imamat kepada wanita, darimana gua tau ? karena jumlah umat Kristen itu ada 2.4 Miliar(bdk. International Bulletin of Missionary Research, Vol. 39, No. 1.).
Nah dari 2.4 Miliar ini:
-Kristen Katolik berjumlah 1.3 Miliar umat(Lihat disini)
-Kristen Orthodox Timur(Kalsedonia) berjumlah 200 Juta umat(Lihat disini)
-Kristen Orthodox Oriental(non-Kalsedoni) berjumlah 86 Juta umat(Lihat disini)

Gereja-Gereja diatas ini adalah Gereja-Gereja yang tidak menahbisan wanita sebagai Imam, ini belum termasuk Gereja-Gereja Protestan dan Restorianisme(pasca gerakan reformasi Protestan) yang tidak menahbiskan Imam wanita. Maka bisa dikatakan ada lebih dari 1.586 Miliar umat Kristen didunia dari total 2.4 Miliar yang memiliki aturan tidak menahbiskan wanita sebagai Imam. Maka mayoritas umat Kristen didunia bergereja di Gereja yang tidak menahbiskan wanita sebagai Imam.

Pertanyaannya, mengapa Gereja tidak menahbiskan wanita sebagai Imam ?

seharusnya pertanyaan yang tepat adalah “mengapa Gereja tidak memiliki hak untuk menahbiskan wanita sebagai Imam ?”

1. Dalam Perjanjian Lama, Imam itu selalu pria, mulai dari Imam Melkisedek(bdk. Kejadian 14:18), Imam Harun dan keturunannya(bdk. Keluaran 28:1).

2. Didalam Perjanjian Baru, Yesus hanya memanggil ke12 Rasul yang adalah pria untuk diperintahkan mengajar dan membaptis seluruh bangsa(bdk. Matius 28:16-20), dan Para Rasul hanya memilih rekan sekerja mereka dari kalangan laki-laki(bdk. 1 Timotius 3:1-13, 2 Timotius 1:6, 2 Timotius 1:5-9).

3. Imam berperan sebagai Persona Christi(Gambaran Kristus) didalam mengajar dan Ibadah Kurban(Misa/Liturgi) haruslah seorang laki-laki, sebab Kristus yang adalah Imam menurut peraturan Melkisedek(bdk. Ibrani 5:8), telah dinubuatkan lahir sebagai laki-laki oleh Nabi Yesaya(bdk. Yesaya 9:6), dan memang sungguh terlahir sebagai laki-laki(Matius 1:25). Jadi, bila Gereja menahbiskan wanita sebagai Imam untuk mengajar DALAM LITURGI(garisbawahi baik-baik) dan sebagai pemimpin Ibadah Kurban(Misa/Liturgi), itu sama saja menyelewengkan Persona Christi dan merasa lebih pintar dari Para Rasul*kaleumeuy,inimenurutgereja-gerejamayoritaslohbukanguapribadi*.

Balik lagi ke 1 Korintus 14:35. Udah paham ya, jadi maksudnya wanita tidak boleh mengajar di Gereja itu adalah didalam Liturgi, sebab itu tugasnya Imam yang Imam ini HARUS LAKI-LAKI, laki-laki pun kalau tidak tertahbis sebagai Imam juga tidak akan bisa mengajar dalam Liturgi, dan adapun Rasul Paulus berkata kasar seperti ini sebagai wujud kasihnya kepada jemaat wanita Gereja di Korintus agar tidak merugikan diri mereka sendiri dan terus terbayang kepada stigma kafir.

Kita lanjut pada:

1 Korintus 14:36
(36) Apakah firman Allah datang kepadamu ? ataukah (firman Allah)hanya datang kepada kamu ?

Disini lagi-lagi dikritik wanita-wanita ini karena sombong rohani entah dengan nubuatannya, bahasa lidahnya, dll yang seakan-akan mengkultuskan hanya dirinya sendiri yang mendapatkan wahyu Ilahi karena karunia-karunia ini, dan menganggap “POKOKNYA HARUS BAHASA LIDAH, TIDAK ADA BAHASA LIDAH MAKA TIDAK SAH”, padahal bahasa lidah ini adalah karunia(bdk. 1 Korintus 14:26). Jadi, oleh karena ini karunia, maka bukan hal yang harus diwajibkan. Loh kalau karunia ini wajib maka semua orang Kristen harus bisa memindahkan gunung, mengapa ? sebab orang Kristen Mesir melalui Baba Abraham dan Santo Simon Tukang Sepatu(Abad 10) mempunyai karunia untuk memindahkan gunung seturut perkataan Yesus “jika punya iman sebesar biji sesawi saja akan dapat memindahkan gunung“(bdk. Matius 17:20), lah kalau karunia ini wajib apakah kita wajib memindahkan gunung ? kan enggak, intinya di ayat 36 ini Rasul Paulus ingin memberikan teguran dan penegasan bahwa karunia itu jangan dipamerin dan merasa seakan-akan cuman lu aja yang punya karunia, seakan-akan karunia itu hal yang wajib ada padahal karunia ini anugerah tertentu.
Lanjut lagi mhang

1 Korintus 14:37
(37) Jika ada seorang laki-laki berpikir bahwa dirinya (memiliki karunia)Nabi, atau spiritualis, biarlah dia(laki-laki) mengetahui bahwa apa yang aku tulis kepadamu adalah perintah-perintah Tuhan

wkwkwkwkwkwkwk gimana ? sudah merasa sadar ? ternyata Rasul Paulus bukan hanya ngomelin wanita aja, tapi laki-lakinya juga, yang laki-laki disini merasa lebih tau dari Rasul Paulus, oleh karena itu diingatkan “biarlah dia(laki-laki) mengetahui bahwa apa yang aku tulis kepadamu adalah perintah-perintah Tuhan“, bahkan di ayat berikutnya lebih kasar lagi, saking Rasul Paulus ingin meluruskan stigma seluruh jemaat(baik wanita ataupun pria) Gereja di Korintus.

1 Korintus 14:38
(38) Tetapi bila ada orang yang tidak tahu, biarlah ia menjadi tidak tahu

wkwkwkwwk bahkan disini Rasul Paulus lebih keras kepada laki-laki, karena laki-laki itu sekalinya bebal kalau diperingatin pake kata-kata penjelasan yang rinci gabakal berubah, makanya Rasul Paulus disini pake kata-kata singkat yang seolah-olah bermakna “udah deh terserah lu aja, kalo lu tolol biar aja deh lu tolol”, maksudnya supaya sadar gitu, supaya gk jatuh didalam lubang dosa yang terlalu dalam, Rasul Paulus memberikan nasihat karena kasihnya.
Lanjut ayat-ayat yang terakhir:

1 Korintus 14:39-40
(39) Oleh karena itu saudara-saudariku, dambakanlah nubuatan, dan jangan melarang orang-orang untuk berbahasa lidah(glossais)
(40) Biarlah segala sesuatu dilakukan sopan dan teratur.

