Rabu Abu, kenapa harus hari Rabu dan memakai Abu ?

Tuhan sertamu !

ada baiknya sebelum baca ini, baca dulu tulisan mhang Ephitimia yang udah gua sunting: Puasa Kristen

Rabu Abu adalah hari yang membuka masa Puasa Pra-Paskah pada Gereja-gereja Barat seperti: Katolik Roma, Orthodox ritus Barat dan beberapa Gereja Protestan.

PRAKTEK PENGGUNAAN ABU DALAM ALKITAB

Orang Yahudi pada masa Raja Ahasyweros

Ester 4:1

Setelah Mordekhai mengetahui segala yang terjadi itu, ia mengoyakkan pakaiannya, lalu memakai kain kabung dan ABU, kemudian keluar berjalan di tengah-tengah kota, sambil melolong-lolong dengan nyaring dan pedih.

Disaat ini Mordekhai saat mendengar perintah dari Raja Persia yaitu Ahasyweros bahwa sang Raja akan membunuh semua orang Yahudi, dia langsung merasakan duka yang amat terdalam lalu memakai kain kabung dan ABU, dan hal ini juga dibarengi dengan puasa:

Ester 4:3

Di tiap-tiap daerah, ke mana titah dan undang-undang raja telah sampai, ada perkabungan yang besar di antara orang Yahudi disertai PUASA dan ratap tangis; oleh banyak orang dibentangkan kain kabung dengan ABU sebagai lapik tidurnya.

Jadi ada beberapa hal disini: abu, puasa, duka dan puasa

Nabi Ayub

Ayub 42:6

Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan ABU.”

Disini ada hal lain lagi yaitu PENYESALAN

Nabi Daniel

Daniel 9:3

Lalu aku mengarahkan mukaku kepada Tuhan Allah untuk berdoa dan bermohon, sambil BERPUASA dan mengenakan kain kabung serta ABU.

Nabi Yunus

Yunus 3:5-6

Orang Niniwe percaya kepada Allah, lalu mereka mengumumkan PUASA dan mereka, baik orang dewasa maupun anak-anak, mengenakan kain kabung.

Setelah sampai kabar itu kepada raja kota Niniwe, turunlah ia dari singgasananya, ditanggalkannya jubahnya, diselubungkannya kain kabung, lalu duduklah ia di ABU.

Intinya disini kita tau kalau penggunaan abu dan puasa ini adalah ekspresi dari duka dan petobatan.

KRISTUS MENYINGGUNG SOAL PENGGUNAAN ABU

Matius 11:21

“Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung.

dalam tafsiran Wycliff dijelaskan bahwa Khorazim dan Betsaida adalah tempat kedurhakaan dimana Para Nabi dipenjara, Wycliff juga menyambungkan kata tobat dan kabung ini dengan tradisi tobat menggunakan abu sebagai lambang duka.

PRAKTEK DALAM GEREJA

Bapa Gereja Tertulianus(Hidup 160-220) dalam bukunya “De Poenitentia” menulis “hidup tanpa bersenang-senang dengan mengenakan kain kabung dan abu”, pada masa itu dengan makna yang sama persis seperti di Perjanjian Lama, orang berdosa yang bertobat akan memakai abu dan hilang dari kesenangan(puasa).

Pada generasi berikutnya, Bapa Gereja Eusebius dari Kaisarea(Yerusalem Palestina, hidup 260-340) mencatat praktek ini, dimana orang yang murtad lalu menyerahkan diri bertobat kepada Allah dihadapan Paus Zephyrinus, setelah ini memakai kain kabung, abu dan berpuasa.

Didalam buku Gregorian Sacramentary yang ditulis tahun 1000-an(belum ada Protestan), tercatat bahwa penggunaan abu dilakukan sebagai pembuka masa 40 hari puasa pra-Paskah(tidak termasuk minggu, karena minggu adalah hari kebangkitan Yesus dan dimaknai sebagai “Paskah kecil”).

MENGAPA 40 HARI ?

sebab Yesus berpuasa 40 hari sebelum memulai karya mengajarNya:

Matius 4:2
Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus.

MENGAPA HARUS RABU ?

Karena 40 hari sebelum Jumat Agung yang tidak termasuk minggu, itu jatuh pada hari rabu.

Pengkhotbah 3:20
Kedua-duanya menuju satu tempat; kedua-duanya terjadi dari debu dan kedua-duanya kembali kepada debu.

Refrensi:

  • Tafsiran Wycliff
  • Tertulianus, De Poenitentia
  • Gregorian Sacramentary

Penulis: serbet

Tak Berkategori

Kapan dan bagaimana puasa dalam Kristen ?