Nah disini udah mulai kaleum Rasul Paulus, dan Rasul Paulus disini ngejelasin maksudnya “bukan gua ngelarang lu bernubuat, bukan gua ngelarang lu berbahasa lidah, bahkan gua katakan kalau gaboleh ada yang melarang orang bernubuat dan bahasa lidah, asal segala sesuatunya sopan dan teratur”, sopan dan teratur bagaimana ?
Disini seru nih,

1 Korintus 14:22-23
(22) Karena itu karunia bahasa roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman; sedangkan karunia untuk bernubuat adalah tanda, bukan untuk orang yang tidak beriman, tetapi untuk orang yang beriman.
(23) Jadi, kalau seluruh Jemaat berkumpul bersama-sama dan tiap-tiap orang berkata-kata dengan bahasa roh, lalu masuklah orang-orang luar atau orang-orang yang tidak beriman, tidakkah akan mereka katakan, bahwa kamu gila ?

Rasul Paulus diayat 22 lagi nyarkasin orang-orang yang asal-asalan berbahasa lidah(LAI: bahasa roh) dengan berkata kalau “bahasa lidah itu tanda untuk orang tidak percaya” terus dikasih ilustrasi “kalau ada orang luar(non Kristen) masuk, tidakkah mereka akan katakan bahwa KAMU GILA ?”. Jadi disini sopannya, yaitu tidak gaduh seperti orang gila.

Dan teraturnya disini harus ada yang menafsirkan:

1 Korintus 14:27
Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya.

SEBANYAK-BANYAKNYA TIGA ORANG, dan ini dilakukan SEORANG DEMI SEORANG, dan HARUS ADA YANG MENAFSIRKAN. Makanya kalau gk sesuai rules mending gk usah, karena ini bukan hal yang wajib ada, bahkan Rasul Paulus juga menulis:

1 Korintus 14:19
Tetapi dalam pertemuan Jemaat aku lebih suka mengucapkan lima kata yang dapat dimengerti untuk mengajar orang lain juga, dari pada beribu-ribu kata dengan bahasa roh.

Intinya Rasul Paulus didalam 1 Korintus 14:34-40 bukan sama sekali bertujuan untuk merendahkan wanita secara makna sempit, tapi untuk meluruskan stigma jemaat Gereja di Korintus baik wanita maupun laki-laki yang masih ada bekas-bekas pemikiran kafir, dan memang yang dilontarkan kata-kata kasar bukan hanya wanitanya saja, laki-laki bahkan lebih kasar lagi.
Selain dari 1 Korintus 14:34-40, ada juga yang make 1 Korintus 11:9-10 sebagai “bukti” Alkitab merendahkan wanita. Coba deh kita baca ya:

1 Korintus 11:9-10
(9) Dan laki-laki tidak diciptakan karena perempuan, tetapi perempuan diciptakan karena laki-laki.
(10) Sebab itu, perempuan harus memakai tanda wibawa di kepalanya oleh karena para malaikat.

Oke, gua bahas dulu tentang “tanda wibawa” baru gua jelasin background penulisan kutipan nats diatas.

KERUDUNG SEBAGAI TANDA WIBAWA

Kerudung bagi wanita Kristen itu sebagai lambang kehormatan, kata “wibawa” didalam terjemahan LAI ini bahasa aslinya ditulis “εξουσια“(exousia) yang bermakna “kekuatan“, jadi kerudung itu sebenarnya tanda kehormatan bagi wanita Kristen. Rasul Paulus disini diibaratkan seperti seorang Raja yang menyuruh para putri-putrinya untuk mengenakan mahkota dalam upacara-upacara Kerajaan(dalam hal ini adalah Liturgi dan sembahyang) sebagai lambang putri Raja. Seluruh penafsir Alkitab jaman old, pertengahan dan reformasi menyetujui hal ini, coba kita lihat kutipan perkataan mereka:

Dengan pengarahan dari Rasul Petrus yang terberkati, telah ditetapkan bahwa seorang perempuan harus menudungi kepalanya ketika masuk ke dalam Gereja.”
-Santo Linus- Uskup Roma(hidup tahun 67-79 M)
(Liber Pontificalis)

Seorang perawan menemui saya sebagaimana ia dihiasi seolah-olah dia dari kamar pengantin … kepalanya ditutupi oleh kerudung.
-Hermas(150 M)-

Kerudung adalah perlindungan agar tidak berada di luar hubungan dengan Allah yaitu dengan taat memenuhi perintah, para wanita memiliki rasa damai dan kasih dalam hubungan mereka dengan Allah..
-Marthin Luther-
(Helmut T. Lehmann, ed., Luther’s Works, vol. 36 (Philadelphia: Fortress Press, 1958), p. 152)

Bahkan Yohanes Kalvin didalam tulisannya “Tafsir tentang penutup kepala” sangat keras menyuruh wanita Kristen untuk bertudung sebagai lambang kehormatan.

Jadi, disini kerudung bukan paksaan atau bagaimana, tapi intinya “kalau memang lu merasa sebagai wanita Kristen, merasa diri sebagai putri dari Sang Raja Semesta, tudungi kepala lu sebagai tanda wibawa sebagaimana putri Raja memakai mahkota lambang wibawa”.

Mari kita lihat ulas bagian per bagian pada 1 Korintus 11 tentang kerudung ini:

1 Korintus 11:3-4
(3) Tetapi aku mau, supaya kamu mengetahui hal ini, yaitu Kepala dari tiap-tiap laki-laki ialah Kristus, kepala dari perempuan ialah laki-laki dan Kepala dari Kristus ialah Allah.
(4) Tiap-tiap laki-laki yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang bertudung, menghina kepalanya.

pada ayat ketiga ini Rasul Paulus menerangkan dulu tentang laki-laki dan wanita, tentang Kristus dan Allah(Sang Bapa).
Kata “kepala” disini mungkin sangat memuakkan bagi orang-orang yang tidak mementingkan makna terdalamnya, tapi sesungguhnya “kepala” disini bukan berarti “tindih”, mengapa ? dalam tafsiran Full Life dijelaskan bahwa dalam makna theologis, Allah(Sang Bapa) tidak lebih tinggi daripada Kristus, sebab Allah dan Kristus walau berbeda hypostasis(realita konkrit) tetapi tidak lebih tinggi atau rendah, dan Allah dengan Kristus ini satu substansi, adapun disebut “kepala” disini karena perbedaan fungsi bukan perbedaan derajat. Maka Rasul Paulus menulis seperti ini bukan untuk merendahkan wanita sebagai yang “ditindih” oleh laki-laki, justru Rasul Paulus disini memberitahu persamaan derajat wanita dan laki-laki sebagaimana Kristus dan Allah(Sang Bapa) adalah satu substansi tapi berbeda hypostasis dan fungsi.
Pada ayat keempat justru Rasul Paulus menegur laki-laki dahulu, bahwa laki-laki tidak boleh menudungi kepalanya didalam upacara-upacara Gerejawi, dan memang sampai sekarang dalam Gereja-Gereja khususnya Katolik, Orthodox dan Anglikan ada saat-saat tertentu dimana Imam melepas tutup kepalanya, untuk umat awam laki-laki tetap tidak boleh memakai penutup kepala sepanjang Ibadah seperti topi, kerudung, dll.

1 Korintus 11:5-6
(5) Tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepalanya, sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya.
(6) Sebab jika perempuan tidak mau menudungi kepalanya, maka haruslah ia juga menggunting rambutnya. Tetapi jika bagi perempuan adalah penghinaan, bahwa rambutnya digunting atau dicukur, maka haruslah ia menudungi kepalanya.

Disini Rasul Paulus juga memberi teguran kasih yang “rada kasar” kepada wanita, karena melawan moral Kristen dan masih melekat kepada budaya kafir, budaya kafir Yunani dulu keras loh, bahkan mereka terbiasa telanjang bugil dibeberapa festival, oleh sebab ini Rasul Paulus harus menunjukkan kasihnya dengan cara yang keras, supaya jemaat wanita Gereja di Korintus ini tidak kebablasan.

1 Korintus 11:7-8
(7) Sebab laki-laki tidak perlu menudungi kepalanya: ia menyinarkan gambaran dan kemuliaan Allah. Tetapi perempuan menyinarkan kemuliaan laki-laki.
(8) Sebab laki-laki tidak berasal dari perempuan, tetapi perempuan berasal dari laki-laki.

Nah disini Rasul Paulus menjelaskan dulu bahwa laki-laki sebagai manusia pertama yang diciptakan sesuai gambaran Allah(bdk. Kejadian 1:26), dan wanita ini memantulkan kemuliaan Allah melalui si laki-laki ini, kemuliaannya sama cuman beda prosesnya. Lalu dijelaskan lagi sesuai penciptaan bahwa awalnya wanita berasal dari laki-laki(bdk. Kejadian 2:22).

1 Korintus 11:9-10
(9) Dan laki-laki tidak diciptakan karena perempuan, tetapi perempuan diciptakan karena laki-laki.
(10) Sebab itu, perempuan harus memakai tanda wibawa di kepalanya oleh karena para malaikat.

Pada ayat kesembilan lagi dijelaskan tentang penciptaan bahwa perempuan diciptakan oleh karena laki-laki, kalau kita telisik lagi lebih dalam, adanya wanita itu justru karena kelemahan laki-laki yang kesepian, dan perempuan ini justru diciptakan dari tulang rusuk si laki-laki yang mana rusuk ini adalah bagian badan, maka disini ditekankan kesetaraan wanita dan laki-laki.
“Sebab itu” disini maksudnya asal muasal wanitanya yang dari laki-laki, nah supaya derajatnya ini benar-benar disamakan harus memakai kerudung seminimalnya saat Liturgi dan sembahyang, sebab saat Liturgi dan sembahyang itu ada Malaikat yang hadir melihat:

“Dengan cara ini, ia(seorang Kristen) selalu murni dalam doa. Ia juga berdoa dalam kumpulan para malaikat, sebagai seorang berada di tingkatan malaikat, dan ia tak pernah beranjak dari perlindungan mereka; dan meskipun ia berdoa sendirian, ia telah berada di dalam paduan suara para kudus yang berdiri dengannya(dalam doa)” (Santo Klemen dari Alexandria, The Stromata (Book VII), Miscellanies 7:12 [Tahun 208 M]).

1 Korintus 11:11-12
(11) Namun demikian, dalam Tuhan tidak ada perempuan tanpa laki-laki dan tidak ada laki-laki tanpa perempuan.
(12) Sebab sama seperti perempuan berasal dari laki-laki, demikian pula laki-laki dilahirkan oleh perempuan; dan segala sesuatu berasal dari Allah.

Nah di ayat kesebelas ini jelas nyata kesetaraannya, wanita pada awalnya itu berasal dari laki-laki, lalu laki-laki setelahnya lahir dari wanita.
Di ayat kedua belas lebih ditekankan lagi kesetaraannya bahwa awalnya wanita dari (tulang rusuk)laki-laki dan setelahnya laki-laki dilahirkan wanita, dan ditekankan bahwa segala sesuatu berasal dari Allah.

1 Korintus 11:13-14
(13) Pertimbangkanlah sendiri: Patutkah perempuan berdoa kepada Allah dengan kepala yang tidak bertudung ?
(14) Bukankah alam sendiri menyatakan kepadamu, bahwa adalah kehinaan bagi laki-laki, jika ia berambut panjang,

diayat ketiga belas setelah menjelaskan panjang lebar, Rasul Paulus memberikan ruang kebebasan untuk berpikir kepada wanita “apakah pantas wanita Liturgi dan sembahyang tanpa berkerudung ?“.
Diayat keempat belas ini ditekankan hukum moral yang berlaku luas dipikiran orang pada zaman dan tempat itu bahwa kehinaan bagi laki-laki jika ia berambut panjang, dan sepanjang-panjangnya rambut laki-laki lebih panjang rambur wanita. Ini masalah aturan kerapihan, intinya mbo yo kalo Gereja itu laki-laki harus berambut rapih, jangan acak-acakan.

1 Korintus 11:15-16
(15) tetapi bahwa adalah kehormatan bagi perempuan, jika ia berambut panjang ? Sebab rambut diberikan kepada perempuan untuk menjadi penudung.
(16) Tetapi jika ada orang yang mau membantah, kami maupun Jemaat-jemaat Allah tidak mempunyai kebiasaan yang demikian.

Diayat kelima belas, Wycliff didalam tafsirannya tidak membenarkan wanita untuk tidak berkerudung, menurut Wycliff dan mayoritas penasir lainnya, Rasul Paulus menulis seperti ini sebagai sarkas kepada para wanita “apakah cukup rambut panjang saja sebagai penutup kepala ?“.
Diayat keenambelas ditekankan lagi perihal aturan kerapihan dan adab Kristen yang dijelaskan Rasul Paulus bukan cuman pendapat dia pribadi, tapi ini adalah aturan moral yang berlaku disetiap Gereja, oleh sebab itu jemaat Gereja di Korintus ditekankan untuk tidak buat-buat tradisi atau penafsiran tersendiri tentang hal ini.