Tuhan sertamu

Sebelum gua masuk ke materinya, gua harus jelasin kalau puasa itu bukan karena untuk menumpuk amal, tidak ada amal yang ditumpuk lalu mendapatkan keselamatan, sebab Keselamatan itu anugerah(Ibrani 9:28), jadi puasa ini adalah bagian dari Ibadah umat Kristen selain sedekah(Matius 6:3) dan sembahyang(matius 6:6).

MAKNA KATA PUASA

Dalam KBBI arti kata puasa adalah “meniadakan makan, minum, dan sebagainya dengan sengaja (terutama bertalian dengan keagamaan)“, didalam Injil kata puasa ini berakar kata “νηστευω“(Nesteeuoo) yang bermakna “pantang dari sesuatu”, kata νηστευω ini sebanding dengan kata “tarak” yang bermakna “menahan hawa nafsu” yaitu hawa nafsu sex, makan, dll.
Didalam Alkitab tercatat Yesus melakukan puasa 40 hari 40 malam sebelum memulai karya mengajarNya:

Matius 4:2
Dan setelah BERPUASA empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus.

Disini juga dikatakan bahwa Yesus itu “lapar”, yang membuktikan bahwa kodrat manusia Kristus sungguh-sungguh nyata ada bersama kodrat IlahiNya didalam Hypostasis(Persona)Nya yang satu.

Dan Yesus juga mengindikasikan adanya puasa untuk pengikutNya:

Matius 6:17

Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu,

kurang jelas ya, pake KJV aja deh

Matthew 6:17

But thou, when thou fastest, anoint thine head, and wash thy face;

Disini ditulis WHEN THOU FASTING, DISAAT KAMU BERPUASA, maka ada SAAT dimana pengikut Kristus berpuasa, kapan itu ?

Markus 2:18-20

Pada suatu kali ketika murid-murid Yohanes dan orang-orang Farisi sedang berpuasa, datanglah orang-orang dan mengatakan kepada Yesus: “Mengapa murid-murid Yohanes dan murid-murid orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?”
Jawab Yesus kepada mereka: “Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berpuasa sedang mempelai itu bersama mereka? Selama mempelai itu bersama mereka, mereka tidak dapat berpuasa.
Tetapi waktunya akan datang MEMPELAI ITU DIAMBIL DARI MEREKA, dan pada waktu itulah MEREKA AKAN PUASA.

Para MuridNya disini diibaratkan sebagai “sahabat mempelai laki-laki” dan Kristus diibaratkan sebagai “manten“, jadi para pengikut Kristus berpuasa saat manten-nya ini diambil, saat dimana Kristus naik ke Sorga, yang puasa ini dimaksudkan sebagai ekspresi penantian kedatangan Kristus yang kedua.
Dijelaskan lagi oleh Kristus mengapa pengikutnya nanti akan puasa:

Matius 9:16

Tidak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya.

dalam penjelasan “Catatan ayat Alkitab Yerusalem” dijelaskan bahwa baju tua ini bagaikan tradisi agama Yahudi yang sudah usang sebab kegenapan dari tradisi itu sudah datang yaitu Kristus, dan secarik kain disini adalah kegenapannya yaitu Kristus, baju tua ini tidak dibuang tetapi justru disulam dengan secarik kain ini, maksudnya disini tradisi Yahudi(yang dalam bahasan ini ditekankan kepada puasa) yang awalnya dipusatkan kepada peristiwa-peristiwa Israel dan Kurban tetap dilakukan, tetapi pusatnya bukan kepada peristiwa-peristiwa Israel dan Kurban binatang lagi melainkan terpusat kepada Kristus(Khristos-sentris), untuk itu mengapa saat masa pra-Paskah kita puasa, saat masa Advent(pra-Natal) kita puasa, dll.

PUASA GEREJA YANG TERCATAT DALAM ALKITAB

Sebelumnya udah gua jelasin tentang perintah puasa dari Kristus, yaitu puasa dilakukan setelah kenaikan Kristus ke Sorga, maka disini Kristus memberikan otoritas kepada Gereja untuk membuat aturan tata cara berpuasa termasuk saat-saatnya puasa. Saat-saat puasa ini juga tercatat didalam Alkitab:

Saat Liturgi

Kisah Para Rasul 13:2
Pada suatu hari ketika mereka BERIBADAH kepada Tuhan dan BERPUASA, berkatalah Roh Kudus: “Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka.”