Dari sini kita dapat mengambil kesimpulan bahwa Rasul Paulus tidak merendahkan wanita, karena kasih didalam ketegasannya ini bukan hanya bagi wanita tetapi juga bagi laki-laki, supaya mereka beradab dan setara, karena Rasul Paulus juga pernah menegaskan:

Galatia 3:28
Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus.

Intinya kalau baca Alkitab itu jangan sepotong-sepotong, harus tahu keseluruhan sebabnya dan background dibelakangnya.

WANITA SEBAGAI YANG PERTAMA DIBERIKAN JANJI OLEH ALLAH

Kejadian 3:13-15
(13) Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: “Apakah yang telah kauperbuat ini ?” Jawab perempuan itu: “Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan.”
(14) Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: “Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu.
(15) Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau(ular) dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.”

Justru malah setelah kejatuhan manusia dalam dosa, wanita yang pertama kali mendapatkan janji Allah yaitu Hawa. Yang mana ini adalah nubuatan tentang Kristus yang akan lahir dari wanita perawan tanpa campur tangan laki-laki, keturunan Hawa ini akan meremukkan kepala ular(iblis) sebab Yesus mati disalib diatas kalvari(kuburan Adam, lambang maut), dan Kristus dipaku tumitnya lambang penyaliban.

PENGHORMATAN KEPADA BUNDA MARIA

Penghormatan dalam bahasa Yunani adalah “dulia“, dan “dulia” ini dibedakan dari “latria“(penyembahan). Apa contohnya “dulia” ini ?:
– Para saudara Yusuf memberi hormat kepada Yusuf(bdk. Kejadian 42:6)
– Yusuf sujud sampai ketanah menghormati ayahnya Yakub(bdk. Kejadian 48:12)
– Nabi Natan sujud sampai ketanah menghormati Raja Daud(bdk. 1 Raja-raja 1:23)
– Absalom sujud ketanah menghormati ayahnya Daud(bdk. 2 Samuel 14:33)

Disini ekspresi dulia bisa apa saja entah kata-kata atau gerakan, tapi yang terpenting dari dulia ini adalah niatnya memposisikan seseorang sebagai pribadi yang terhormat, dan kita salut akan pekerjaannya. Seperti halnya Bunda Maria yang dengan iman pontang-panting memperjuangkan dirinya untuk dapat melahirkan Sang Juru Selamat, bahkan walau ancamannya mati sekalipun. Disinilah kita melakukan dulia oleh karena pekerjaan Bunda Maria yang sangat patut untuk diberikan dulia, bahkan Bunda Maria sendiri bernubuat bahwa segala keturunan akan men-dulia-kan dia dengan menyebutnya “berbahagia”:

Lukas 1:48
(48) sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia,

Jadi, Bunda Maria sebagai wanita yang tegar ini sangat dihormati dalam ke-Kristenan sebagai Ibu dari penggenap Janji Allah kepada Hawa. Sungguh hal yang patut ditertawakan bila ada yang bilang keKristenan dengan Alkitabnya mendiskriminasikan posisi wanita. Sebab segala sesuatu sudah sangat tepat sekali diatur oleh Allah sesuai fungsi dan talenta masing-masing.

DIAKONESS DIDALAM GEREJA

Roma 16:1
Aku meminta perhatianmu terhadap Febe, saudari kita yang melayani jemaat di Kengkrea,

ΡΩΜΑΙΟΥΣ(Roma) 16:1
συνιστημι δε υμιν φοιβην την αδελφην ημων ουσαν διακονον της εκκλησιας της εν κεγχρεαις

Synistemi dee hymin Phoiben tin adeelphin imoon ousan DIAKONON tis Ekklesias tis een Kengkhreeais

Aku meminta(perhatian) kepadamu, (untuk)Phebe saudari kita, Diakon(wanita) Gereja di Kengkrea.

“loh min, bukannya Diakon itu harusnya laki-laki sesuai di 1 Timotius 3:12 ?”

Ya awalnya seperti itu, tapi ternyata Gereja kesulitan sebab dalam tradisi Yunani itu mereka sudah terbiasa telanjang bugil dalam festival-festival, dan ini tidak dianggap tabu, lalu saat baptis pun mereka bugil sebagai lambang ketelanjangan dalam kelahiran baru. Walau ini bertentangan dengan moral Kristen, kearifan lokal ini tidak dilarang oleh Gereja, tetapi oleh sebab kearifan lokal ini Gereja menahbiskan wanita sebagai Diakones(sebutan Diakon wanita) untuk pembantu Imam(Penatua/Pastur/Presbiteros) dalam membaptis, dimana antara kolam/sungai baptisan ada tirai yang memisahkan Imam dengan yang dibaptis dan Diakonesnya, tetapi tetap Imam yang membaptis mendaraskan formula baptisan, sedangkan Diakones hanya membantu “mencelupkan” wanita yang dibaptis. Selain ini juga Diakones menjalani fungsi yang sama seperti Diakon pada umumnya yaitu menjalankan amal, melakukan pendupaan, dll(baca disini). Didalam Gereja Katolik Timur dan Orthodox Timur(Kalsedon) karena wanita tidak dapat masuk Sanctuary(Ruang tempat Altar), Diakones menjaga dupa diluar Sanctuary, tetapi disamping ini juga dapat mendaraskan doa-doa litani diluar Sanctuary. Bahkan dalam Gereja Orthodox Armenia, Diakones juga dapat membaca Epistel atau Injil pada Liturgi. Bahkan pada jaman now, peran Diakones di Gereja Katolik Roma itu sudah sangat “berkarya” sekali wkwkwkwk.

KESIMPULAN

Inti dari semua ini, Gereja tidak mentahbis wanita sebagai Imam bukan karena Gereja anti kesetaraan jender, justru Gereja sangat mendukung hal ini seperti yang tercatat didalam Alkitab, dan jangan menutup mata kalau banyak Ratu yang sangat luar biasa lahir dari Kerajaan-kerajaan Kristen. Bahkan jauh sebelum ini, di Israel itu peranan Ibu Suri(emaknya Raja) sangat terhormat sekali. Dan jauh sebelum ini, bahkan Allah memberikan janjiNya yang pertama kepada wanita yaitu Hawa, yangmana janji ini digenapi juga melalui wanita yaitu Bunda Maria.

Adapun perkataan-perkataan kasar Rasul Paulus itu tidak hanya ditujukan kepada wanita, tapi justru lebih kasar lagi terhadap laki-laki. Ini semua dilakukan karena memang sesuai fungsi dan talenta masing-masing, tetapi secara derajat tetap sama.

Trima kasih sudah membaca, semoga manfaat.

Penulis: serbet

Tak Berkategori

Cinta itu dua arah dan harus ada bukti

Tuhan sertamu

Dalam KBBI, Cinta berarti “suka sekali” dan “sayang benar“, ini bukan cuman sekedar “suka” atau sekedar “sayang” tapi “suka sekali” dan “sayang benar“.
Didalam Injil Yohanes 3:16, dalam terjemahan bahasa Inggris KJV ditulis:

John 3:16
For God so loved the world, that he gave his only begotten Son, that whosoever believeth in him should not perish, but have everlasting life.

Karena ALLAH SUNGGUH MENCINTAI DUNIA(Kosmos) INI, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal

kita tahu bahwa Sang Firman Allah ini adalah hypostasis(realita konkrit) dari ALLAH YANG SATU, jadi saat Sang Firman Allah ini nuzul kedunia “seolah-olah” Allah menjulurkan TanganNya untuk menyelamatkan manusia yang ada dalam kubangan dosa dunia.

Yohanes 1:29
Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.

Kita tahu banyak orang Kristen berkata “kasian Kristus itu udah disalib karena dosa-dosa kita, kita mencuri, berbohong, dll”, JAGA CAKAPMU.
Yang Kristus HAPUS DOSA ini bukan sekedar dosa kembangan tetapi DOSA secara hakikatnya dosa itu, saat dimana Adam dan Hawa memberontak melanggar ketetapan Allah, coba kita baca dalam bahasa aslinya:

ΙΩΑΝΝΗΝ(Yohanes) 1:29

τη επαυριον βλεπει [ο ιωαννης] τον ιησουν ερχομενον προς αυτον και λεγει ιδε ο αμνος του θεου ο αιρων την αμαρτιαν του κοσμου

Te hepaurion bleepeei ho Ioannes ton Iesoun herkhomenon pros hauton ke leegeei idee ho Hamnos tou Theou ho hairoon tin HAMARTIAN tou kosmou

HAMARTIAN disini adalah kata “dosa” secara tunggal bukan jamak, akar katanya adalah αμαρτία(hamartia) yang mana makna hamartia ini adalah melenceng dari target, contoh: si bangsat minggu pagi minta duit ama orang tua buat ke Gereja, eh tapi malah melenceng ke warnet. Maka disini “ke Gereja” adalah targetnya, tetapi yang dilaksanakan adalah “ke warnet”, maka disini si bangsat telah “hamartia“, telah melenceng, telah berdosa.
Paham disini arti kata hamartia ?, paham dong.
Hamartia ini mulai ada pada manusia saat Adam dan Hawa melanggar ketetapan Allah di taman eden(bdk. Kejadian 3:1-24), karena ini manusia selanjutnya juga anak-anak Adam yang adalah darah daging Adam, maka anak-anak Adam ini juga bisa melakukan “hamartia” seperti Adam, bahkan bisa dikembangkan, contohnya mulai ada pembunuhan manusia dimana Kain membunuh Habel(bdk. Kejadian 4:8), apalagi sekarang-sekarang ini kan makin gak karu-karuan, ada anak bunuh emaknya lah cuman gara-gara game nya di reset, ada suami bunuh istrinya lah gara-gara tempenya kegosongan, dll.

Allah menjulurkan TanganNya kedalam dunia ini, Sang Firman Allah turun kedalam dunia dan mengambil kodrat manusia ini gunanya untuk MEMBERSIHKAN DOSA ASAL DARI DALAM KODRAT MANUSIA yang bermula saat pemberontakan Adam dan Hawa di taman eden, jadi bukan cuman sekedar memangkas “daun dosa” tetapi Allah benar-benar memangkas “akar dosa”.
HAKIKAT DOSA ASAL ini yang dipangkas oleh Allah, bukan cuman sekedar kembangannya saja.
Apa itu dosa asal ?

Roma 6:23
Sebab UPAH DOSA IALAH MAUT; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

MAUT inilah efek samping dari keberadaan dosa asal DIDALAM KODRAT MANUSIA, karena orang sebaik apapun pasti mati, iya kan ? “UPAH DOSA IALAH MAUT” disini maksudnya “akibat dosa asal” yang dari Adam dan Hawa tadi, karena kita memakai tubuh yang asalnya dari Adam dan Hawa yang dapat mati karena dosa(bdk. Kejadian 2:17), maka kita juga “mewarisi” efek samping dari dosa tersebut yaitu MAUT, mau sebaik atau se sholeh apapun manusia PASTI ujung-ujungnya mati juga karena efek samping dari dosa ini.
Min tapi Nabi Henokh dan Nabi Elia kan langsung diangkat ke surga gk pake mati ? ntar mereka diakhir zaman akan datang kedunia terus mati(Wahyu 11:3-7).

Roma 5:21
supaya, sama seperti dosa berkuasa dalam alam maut, demikian kasih karunia akan berkuasa oleh kebenaran untuk hidup yang kekal, oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.

Upah dosa(asal) adalah maut, tetapi kasih karunia akan berkuasa oleh kebenaran untuk HIDUP YANG KEKAL.
Maka maksud Nabi Yohanes Pembaptis “Anak Domba Allah yang menghapus dosa(kata tunggal) manusia” disini adalah YESUS MENGHILANGKAN KEMATIAN DAN MEMBERIKAN HIDUP YANG KEKAL, ini maksudnya adalah kepercayaan terhadap hari kebangkitan, dan disinilah bedanya orang Kristen dan Yahudi, orang Kristen percaya ada hari kebangkitan oleh sebab Yesus telah mati dan bangkit, sedangkan orang Yahudi Saduki tidak percaya akan Kristus sebagai Mesias yang akan mati dan bangkit untuk mempersiapkan hari kiamat(kebangkitan).

Matius 22:23
Pada hari itu datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang berpendapat, BAHWA TIDAK ADA KEBANGKITAN. Mereka bertanya kepada-Nya:

Maka mati dan bangkitNya Yesus ini untuk memangkas si dosa asal yang berakibat maut ini, oleh sebab itu ada kebangkitan. Sedangkan penghapusan dosa secara total supaya kita dapat menyatu dengan Allah(bdk. 2 Petrus 1:4) itu adalah hal yang ada “laku-laku”-nya:

2 Petrus 1:4-9

Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.
Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan,
dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan,
dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang.
Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita.
Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan.

Jadi ada perbuatan yang dilakukan untuk dapat menyatu dengan Allah, kita harus melakukan kebajikan, menambahkan pengetahuan, kasih terhadap saudara, dll.

Ya iya seluruh manusia telah dibersihkan dosa asalnya oleh sebab itu ada hari kebangkitan yang mana semua orang dari bangsa dan agama apapun akan dibangkitkan, TETAPI untuk “selamat” dalam artian “akan selamat” menyatu dengan Allah di Sorga itu hal yang harus kita KERJAKAN:

Filipi 2:12
Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah KERJAKAN KESELAMATANMU dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,

jadi disini KERJAKAN KESELAMATANMU bukan NIKMATILAH KESELAMATANMU.