Bahasa asli
ΠΡΑΞΕΙΣ(Praxeis/Kisah Para Rasul) 13:2 λειτουργουντων δε αυτων τω κυριω και νηστευοντων ειπεν το πνευμα το αγιον αφορισατε δη μοι τον βαρναβαν και τον σαυλον εις το εργον ο προσκεκλημαι αυτους

LEEITOURGONTOON de autoon too Kyrioo kai NESTEEUNTOON heipeem to Pneuma to Agion aforisate de moi ton Barnaban kai ton Saulon eeis to hergon ho proskeeklemai autous

ketika mereka BERLITURGI kepada Tuhan dan BERPUASA.

maka disini puasa dan Liturgi adalah hal yang sepaket, dan ini landasan kuat mengapa sebelum menerima Perjamuan Kudus(yang adalah bagian dari Liturgi) harus berpuasa. Gereja Orthodox dan Katolik secara eksplit mengatakan bahwa Perjamuan Kudus dan puasa itu suatu satu kesatuan, bila tidak puasa maka tidak bisa menerima Perjamuan Kudus. Dalam Gereja Lutheran, Marthin Luther menulis didalam Katekismusnya:

Tujuan puasa dan persiapan lahiriah mungkin baik. Namun, seseorang baru dapat dikatakan sudah siap dan layak menerima Perjamuan Kudus apabila ia percaya sepenuhnya akan kata-kata ini: “Diserahkan dan ditumpahkan bagi kamu untuk pengampunan dosa-dosa”

Jadi posisi Gereja Protestan khususnya Lutheran mengindahkan secara faham tentang puasa saat Liturgi, tetapi tidak mewajibkan seperti Katolik dan Orthodox, sebab yang terpenting adalah mengetahui makna pengampunan dosa.

Saat Sembahyang Malam(diwaktu-waktu khusus)

2 Korintus 6:5

dalam menanggung dera, dalam penjara dan kerusuhan, dalam berjerih payah, dalam berjaga-jaga dan berpuasa;

Kurang nampol terjemahannya, coba kita lihat dalam bahasa aslinya:

ΚΟΡΙΝΘΙΟΥΣ B(2 Korintus) 6:5 εν πληγαις εν φυλακαις εν ακαταστασιαις εν κοποις εν αγρυπνιαις εν νηστειαις

En plegais een filakais en akatasiais hen kopois en AGRYPNIANIS en NESTEEIAIS

kalimat terakhirnya adalah DALAM SEMBAHYANG MALAM DAN PUASA, “Agrypnia” ini artinya “Sembahyang malam” atau dalam Gereja Barat disebut Sembahyang Vigil, karena memang di Alkitab bahasa Latin diterjemahkan “Vigil“:

2 Corinthios 6:5

in plagis, in carceribus, in seditionibus, in laboribus, in VIGILIIS, in jejuniis,

yang mana saat Vigil ini kita begadang yang ada artinya, maksudnya sembahyang sambil begadang, dan ini dilakukan secara meriah saat Hari Paskah, yang tentu saja dalam keadaan berpuasa juga, baru setelah selesai sembahyang bisa makan.

HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN SAAT PUASA

gambar: ilustrasi orang Farisi yang sombong rohani

Sebelum gua kasih tau saat-saat puasa dan aturannya, sebelum ada kawanan yang kejang-kejang, lebih baik gua jelasin hal yang harus diperhatikan dulu.
Puasa sudah gua jelasin diatas adalah bagian Ibadah yang diajarkan Tuhan Yesus, disamping dari sedekah dan sembahyang, yang hal ini diajarkan saat Kotbah diatas bukit.
Kristus sangat membenci perilaku sombong rohani yang dilakukan banyak orang-orang Yahudi saat itu, oleh karena itu mengapa saat Kristus mengajarkan cara berpuasa, sedekah dan sembahyang selalu diajarkan bener-bener keras, contoh saja saat mengajarkan tentang sedekah:

Matius 6:2

Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: SESUNGGUHNYA MEREKA SUDAH MENDAPAT UPAHNYA.

Wih ngeri banget ini, ini hal yang selalu bikin gua takut untuk poto-poto pas lagi Ibadah, niatnya mau dapat merasakan Cinta Allah eh malah dapet pujian manusia. Kenapa begini ? kok kejam banget Tuhan sama kita ? kok ngeksis sedikit salah ?. Sebenernya ini bukan karena Tuhan kejam atau benci kita ngeksis, karena Kasih Allah itu selalu berlimpah-limpah ampe tumpeh-tumpeh, yang jadi masalahnya adalah kita gk bisa peka sama CintaNya Allah kalau niat kita Ibadah aja untuk manusia, berarti kita cinta manusia yang melihat Ibadah kita dong bukan cinta Allah, oleh karena ini iman dan perbuatan itu suatu satu kesatuan, perbuatan Ibadah lu ya harus dibarengin dengan hati yang hanya difokuskan kepada Allah, BUKAN MANUSIA.
Oleh karena ini, Kristus ngingetin para pengikutNya, supaya Ibadah ini gk jadi riya dan malah bikin kita susah peka sama Cinta Allah, walau memang cara penyampaianNya cukup greget dan monohok:

Matius 6:16

“Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.