Maka disini keselamatan yang Allah berikan kepada manusia adalah hal yang harus dikerjakan manusia BUKAN DINIKMATI.
Cinta yang Allah lontarkan kepada manusia adalah hal yang juga harus manusia lontarkan kepada Allah, sebab CINTA ITU DUA ARAH, mana bisa gua cinta sama Sandra Dewi sedangkan Sandra Dewi gk cinta sama gua ? INI NAMANYA BUKAN CINTA tapi ini namanya EGO sebab cinta itu hal yang harus saling dilontarkan oleh dua oknum atau lebih. Dan cinta ini hal yang harus DILAKUKAN, hal yang harus DIMANIFESTASIKAN, contoh: gua suka nih sama cewe, eh si cewe suka juga sama gua, tapi gua sama si cewe sama-sama tsundere, sama-sama pendam rasa suka masing-masing. Apa ini bisa disebut cinta ? ya enggak lah ! ini namanya bukan cinta tapi HASRAT YANG TERPENDAM*tayledig*, oleh karena ini Allah sudah MELAKUKAN CINTANYA, masa lu gk melakukan cinta kepada Allah juga dalam perbuatan baik, sembahyang, dll ?.
Harus DIMANIFESTASIKAN juga cinta ini, contoh: gua pacaran nih ama cewe, pasti gua harus kasih “tanda cinta” dong berupa materi seperti cincin, bunga, dll untuk supaya SI RASA CINTA ini ada WUJUDNYA untuk dilihatkan kepada “lawan cinta“. “Tangan Kanan” Allah menjadi manusia, Sang Firman Allah menjadi manusia ini, wafat dan bangkitnya Yesus Kristus ini adalah “bunga cinta” Allah kepada manusia, pertanyaannya MAUKAH KITA MENERIMA BUNGA CINTA INI ?

Oleh karena cintaNya Allah kepada manusia ciptaanNya, Allah telah “merentangkan TanganNya” lebar-lebar kepada manusia supaya dapat terselamatkan oleh Allah, selanjutnya terserah kita apakah “rentangan Tangan Allah” mau dibalas dengan pelukan(melakukan sesuai kehendakNya) atau dengan pergi dan menghiraukanNya(berbuat “hamartia”, melenceng dari kehendak Allah). Jadi, Allah itu sudah “berupaya” menyelamatkan kita, loh kitanya mau gak diselamatkan ?

Intinya, CINTAILAH ALLAH DALAM KEBENARAN(HAL YANG NYATA: PERKATAAN DAN TINDAKAN) MAKA CINTA ALLAH YANG TELAH DILONTARKAN ALLAH INI AKAN MEMUASKAN KITA.

Cinta tidak terkandung dalam merasakan hal-hal yang besar, namun memiliki keterikatan yang besar dan penderitaan untuk yang dicintai
-Yohanes dari salib-

Penulis: Ephitimia

Tak Berkategori

Bolehkah orang Kristen fanatik dan anarki ?

Tuhan sertamu !

Dibagasan goar ni Ama, dohot Anak, dohot Tondi Porbadia. Amen.

Kadang-kadang pasti kita suka denger kalimat “jangan jadi fanatik, semua agama itu sama aja mengajarkan kepada kebaikan, Yesus aja membantu orang Samaria yang dianggap kafir pada masa itu”

Sebelumnya marilah kita lihat dulu makna kata fanatik, didalam KBBI arti kata fanatik adalah “teramat kuat kepercayaan terhadap ajaran(politik, agama, dan sebagainya)“. Dan kalau kita lihat makna seperti ini, bahkan orang-orang yang ngaku “liberal” pun mungkin banyak yang berpikiran seperti ini.

HARUSKAH KITA FANATIK ?

Ya dan amin, buat apa kita cape cape ke Gereja hari minggu, sembahyang tiap hari, puasa sebelum Hari Raya, dll kalau kita gk fanatik ? semua yang kita lakuin bisa jadi takhayul yang gk ada makna dan tujuan kalau begini, harus fanatik dulu baru melakukan semua ini. Rasul Paulus pun menyuruh Umat di Tesalonika untuk fanatik terhadap “Tradisi” Para Rasul.

2 Tesalonika 2:15

Sebab itu, berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami, baik secara lisan, maupun secara tertulis.

Gak gak, gak tepat ini.

ΘΕΣΣΑΛΟΝΙΚΕΙΣ Β(2 Korintus) 2:15

αρα ουν αδελφοι στηκετε και κρατειτε τας παραδοσεις ας εδιδαχθητε ειτε δια λογου ειτε δι επιστολης ημων

ara oun adeelphoi STEKEETEE kai KRATEEITEE tas PARADOSEEIS as eedidaxthetee eeitee dia LOGOU eeite di EPISTOLIS IMOON.

kata “Paradoseeis” ini harusnya diterjemahkan “Tradisi” karena “Paradoseeis” ini didalam bahasa Latin diterjemahkan “Traditio“, di terjemahan KJV pun diterjamahkan “Tradition“.
Apa sih Paradoseeis(Tradisi) ini ?

Hampir mirip seperti “tradisi” dalam bahasa Indonesia, “Paradoseeis” dalam bahasa Yunani bermakna “intruksi yang diberikan secara estafet“, contoh: Rasul Yohanes memberikan “Paradoseeis” kepada Santo Ignatius Antiokhia, nanti Santo Ignatius Antiokhia memberikan kepada muridnya, muridnya memberikan kepada muridnya terus dan terus sampai ditengah-tengah kita, inilah “Paradoseeis“. Sedangkan dalam bahasa Indonesia, kata “tradisi” bermakna “1. adat kebiasaan turun-temurun (dari nenek moyang) yang masih dijalankan dalam masyarakat; 2. penilaian atau anggapan bahwa cara-cara yang telah ada merupakan yang paling baik dan benar“, dalam bahasa Indonesia sepertinya lebih ditekankan kepada “laku“nya, tapi dalam bahasa Yunani bukan hanya identik dengan “laku“, karena pemikiran-pemikiran yang diestafetkan juga termasuk “Paradoseeis“.

Paradoseeis“nya harus kita STEKEETEE, harus kita berdiri kokoh, apapun yang orang kafir katakan biarlah itu semua lewat sedangkan kita harus tetap STEKEETEE(berdiri teguh). Berdiri ini bukan tanpa pegangan, jatuh kita kalau gini, makanya ditulis KRATEEITEE tas paradoseeis, CENGKRAM lah Tradisi. Tradisi yang mana ? baik secara logou(lisan) ataupun epistolis(tulisan Rasuli)nya Para Rasul.

Pertanyaannya, bila dipandang dari makna “fanatik” sesuai KBBI, apakah ini “fanatik” ? ya jelas fanatik, disuruh BERDIRI KOKOH DAN CENGKRAM Tradisi Para Rasul, bukan hanya fanatik tapi super fanatik karena bukan hanya disuruh BERDIRI KOKOH dan CENGKRAM yang tertulis aja, bahkan yang secara lisan juga. Kitab suci dari bagian ke bagian lainnya ada kesinambungan, bahkan dalam hal ini, Rasul Paulus gk asal asalan nulis berdirilah kokoh dan cengkram pada ajaran Para Rasul, karena sebelumnya Yesus juga berkata hal serupa, yang perkataanNya ini tercatat didalam Injil:

Lukas 10:1

Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya.

Disini Yesus melakukan pengutusan kepada Para 70 Murid, 70 Murid disini tidak termasuk 12 Rasul. 70 Murid ini termasuk Rasul Yakobus Besar saudara Kristus(bedakan dengan Rasul Yakobus bin Alfeus), dan bahkan termasuk Santo Lukas yang menulis Injil Lukas. Apa yang Yesus pesankan kepada 70 Murid ini ?:

Lukas 10:16

Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barangsiapa menolak kamu(70 Utusan), ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku.”

Jadi disini ada karunia yang diberikan Yesus kepada 70 Murid, bahwa siapa yang mendengarkan 70 Murid sama dengan mendengarkan Kristus, yang menolak 70 Murid sama dengan menolak Kristus. Sekedar info, 70 utusan ini juga disebut Rasul, karena Rasul yang dalam bahasa Yunani αποστολος(apostolos) bermakna “seseorang yang diutus keluar“, ini adalah sebutan untuk orang-orang yang melakukan karya pengInjilan besar mentobatkan satu bangsa. Dalam Gereja Orthodox Timur dan Katolik Timur, diluar 12 Murid, 70 Murid, dan Rasul Paulus yang memberikan karya pengInjilan besar mentobatkan suatu bangsa, ada gelar yang disebut ἰσαπόστολος(setara Rasul) yang mana disini termasuk Santa Maria Magdalena, Santa Photini wanita Samaria, Dll.

Yesus aja bergaul sama wanita Samaria

ya benar, terus apa masalah ? oke biar gua jelasin:

Yohanes 4:7

Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya: “Berilah Aku minum.”

disini Yesus merobohkan benteng tradisi Yahudi diluar Taurat/Pentateukh(yang disebut taurat juga, yaitu tafsir Para Ulama-Ulama Yahudu), yaitu dilarang bergaul dengan orang Samaria , padahal orang Samaria itu orang Israel juga cuman udah kawin campur dan beribadah di gunung Gerizim bukan Bait Suci Yerusalem, jadi masih saudara mereka juga, ibarat kata kaya orang Indonesia sama Malaysia, sodaraan tapi gelut mulu kerjaannya. Makanya Yesus ngobrol sama mami mami Samaria itu nunggu Para Murid pergi, karena takut terjadi kegaduhan, saking kuatnya tradisi taurat(t kecil, yaitu tafsir Para Ulama yang disebut taurat juga dan menurut Yesus melenceng dari Taurat):

Yohanes 4:8

Sebab murid-murid-Nya telah pergi ke kota membeli makanan.

Karena kuatnya tradisi taurat Yahudi dan merasa terpinggirkannya orang Samaria, mami mami Samaria ini sampai bingung:

Yohanes 4:9

Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: “Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?”

Perempuan Samaria ini juga bukan hanya kafir, tapi juga sangat berdosa dan melawan moral, udah kafir terus tak bermoral pula, kalau gua masih mending kan biar kata tak bermoral tapi masih “beriman” xD xD.

Yohanes 4:16-18

Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, panggillah suamimu dan datang ke sini.”
Kata perempuan itu: “Aku tidak mempunyai suami.” Kata Yesus kepadanya: “Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami,
sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar.”

dalam tafsiran Matthew Henry dituliskan bahwa mami mami Samaria ini adalah orang yang kawin cerai kawin cerai, Yesus mengetahui ke-tidak bermoral-annya ini, dan Yesus tetap “FANATIK” terhadap pemikiran bahwa hal ini tidak bermoral(bdk. Markus 10:12), tetapi Yesus memberikan sarkas dengan tingkat asyique yang paripurna, yaitu dengan berkata “panggillah suamimu“, si mami mami Samaria yang “mungkin” sudah mengetahui kalau Yesus mengetahui ketidak bermoralannya dan lagi nyarkasin dia, berkata “aku tidak mempunyai suami“, maka Yesus menjelaskanlah ke-“fanatik“-anNya ini bahwa perempuan itu memang tidak memiliki suami karena melakukan kawin cerai yang tidak beralasan, dengan kata lain yang disebut “suami” dirumahnya itu adalah “teman zinah“-nya.

APAKAH FANATIK DAPAT DIEKSPRESIKAN DENGAN PERBUATAN FISIK YANG “KASAR” ?

Sebelum sampai ke kata “anarki” ada baiknya kita tahu dulu apakah fanatik ini bisa diekspresikan dengan perbuatan “kasar” ?

Contoh yang paling bagus disini adalah saat Kristus 3grd on fire di Bait Suci:

Yohanes 2:13-14

Ketika hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat, Yesus berangkat ke Yerusalem.
Dalam Bait Suci didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ.

Didalam tafsir Matthew Henry, dijelaskan bahwa Kristus ingin menyucikan Bait Suci, dimana mengembalikan fungsi asalinya Bait Allah dan bahkan fungsi disekitaran Bait Allah, “Apa tuh min ?”

Didalam tafsir Hagelberg dijelaskan bahwa orang-orang non Yahudi yang ingin menyembah Allah-nya orang Israel hanya bisa sembahyang dipinggiran Bait Allah, lebih luar lagi dari pelataran. Tapi semenjak banyak pedagang dipinggiran Bait Allah ini yang membuat gaduh, orang-orang non Yahudi yang ingin menyembah Allah-nya orang Israel jadi terganggu, Yesus ingin menyucikan Bait Allah dari hal ini dan mengembalikan tradisi ini, inilah yang dimaksud Yesus beribadah dalam roh dan kebenaran(Yohanes 4:23), dan orang Yahudi pada masa itu kaya memandang hina hal ini semacam gini dipikiran mereka “paansih panteque orang-orang Romawi/Dll Jew wannabe, balik aja lu sono nyembah berhala, gk usah sok sokan Jahudi“. Yesus membenarkan hal ini dan tidak memandang hina, untuk itu Yesus mengusir pedagang pedagang yang buat gaduh supaya orang-orang non Yahudi yang melakukan sembahyang dipinggiran Bait Allah ini bisa sembahyang dalam roh(secara khusyuk) dan kebenaran(ada ekspresi nyatanya). Dan bahkan orang Yahudi yang dulu menghambat tradisi ini, sekarang malah mereka melakukan tradisi ini juga dengan sembahyang dipinggiran (bekas)Bait Suci yaitu tembok ratapan xD xD senjata makan tuan lu Juden asu. Dan tradisi ini juga dilakukan orang Kristen(bdk. Kisah Para Rasul 2:46, orang Kristen yang non Yahudi juga melakukan ini tapi dibagian luar Bait Allah karena kalau didalem bisa dicyduc satpol pp Juden, sedangkan orang Kristen yang Yahudi bebas mau diluar atau didalem).

balik lagi ke masalah Yesus 3grd on fire di Bait Allah, sebenernya agak kasar untuk dibilang “di”, sebab Yesus itu ngamok dibagian luar Bait Allah, tempat dimana orang-orang non Yahudi sembahyang menyembah Allah-nya orang Israel, oke kita lanjutin ayatnya:

Yohanes 2:15-16

Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya.
Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: “Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan.”