Maksud dari Yesus “sudah mendapat upahnya” disini, pujian atau tanggapan “waw” dari orang yang mengetahui Ibadahnya, sehingga karena “niat” Ibadah yang salah ini, yang awalnya Ibadah biar peka sama cinta Allah eh malah jadi kubangan lumpur yang menghisap kita kepada kesombongan. Makanya kalau lagi puasa ya cukup gitu kita apdet status pas Rabu Abu aja “Met Rabu Abu ea, met puasa”, udah gini aja cukup, gausah hyper aktif ngelakuin hal yang berlebihan, nanti itu bisa jadi kubangan lumpur yang menghisap untuk kita.

TATA CARA PUASA DAN WAKTUNYA

gambar: Perjamuan Kudus dalam Gereja Orthodox

Sebelum Perjamuan Kudus(setiap Minggu bagi Katolik dan Orthodox)

Katolik.
Minimal 1 jam puasa tidak makan dan minum sebelum Misa, kecuali kalau memang dibutuhkan bisa minum obat dan air(bdk. KHK 919)

Gereja Timur.
Tidak makan dan minum sama sekali dari tidur sampai menerima Perjamuan Kudus(bdk. Orthodoxwiki).

Protestan.
Luther memandang baik puasa sebelum Perjamuan Kudus, tapi tidak mewajibkannya(bdk. Katekismus Luther).

Pra Paskah

Gereja Barat(Katolik dan beberapa Protestan).
Dalam Gereja Katolik dan sepertinya ini cukup mewakili pandangan hampir semua Gereja Barat, ya walaupun tata caranya di Indonesia untuk Gereja Protestan kurang diberitahukan *ahokahok*. Dalam Gereja Barat saat hari Rabu Abu dan Jumat Agung itu dilakukan puasa sehari penuh(tidak makan dan minum). Selain puasa penuh ini, selama masa pra-Paskah(40 Hari bila dihitung tanpa Minggu sampai Jumat Agung, atau 44 Hari bila dihitung Minggu sampai Jumat Agung) pantang memakan daging, telur, garam, jajan atau roko, dan masih bisa menambah pantang makanan lain yang kita suka, selama sehari hanya boleh makan kenyang sekali. Nah selain makanan juga ditekankan aktivitas yang disukai untuk dihentikan atau dikurangkan, contoh: main game, nonton tv, internetan, berhubungan intim dengan istri(?), dll.

Gereja Timur(Orthodox dan Katolik Timur).
Puasa dimulai saat hari senin setelah Minggu Pengampunan, yang mana selama masa pra-Paskah(6 pekan kalau Pekan Suci tidak dihitung) sampai selesai tidak boleh makan daging, ikan, susu, madu, telur, dll hasil binatang(berarti termasuk kopi luwak dan kencing onta kayanya), porsi makanan juga dikurangi misalnya: tadinya makan 3x sehari jadi 2x atau 1x sehari, namun pada hari Sabtu dan Minggu boleh memakan ikan. Aktivitas yang disukai juga dihentikan atau dikurangi seperti internet, nonton tv, main game, dll. Dalam Gereja Orthodox selama puasa apapun itu, kegiatan malam suami istri dihentikan, gk ngerti ? maksudnya gk boleh ena ena, jadi kalau masa puasa 6 pekan ya full 6 pekan itu gabisa berhubungan badan.

Adventus(Pra Natal)

Gereja Barat.
Dibuka saat Minggu ke3 saat masa Adven sampai Natal.
Tata Cara sama kaya pra-Paskah.

Gereja Timur.
Puasa dilakukan selama 40 hari sebelum Natal. Tata Cara sama seperti masa pra-Paskah.

MAKNA DAN TUJUAN PUASA

Matius 4:4
Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.”

Ngapain sih puasa ?

Matius 26:41
Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.”

Daging ini lemah, udah gitu manja pula dan selalu diturutin, saat puasa ini si daging ini kecubit oleh penguasaan diri kita karena gk dikasih makan, gunanya untuk penguasaan diri dan fokus saat doa, makanya kalau puasa ya gk ada yg paling sering dilakuin selain doa(terkecuali kerja).

kenapa gk makan daging ? maknanya sebagai melawan kedagingan, dan ada yang memaknai juga sebagai mengembalikan manusia sebelum kejatuhan, sebab dalam Alkitab sebelum manusia jatuh dalam dosa, manusia tidak mengkonsumsi daging:

Kejadian 1:29-30

Berfirmanlah Allah: “Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.
Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya.” Dan jadilah demikian.

Puasa tidak makan daging ini juga dilakukan oleh Nabi Daniel :

Daniel 10:3
makanan yang sedap tidak kumakan, daging dan anggur tidak masuk ke dalam mulutku dan aku tidak berurap sampai berlalu tiga minggu penuh.

ini itu gabisa, ribet amat sih, gunanya buat apa ? untuk penyangkalan diri:

Matius 16:24
Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.