Balik lagi ke tafsiran Matthew Henry. Awalnya pasar dagang ini ada di dekat kolam betseda, tapi karena “rasa cinta uang“-nya Imam Imam Bait Allah, pasar ini masuk sampai ke “Halaman orang non Yahudi” yaitu tempat orang non Yahudi menyembah Allah-nya orang Israel yang sempet gua jelasin diatas, bahkan pedagang-pedagang ini disertifikasi, kios yang binatang dagangannya dianggap “layak” sebagai korban diberikan sertifikat dan ada stempel ke-“layak”-annya*teringatsesuatu?*. Bahkan ada “praduga” kalau hal ini disalah gunakan oleh Imam Imam Bait Allah dimana binatang yang sebenernya cacat gak layak untuk korban ikut-ikutan bisa didagangkan di “halaman orang non Yahudi” dan tetap ada sertifikasinya. Hal ini udah bukan hal sepele lagi karena udah mengakar dan dilakukan oleh petinggi-petinggi, Yesus yang merasa geram melihat hal ini dibarengi dengan mendengar suara gaduh pasar langsung 3grd dan ngamok, karena udah gaada cara lain lagi selain mengekspresikan kasih ini dengan cara demikian, kalau hal ini dibiarkan bisa jadi dosa untuk para pedagang tersebut juga.

Lalu Para Murid teringat nats:

Yohanes 2:17

Maka teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis: “Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku.”

yang mana ayat ini adalah kutipan dari Mazmur 69:10, yang dianggap Para Murid sebagai nubuatan bahwa Kristus akan melakukan hal yang seolah-olah tampak seperti “cinta buta”. Sebenernya “cinta yang menghanguskan” ini cuman kata kata puitis dari “hal yang nampak”, karena Yesus melakukan hal ini memang sudah ini win win solutionnya, supaya orang non Yahudi tetap bisa sembahyang dengan tenang di pinggiran Bait Allah yang disebut “Halaman orang non Yahudi”, para pedagang balik ketempatnya asalnya di kolam betseda supaya tidak berdosa mengganggu orang-orang non Yahudi dalam sembahyang, dan Imam Imam Bait Allah supaya gak cinta uang dan jatuh didalam kubangan dosa. Jadi, perilaku Yesus ini seperti orang tua yang menunjukkan kasih kepada anaknya dengan cara “mukul” sesekali sebagai peringatan dan supaya si anak gak melakukan hal yang bisa merugikan dirinya sendiri.

“Min, sesuai penjelasan diatas, kalau Gereja dinista, apa kita diem aja ?, Yesus aja ngamok on fire di Bait Allah”

kalau ada polisi ya gk perlu ! Yesus ngamok on fire karena gaada cara lain lagi, petinggi petinggi Agama saat itu juga masuk kedalam lingkaran setan menajiskan Bait Allah, maka tidak ada cara lain lagi selain ngamok on fire. Sedangkan kita ? Gereja dinista kan kita bisa langsung nelpon polisi dan penista Gereja langsung dicyduc. KECUALI petinggi petinggi kita emang udah bobrok dan gk mau ngurusin keperluan agama kita, kaya Imam Imam Bait Allah yang gk pikirin gmna orang non Yahudi yang mau sembahyang di “Halaman orang non Yahudi”, khusyuk tidaknya gk dipikiran, nah kalau petinggi petinggi sudah melewati hal ini, kita gerak sendiri itu gpp.

ANARKI, BOLEHKAH ?

Galang rambu anarki anarki*sfx:iwanfals*

Sebelumnya kita harus tau dulu makna kata “anarki“, dalam KBBI makna kata “anarki” adalah “1. hal tidak adanya pemerintahan, undang-undang, peraturan, atau ketertiban; 2. kekacauan (dalam suatu negara)

Dalam hal yang sesulit sulitnya kita bisa kok anarki, asalkan kasus tersebut memang gak bisa diatasin lagi selain melakukan hal anarki, contohnya apa ? ya Yesus pas ngamok on fire di Bait Allah kan Yesus melanggar “hukum petinggi” yaitu hukum Imam Imam Bait Allah yang memperbolehkan pedagang untuk berdagang di “Halaman orang non Yahudi”, Yesus melawan hal ini dengan “hukum yang dia anggap benar” dimana “Halaman orang non Yahudi” gk boleh dibuat gaduh sebab itu tempat orang non Yahudi sembahyang, itu HAKNYA orang non Yahudi. Jadi kalau misalnya Gereja yang adalah HAK KITA, dibangun pake duit kita, dan udah dapet ijin membangun Rumah Ibadah dari pemerintah, tiba tiba didatengin orang gak dikenal terus diobrak abrik, kita telpon polisi gabisa, pemerintah gk mau tanggung jawab, ya disini kita bisa anarki sedikit kaya Yesus, kita usir kek, kalau orangnya gak mau ya melakukan sedikit “kekerasan” dengan ngegeret keluar, itu gpp. Atau misalnya pemerintah dateng ke Gereja kita bawa surat surat penggusuran yang sah secara hukum, padahal sebelumnya kita udah diberi izin secara hukum yang sah juga, nah ini mau lu ngancurin buldozernya juga gpp, asalkan tujuan tetap kepada kepentingan umat untuk menyembah Allah dalam roh(khusyuk) dan kebenaran(ada ekspresinya) bukan atas kepentingan pribadi, dan hal ini HARUS win win solution.

Intinya FANATIK WAJIB, ANARKI boleh dilakukan dalam keadaan terdesak demi kepentingan umat bukan kepentingan pribadi.

sekian dari Ephitimia yang tak bermoral dan najis ini, semoga bermanfaat.

Refrensi:

  • Kamus Besar Bahasa Indonesia
  • 70 Disciples
  • Tafsir Matthew Henry
  • Tafsir Hagelberg

Penulis: Ephitimia

Tak Berkategori