Refrensi:

  • Catatan Ayat Alkitab Yerusalem
  • Kitab Hukum Kanonik
  • Katekismus Luther
  • Orthodoxwiki

Penulis: Ephitimia

Disunting oleh: serbet

Tak Berkategori

Tritunggal, berapa Tuhan orang Kristen ?

trinity

Tuhan sertamu
Dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus.

TRITUNGGAL MAHA KUDUS

Tritunggal adalah artian dalam theologi Kristen yang menjelaskan tentang tiga hypostasis(realita konkrit) didalam ALLAH YANG SATU, disini Tritunggal BUKAN menceritakan “allah ada berapa” tetapi menjelaskan tentang KEBERADAAN DIDALAM ALLAH YANG SATU.

Tokoh Kristen yang tercatat pertama kali menggunakan artian Tritunggal adalah Santo Theofilus dari Antiokhia diakhir abad 2 M. Bila kita lihat dalam Alkitab memang tidak ada artian “Tritunggal” secara eksplisit, tetapi dalam Alkitab, Yesus memberikan amanat agung kepada Para Rasul untuk membaptis seluruh bangsa atas Nama Bapa, Anak dan Roh Kudus(bdk. Matius 28:19), yang ini adalah inti dari “pengajaran Tritunggal”. Jadi, Tritunggal adalah suatu “pengajaran” yang mempermudah kita memahami tentang KEBERADAAN ALLAH YANG SATU MENURUT KITAB SUCI.

SANG BAPA

“kalo tuhan itu bapa, mengapa ia tidak memiliki istri ? mengapa memiliki anak tapi tidak memiliki istri ?”
Allah disebut Sang Bapa bukan karena ada hubungan biologis dengan kita. Dalam tradisi Semitik, Bapa adalah gelar terhormat, seperti Bapa Abraham, Ishak dan Yakub, sebagaimana dalam tradisi orang Nusantara dulu ada sebutan “Bapa Angkasa” dan “Ibu Pertiwi“, ini bukan serta merta diartikan secara biologis kalau Angkasa berhubungan intim dengan Pertiwi terus lahir orang-orang Indonesia, maksudnya disini adalah Langit(Angkasa) melindungi dan memberi hujan bagi tanah/bumi(Pertiwi), yang dari Ibu Pertiwi ini kita bisa makan, ini gambaran seperti bapa mencari nafkah lalu ibu menyusui anak-anaknya.
Sebagaimana juga artian Sang Bapa disini bukan arti biologis, oleh karena dari TUHAN ada segala sesuatu, dan TUHAN memelihara segala yang Dia ciptakan oleh karena itu Dia disebut Sang Bapa,

Mazmur 68:5
Bapa bagi anak yatim dan Pelindung bagi para janda, itulah Allah di kediaman-Nya yang kudus;

Mari kita berpikir disini, bila TUHAN adalah kekal dan segala sesuatu yang ada didalam TUHAN adalah kekal juga adanya, apakah gelar TUHAN sebagai Bapa juga kekal ? yuk mari kita lanjut baca.

SANG FIRMAN SEBAGAI SANG ANAK

Mengapa Firman disebut Anak ? kapan dikandungnya dan kapan dilahirkanNya ? mungkin ini adalah pertanyaan yang sering sekali dipertanyakan tentang Tritunggal, jadi mari saya beri penjelasannya.

bilamana manusia akan berkata(berfirman) pasti dia akan MENGANDUNG pemikiran yang akan dikatan dulu didalam pikirannya, lalu akhirnya MELAHIRKAN perkataan yang mengeluarkan suara.

Yohanes 8:42 Kata Yesus kepada mereka: “Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku.

Bila Yesus KELUAR DARI ALLAH, maka sebelumnya Yesus ada dimana ? YA DIDALAM ALLAH, bila Yesus ada didalam Allah lalu keluar dari Allah, apakah keilahian Yesus dapat ditolak ? YA TENTU TIDAK ! sebab TIDAK ADA MAKHLUK DIDALAM DIRI ALLAH YANG SATU.

lalu apa maksud Yesus Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku. ?

Seperti yang sudah saya jelaskan diatas, disini Allah Sang Bapa bagaikan pikiran yang mengatur apa yang akan dikatakan, dan segala sesuatu yang dikatakan pasti sesuai dengan apa yang dipikirkan, nah inilah maksud Yesus berkata “Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku.”, sebab PERKATAAN(Sang Firman Allah) MEMANG TIDAK MENGATUR APA YANG AKAN DIKATAKAN tetapi PIKIRANLAH(Allah Sang Bapa) YANG MENGATUR APA YANG DIKATAKAN.

Yohanes 1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.

kurang asyique ya kalau gak pake bahasa aslinya

ΙΩΑΝΝΗΝ(Yohanes) 1:1 εν αρχη ην ο λογος και ο λογος ην προς τον θεον και θεος ην ο λογος

HEN ARKHEE en o logos ke ho logos EN PROS TON THEON KE THEOS EN HO LOGOS

HEN ARKHEE disini bermakna sangat dalam sekali, yaitu “pada mulanya banget”, sebelum segala sesuatu dijadikan, sebelum ada waktu, kalau sebelum segala sesuatu dijadikan bahkan sebelum adanya waktu, hal apa lagi itu selain ALLAH ? yang jelas bukan energi Allah, sebab energi Allah adalah hasil dari aktivitas Allah, energi Allah memiliki asal mula dan energi Allah TIDAK BERSAMA ALLAH DIDALAM HEN ARKHEE NYA ALLAH. Jadi kalau udah jelas HEN ARKHEE EEN O LOGOS(PADA KEKALNYA (DIA)ADALAH FIRMAN), ya jdi disini aja udah jelas kalau Logos(Sang Firman) itu ya Allah karena dia ada sebelum segala sesuatu dijadikan, bahkan sebelum dimensi ruang dan waktu dijadikan.

KE O LOGOS EN PROS TON THEON, ini lebih-lebih jelas lagi,
DAN (DIA)FIRMAN “MELEKAT SEHAKEKAT”(Pros) DENGAN ALLAH(TON THEON), hal apa lagi yang MELEKAT SEHAKEKAT dengan Allah didalam hen arkhee-Nya Allah kalau bukan Allah itu sendiri ?

oleh karena itu

KE THEOS HEN O LOGOS

DAN (DIA)FIRMAN ITU ADALAH ALLAH.

ΙΩΑΝΝΗΝ(Yohanes) 1:14 και ο λογος σαρξ εγενετο και εσκηνωσεν εν ημιν και εθεασαμεθα την δοξαν αυτου δοξαν ως μονογενους παρα πατρος πληρης χαριτος και αληθειας

Ke o logos sarx hegeneto ke heskeenoosen en hymin ke hetheasametha ten doxan autou doxan hos monogenous para patros pleerees kharitos ke aletheias

dan firman itu telah menjadi daging(sarx), dan berdiam diantara kita, bahkan kita telah melihat kemuliaanNya, kemuliaan Yang Tunggal/Yang Unik(monogenous) dari Sang Bapa, penuh dengan anugrah dan kebenaran.

Yohanes 1:17 sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus.

Maka disini Allah disebut Sang Bapa dan Sang Firman disebut Sang Anak bukan karena masalah biologis, tapi ini semua lebih kepada masalah Theologis oleh sebab ALLAH SANG BAPA ADALAH ASAL DARI SANG FIRMANNYA, dan Sang Firman ini DIKANDUNG DIDALAM SANG BAPA LALU DIPERANAKKAN KELUAR DARI SANG BAPA supaya kita manusia dapat mengenal Allah, sebab darimana lagi kita dapat mengenal Allah kalau bukan Allah sendiri yang menyatakanNya ?

SANG ROH KUDUS

Kejadian 1:2-3 Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi.

Disini sangat jelas keberadaan Allah didalam penciptaan, dimana Roh Allah/Roh Kudus MELAYANG-LAYANG diatas permukaan air dan Firman Allah menciptakan terang. Apakah disini berarti Allah menciptakan dengan bantuan makhluk lain ? oh tidak, sebab Allah menciptakan segala sesuatu sendiri tanpa bantuan siapapun, maka sudah jelas disini Roh Allah dan Firman Allah ya adalah Allah itu sendiri.

“Mengapa ada Roh Allah dan Firman Allah dalam penciptaan ?”

Begini, roh adalah hidup, dan lambang daripada kehidupan adalah nafas, maka nafas adalah gambaran daripada roh itu sendiri. Nah, bila kita BERFIRMAN(BERKATA) maka disaat yang sama kita juga BERNAFAS, lalu FIRMAN kita MERAMBAT MELALUI NAFAS(ROH) sampai akhirnya dapat mengeluarkan suara dan terdengar oleh orang-orang. Seperti inilah gambaran mengapa dalam penciptaan ada Allah(Sang Bapa), RohNya dan FirmanNya, sebab disaat FIRMAN DILAHIRKAN(DIEKSPRESIKAN) DARI SANG BAPA disaat yang sama juga SANG ROH ITU KELUAR(TEREKSPRESIKAN) DALAM SAAT YANG BERSAMAAN barulah kedaulatan Allah itu terjadi dalam bentuk ciptaan, maka disini jelas bahwa Allah, FirmanNya dan RohNya BUKANLAH TIGA ALLAH tetapi SATU ALLAH, penjabaran ini BUKAN MENJELASKAN ALLAH ADA BERAPA tetapi MENJELASKAN KEBERADAAN DIDALAM ALLAH.

Mazmur 33:6 Oleh firman TUHAN langit telah dijadikan, oleh nafas dari mulut-Nya segala tentaranya.

“saya rasa Roh Allah hanya energi Allah saja”

Jelas tidak, sebab Roh ini Hidup dan membuat hidup bagi manusia

Ayub 33:4 Roh Allah telah membuat aku, dan nafas Yang Mahakuasa membuat aku hidup.

Ayat diatas adalah gaya puisi Ibrani yang dalam bahasa latin disebut pararelismus membrorum(kesejajaran arti), dimana subjek klausa pertama sejajar dengan subjek klausa kedua, sesuai yang saya jelaskan tadi bahwa nafas adalah lambang daripada roh itu sendiri.

Disini jelas dituliskan “MEMBUAT”, apakah “energi” atau “daya” atau apalah itu apakah bisa melakukan suatu pekerjaan ? jelas tidak, oleh sebab itu sangat sesuai dalam penjabaran Tritunggal, Roh Kudus itu diposisikan sebagai Hypostasis daripada Allah yang satu itu. Bahkan Roh Kudus ini juga bisa didustai, apakah “daya” atau “energi” dapat didustai ? dan dijelaskan pula MENDUSTAI ROH KUDUS SAMA DENGAN MENDUSTAI ALLAH :

Kisah Para Rasul 5:3-4 Tetapi Petrus berkata: “Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau MENDUSTAI ROH KUDUS dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu?
Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi MENDUSTAI ALLAH.”

Allah didalam kekekalan dan mengapa ada penciptaan

1 Yohanes 4:8 Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, SEBAB ALLAH ADALAH KASIH.

sekarang kita berpikir, kalau Allah itu KEKAL maka segala yang ada didalam Diri Allah adalah kekal, ya kan ? ya tentu dong, termasuk ALLAH ADALAH KASIH, Kalau “KASIH” Allah ini kekal, lalu kepada siapa kasih ini diekspresikan ? sedangkan Kasih itu menuntut adanya hypostasis kedua, contoh : “saya mengasihi pacar”, maka disini adanya pribadi yang lain.
Nah pertanyaannya, kalau Allah adalah Kasih dan kasihNya Allah adalah kekal, lalu kepada siapa kasih ini dilontarkan ? sedangkan didalam kekekalan, pada mulanya, pada hen arkhee-Nya Allah ini tidak ada siapapun kecuali Allah, waktu aja gaada.
Yup anda benar :

Yohanes 17:24 Ya Bapa, Aku mau supaya, di mana pun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab ENGKAU TELAH MENGASIHI AKU SEBELUM DUNIA DIJADIKAN.

Jadi, sejak kekekalanNya, Allah Sang Bapa ini mengasihi Sang FirmanNya, dan Sang FirmanNya ini juga :

Yohanes 14:31 Tetapi supaya dunia tahu, bahwa AKU MENGASIHI BAPA dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku, bangunlah, marilah kita pergi dari sini.”

Maka disini ada kasih timbal balik antara Sang Bapa dengan Sang Firman dan Sang Firman kepada Sang Bapa, maka sebelum adanya ciptaan, ALLAH ITU TIDAK NGANGGUR, karena ada kasih timbal balik didalam Diri Allah.
Jelaskan juga didalam :

Roma 5:5 Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah DICURAHKAN di dalam hati kita OLEH ROH KUDUS yang telah dikaruniakan kepada kita.

Nah kalau Roh Kudus ini juga disebut Roh Kekal(Ibrani 9:14), maka fungsi Roh Kudus yang MENCURAHKAN KASIH ini juga kekal.
Maka disini dalam kekekalan sebelum adanya ciptaan ada ikatan kasih tanpa henti DIDALAM DIRI ALLAH YANG SATU dari Sang Bapa kepada Sang Firman yang dicurahkan oleh Sang Roh Kudus, dan dari Sang Firman kepada Sang Bapa yang dicurahkan oleh Roh Kudus.
Oleh sebab itu kalau ada orang bilang “Allah itu Kasih dan KasihNya kekal” maka dia meng amin kan bahwa Allah harus Tritunggal, mengapa ? karena Kasih itu memerlukan tiga Hypostasis ini, dari sini kita tahu bahwa Tritunggal bukan berbicara “allah ada berapa” tetapi Tritunggal ini menjelaskan “keberadaan dalam Diri Allah”.

Nah jadi didalam kekekalan ini ada putaran cinta kasih yang amat dahsyat didalam Diri Allah yang satu ini, tetapi “kasih” itu sifatnya harus mendorong keluar, harus ada sesuatu yang dicurahkan kasihnya, sedangkan didalam kekekalan itu gaada siapa-siapa, yang ada hanyalah Allah yang satu, maka oleh karena kedaulatan Allah, cinta kasih Allah ini meledak keluar dan terjadilah ciptaan sebab Allah adalah Kasih dan Berdaulat.

Jadi disini sudah jelas bahwa pengajaran Tritunggal adalah penjabaran tentang KEBERADAAN ALLAH YANG SATU berdasarkan Alkitab, Tritunggal BUKAN menjelaskan “Allah ada berapa” sebab Allah hanya satu. Logikanya begini: diri saya HANYA SATU tetapi didalam DIRI SAYA YANG SATU terdapat PIKIRAN SAYA, PERKATAAN SAYA, dan ROH NAFAS KEHIDUPAN SAYA, bila saya menjelaskan “didalam diri saya terdapat pikiran, perkataan dan roh nafas kehidupan” ini BUKAN bermakna saya mengatakan bahwa diri saya ada banyak, diri saya TETAP SATU, maka “pikiran, perkataan dan roh nafas kehidupan” bukanlah berarti saya ada banyak, saya TETAP SATU, dan ini semua adalah penjelasan tentang KEBERADAAN DIDALAM DIRI SAYA YANG SATU.

Bahkan Yesus menyuruh Para Rasul untuk membaptis seluruh bangsa didalam Nama Tiga Hypostasis Allah.

Matius 28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam Nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,

SYAHADAT NIKEA-KONSTANTINOPEL, terjemahan Katolik :

Aku percaya akan satu Allah,
Bapa yang mahakuasa,
pencipta langit dan bumi,
dan segala sesuatu yang kelihatan
dan tak kelihatan;
dan akan satu Tuhan Yesus Kristus,
Putra Allah yang tunggal.
Ia lahir dari Bapa sebelum segala abad,
Allah dari Allah,
Terang dari Terang,
Allah benar dari Allah benar.
Ia dilahirkan, bukan dijadikan,
sehakikat dengan Bapa;
segala sesuatu dijadikan oleh-Nya.
Ia turun dari surga untuk kita manusia
dan untuk keselamatan kita.
Ia dikandung dari Roh Kudus,
Dilahirkan oleh Perawan Maria, dan menjadi manusia.
Ia pun disalibkan untuk kita, waktu Pontius Pilatus;
Ia menderita sampai wafat dan dimakamkan.
Pada hari ketiga Ia bangkit menurut Kitab Suci.
Ia naik ke surga, duduk di sisi Bapa.
Ia akan kembali dengan mulia,
mengadili orang yang hidup dan yang mati;
kerajaan-Nya takkan berakhir.
Aku percaya akan Roh Kudus,
Ia Tuhan yang menghidupkan;
Ia berasal dari Bapa dan Putra,
yang serta Bapa dan Putra,
disembah dan dimuliakan;
Ia bersabda dengan perantaraan para nabi.
Aku percaya akan Gereja
yang satu, kudus, katolik dan apostolik.
Aku mengakui satu pembaptisan
Akan penghapusan dosa.
Aku menantikan kebangkitan orang mati
dan hidup di akhirat.
Amin.

Penulis: Ephitimia

Refrensi:

  • Theophilus, Apologia ad Autolycum, Book II, Chapter 15
  • Alkitab LAI Terjemahan Baru
  • Perjanjian Baru Byzantine, Yunani Koine
  • Matthew Henry Commentary
  • Catatan Alkitab Yerusalem
  • Tafsiran Alkitab Wycliffe
  • Jakobson, Roman. 1987. “The Poetry of Grammar and the Grammar of Poetry.” In Language in Literature. K. Pomorska and S. Rudy, eds. Pp. 121-144. Cambridge, MA: The Belnap Press of Harvard University.
  • Puji Syukur
Tak Berkategori

Al-Kitab Kristen sudah diubah-ubah

ITU KITAB SUCI APA SKRIPSI, KOK ADA REVISINYA ?

pertama, dasar lu apa ngomong gini ?

masalah terjemahan ?

terjemahan Al-Kitab itu bisa berubah-ubah karena Al-Kitab juga diterjemahkan ke bahasa yang labil kaya bahasa Indonesia, mksdnya bahasa yang berkembang, jadi terjemahannya bisa berubah-ubah, tapi apa “Teks Asli”nya udah diubah ? simak makanya.
Al-Kitab orang Kristen secara garis besar dibagi menjadi 2 bagian, yaitu yang kita sebut Perjanjian Lama dan yang kedua disebut Perjanjian Baru.
Apa itu Kitab Perjanjian Lama ?

Kitab Perjanjian Lama ini Kitabnya orang Yahudi, ini bukan buatan Gereja, Gereja cuman minjem aja langsung jadi.

Isi dari Perjanjian Lama ini dibagi menjadi 4 bagian: Taurat, Kitab-kitab sejarah, Kitab Para Nabi dan Kitab-kitab Kidung :
Lukas 24:44

Ia berkata kepada mereka: “Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab TAURAT Musa dan KITAB NABI-NABI dan KITAB MAZMUR.”
Apa itu Perjanjian Baru ?

Tak Berkategori